RSS Feed

Monthly Archives: February 2010

Belajar Photoshop: Manipulasi Foto dengan Pen Tool

Yuhuyyyy, saya datang kembali, sobat! Kali ini akan membawakan tutorial mengenai salah satu senjata sakti mandraguna-nya Photoshop. Namanya Pen Tool.

Kenapa saya bilang sakti? Karena… dengan Pen Tool, kamu bisa memanipulasi foto dengan cukup “sempurna”. Misalnya, kamu bisa melakukan manipulasi terhadap foto di mana kamu (misalnya) sedang berdiri di depan teras rumah dengan gaya bengong dan menggantinya dengan foto kamu yang lagi bengong tapi di depan menara Eiffel-nya Perancis. Asyik, kan? Cuman buat bengong aja kita jauh-jauh ke Perancis :) ) *habis ini dilempar sendal sama orang se-RT gara-gara kelewat norak* :P

Ya udah, langsung aja yah.. Begini nih langkah-langkahnya:

1. Dalam tutorial ini, kita akan memakai dua foto. Foto pertama adalah foto saya pribadi yang lagi jalan-jalan ke Pulau Seribu dan berpose bengong. Foto kedua adalah background-nya, yakni menara Eiffel di Perancis. Btw, kalau mau ganti fotonya, terutama foto yang pertama, boleh loh, gak ada yang ngelarang :) )

Oh, ya tipsnya: cari foto yang beresolusi tinggi supaya gampang buat seleksi fotonya, ya! Kalo foto yang saya pake ini kebetulan resolusinya rendah..

Foto Pertama

Foto Kedua

2. Sekarang, dari foto pertama, kita akan mengambil foto perempuan berjilbab ungu di paling kanan dan membuang yang lainnya (maaf ya yang lain, semoga saya gak kena kutuk haha). Sebenernya cara seleksi foto ada macem-macem, bisa pake lasso tool, dll. Tapi, sekarang, kita akan menggunakan pen tool buat seleksi foto. Biar apa? Biar lebih rapi cuy :)

Untuk mengaktifkan pen tool, klik tombol berbentuk ujung pena dari toolbar sebelah kiri Photoshop. Setelah itu, pastikan bahwa mode pen tool yang aktif adalah mode yang kedua atau mode Paths.

3. Setelah itu, mulailah untuk menggunakan pen tool, dengan membuat titik-titik seleksi di sekeliling foto. Jika sudah sampai pada bentuk yang melengkung, maka cara menggunakan pen tool-nya agak sedikit berbeda. Tahan pada satu titik dan geser-geser mouse-nya untuk mencari bentuk yang pas ketika garis mengikuti lengkungan yang ada pada objek. Agak sulit diungkapin sih, tapi semoga ilustrasi di bawah membantu:

4. Selesaikan seleksinya, hingga hasil akhir seleksi adalah seperti di bawah ini:

5. Jika sudah, buka Windows Paths di pojok kanan Photoshop, dan kamu dapat melihat bahwa di sana sudah terbentuk sebuah Work Path dari hasil seleksi kamu dengan pen tool. Sekarang, klik kanan di atas Work Path, dan pilih Make Selection. Untuk feather radius-nya isi saja 0 pixels.

6. Jika sudah, sekarang kembali ke Windows Layers. Dan, buatlah layer baru dengan melakukan klik 2 kali pada layer background. Lalu, tambahkan masking pada layer tersebut dengan meng-klik tombol Add Layer Mask.

7. Jika, sudah, maka akan terbentuk hasil seleksi seperti di bawah ini. See, cuman foto perempuan berjilbab ungu saja kan yang ada? Yang lainnya jadi hilang, deh :P

8. Sekarang, pekerjaan kita lebih mudah, yakni memindahkan foto tersebut ke foto kedua dengan move tool. Tinggal didrag saja ke foto kedua dan tempatkan ia di tempat yang pas. Oya, karena resolusi foto pertama yang saya gunakan rendah, maka jika digabungkan dengan foto kedua yang resolusinya tinggi hasilnya gak terlalu bagus (baca: ketauan banget disotoshop). Maka, saya mengakalinya dengan membuat foto tersebut hitam putih dengan mengklik Image –> Adjustments –> Desaturate.

Dan, jadilah hasilnya seperti ini, sobat…

Lumayan, kan? Hihihihi ^^v

Belajar Photoshop: Teknik Masking dengan Motion Blur

Yippy, tutorial keempat nih :D

Dan, masih membahas soal masking. Kawan, jangan bosan yak. Soalnya kata guru saya teh, masking itu salah satu teknik paling pentingnya Photoshop loh.

Langsung aja deh, di tutorial kali ini, saya mau membuat foto seorang pelari wanita cilik yang sedang berlari menjadi lebih fantastis lagi. “Like a bionic woman!”, yaa, i hope all of you will shout that after the remaking huehehe :D

These are the steps:

1. Foto yang akan dipakai adalah foto seorang pelari cilik bernama Meg. Untuk download foto, klik kanan, lalu klik Save Image As

Sumber: LINK

2. Buat layer baru via copy melalui shortcut Ctrl + J. Jika berhasil maka akan muncul layer baru di atas background.

3. Pada layer baru tersebut, klik Filter –> Blur –> Motion Blur. Ya! Inilah saatnya kita menambahkan efek “gerak cepat” aka motion pada foto si pelari cilik. Untuk settingannya (sebagai contoh saja), silakan lihat pada gambar di bawah ini. Jika sudah, klik OK.

4. Sekarang, saatnya kita tambahkan masking pada gambar yang sudah dikenakan efek motion blur.

5. Sapukan gradien hitam putih di atas foto dari arah kanan ke kiri (dari hitam ke putih).

Mengapa? Karena dalam masking, area hitam menandakan bahwa daerah tersebut yang akan ditutupi (dimask) sedangkan daerah putih adalah daerah yang tidak ditutupi.

Dalam gambar ini, si gadis cilik berlari dari kiri ke kanan. Jika ingin memberi efek kekuatan lari yang luar biasa, tentu saja, kita memberikan efek tersebut di bagian belakang si gadis cilik (sebelah kiri). Sedangkan bagian depan (sebelah kanan) hendak dibuat lebih terang/tajam. Oleh karena foto tersebut sudah dikenakan motion blur terlebih dulu, maka bagian yang perlu dibuang motion blurnya (ditutup) adalah bagian depan gadis cilik (kanan), sehingga gradien pun disapukan dari arah kanan ke kiri untuk membuang efek motionnya :)

Maaf, panjang penjelasannya. Kalo bingung, diskip ajah hehehe :P

Ini ilustrasinya:

6. Yak, ini dia hasil akhirnya setelah semua proses selesai!

Welcome Meg, our bionic woman eh bionic girl eh.. woman *blah, gak penting hohoho* :P

Berkaca mengenai Pendidikan dari 3 Idiots

Bloggers, kali ini, mari kita bicara film. How about 3 Idiots? I bet all of you have heard about 3 Idiots before. Yap, 3 Idiots… film Hindi terbaru yang luar biasa. Bloody awesome! Campuran komedi dan drama cerdas yang sangat menghibur dan membekas. Setidaknya buat saya atau mungkin buat kamu juga? Hehehe..

Owkay, sebenarnya banyak sekali hal yang bisa didiskusikan dari 3 Idiots. Dalam jangka waktu penayangannya yang kira-kira hamper 3 jam, 3 Idiots benar-benar sarat akan nilai positif selain tarian-tariannya yang memang merupakan ciri khas dari film-film Bollywood. Namun, kali ini mari kita sama-sama berkaca mengenai satu hal dari 3 Idiots, yakni tentang pendidikan.

* * *

3 Idiots, bagi saya, sebenarnya tidak cocok mereka dinamakan demikian. Toh, mereka tidak benar-benar idiots. They called so, only because they dare to be different. Itulah hukum normal gak tertulis yang memang sering ada di dunia kita. Mereka-mereka yang out of the box dan gak sejalan dengan sistem yang telah diakui bertahun-tahun akan diberi gelar “si bodoh” dan akan dipinggirkan. Kalo dipikir-pikir, this is a kind of bullying too, right?

Hmm, dari awal film, kita disuguhkan gambaran bagaimana sebenarnya pandangan kebanyakkan orang India dan mungkin juga sebagian dari kita, orang Indonesia, terhadap arti pendidikan. Chathur, seorang kawan lama dari 3 Idiots (Raju, Farhan, dan Rancho), menganggap bahwa pendidikan adalah sebuah alat yang semata-mata digunakan untuk menggapai kesuksesan, kekayaan, dan prestige juga untuk membalaskan dendamnya. Virus, direktur dari institut engineering terkemuka di India, tempat Raju, Farhan, dan Rancho menuntut ilmu juga “mendoktrin” murid-muridnya bahwa hidup itu adalah mengenai kompetisi: “Life is a race. If you don’t run fast someone will beat you and move faster than you”. Begitu pula dengan seorang professor di kelas Rancho. Ia sangat marah begitu mendapatkan penjelasan Rancho yang sangat gamblang, sederhana, juga dilengkapi contoh aplikatif mengenai definisi mesin. Profesor tersebut marah karena yang diiginkannya adalah definisi mesin sesuai dengan yang tertulis dalam textbook kuliah. Bahkan yang paling “ironis” adalah ketika para orang tua di India (is that true? Actually yang saya maksud adalah para orang tua India di film 3 Idiots) menentukan masa depan anaknya sejak mereka diketahui jenis kelaminnya. Menjadi engineer untuk anak laki-laki dan menjadi seorang dokter untuk anak perempuan.

Tentu saja akan menjadi hal yang menyenangkan jika keinginan orang tua tadi memang sejalan dengan impian anaknya. Namun, jika tidak? Hanya tekanan yang akan dirasakan dan pendidikan yang ditempuh pada akhirnya hanyalah sekedar alat untuk memenuhi tuntutan yang ada. Berlomba menjadi yang terdepan, berpeluh demi sesuatu hal yang tidak diresapi esensinya. It will left you nothing but pain, I think. And maybe the worst result of all this situation is dead. Lihatlah, Joy Lobo, seorang mahasiswa tingkat akhir di universitas yang sama dengan 3 Idiots. Joy, awalnya penuh semangat menyelesaikan proyek akhirnya dalam membuat sebuah helikopter mini yang dilengkapi wireless camera. Namun, semangatnya lantas terkubur bersama keinginannya untuk hidup (ya, ia mati gantung diri di kamarnya) akibat Virus yang tidak mengizinkannya untuk menyelesaikan proyeknya dan menyebutnya sebagai “unrealistic project”.

Situasi-situasi yang kurang lebih sama mungkin sering kita jumpai di sekitar kita. Cita-cita orang tua yang menggebu pada akhirnya mendamparkan anaknya di dalam dunia yang salah. Si anak mungkin memang mengikuti keinginan orang tuanya, tapi hatinya tidak dan jadilah kita menjumpai banyak mesin dalam kehidupan sehari-hari kita. Atau, sistem pendidikan yang sangat ketat, sistem penilaian yang membebani, tugas-tugas yang tidak aplikatif, tuntutan-tuntutan untuk mempelajari definisi dan bukannya aplikasi, cibiran terhadap proyek-proyek yang dilabeli “unrealistic” padahal sebenarnya bisa jadi “realistic” jika ditambah poin kerja keras dan open-minded, cara belajar yang selalu mengkonsumsi doktrin dan pada akhirnya menghasilkan lulusan-lulusan yang tidak mampu berpikir out of the box, prinsip hidup untuk mengejar kesuksesan dan bukannya kenikmatan di balik setiap proses yang dilalui. Ya, ya, ya… normal life, so normal… Itulah yang banyak kita temui di sekitar kita. Mau jujur mengakuinya atau tidak.

Tapi, di dalam film ini, Rancho, seorang pemuda biasa yang luar biasa berhasil memberikan pencerahan kepada beberapa orang di sekitarnya mengenai apa yang “salah” dari segala kenormalan hidup yang biasa kita jalani. Kata-katanya yang sangat saya sukai adalah ketika ia dipaksakan mengajar di sebuah kelas oleh Virus. Ia berkata seperti ini:

“Anybody thought that today we will get something to learn new?

Everyone’s sunk in race

What’s the use if you come first studying like this?

Will you improve your knowledge? NO

Only pressure will increase

And this is a COLLEGE NOT a PRESSURE COOKER

The lion in the circus also learns to sit on the chair fearing the whip held in his owner’s hand..

But we call such a lion as well trained, not WELL EDUCATED

Dan juga kata-katanya ketika ia mengomentari sistem penilaian (grading) di universitasnya:

“Sir, is it compulsory to sit according to our ranks?

It’s like the caste-system, sir! A grade students-kings, C grade students-slaves! It’s not nice sir!

Results should not be put up on a notice board. Why should we exhibit someone’s weakness in front of all?

The thing is, GRADES CREATE DIVIDE

Segala hal yang dipikirkan Rancho akan pendidikan ada benarnya. Para orang tua, para penyelenggara sistem pendidikan, sudahkah kita berpikir seperti Rancho? Mendukung apa yang menjadi talenta dari anak-anak kita dan bukannya memaksakan kehendak kita pada buah hati kita? Membuat sebuah sistem pendidikan yang mencerahkan dan bukannya memicu tekanan/bullying terselubung? Jangan menutup mata, Indonesia. Sadar atau tidak disadari, sudah banyak korban dari sistem pendidikan yang seperti ini. Contoh nyata, saya mendapatkan cerita bahwa di sebuah fakultas Y di perguruan tinggi negeri X, hampir tiap tahun ada saja mahasiswa/i-nya yang “menghilang” baik secara resmi maupun tidak. Ada yang pernah saya dengar ceritanya, salah satu mahasiswa tersebut mengalami depresi jiwa yang cukup parah, karena beban kuliahnya yang cukup berat ditambah ia merasa tidak bisa bergabung dengan komunitas pergaulan di sekitarnya. Dan, masih banyak cerita lainnya yang mungkin tidak terekspos dan hanya disimpan rapat-rapat.

Mungkin, tempat pendidikan informal yang digagas Rancho di akhir cerita dapat dijadikan inspirasi bagaimana seharusnya sebuah pendidikan itu berbentuk dan membentuk seseorang menjadi semakin open-minded dan berdaya kreatifitas tinggi. Pendidikan yang berdasarkan passion. Pendidikan yang tidak mengacu pada definisi tetapi pada hal-hal yang aplikatif. Pendidikan yang dapat dilalui dengan menyenangkan, sama menyenangkannya seperti ketika kamu sedang memainkan game favorit kamu.

Di dunia yang penuh dengan formalitas dan kehendak akan standarisasi seperti saat ini, sepertinya sulit untuk mewujudkan pendidikan yang seperti itu. Hmm, bagaimana menurutmu?

Belajar Photoshop: Teknik Masking dengan Gaussian Blur

Yay, akhirnya, 3rd tutorial! Masih membahas soal teknik masking, tapi kali ini ditambah dengan teknik gaussian blur. Untuk teknik ini, kita akan memakai contoh foto dua orang pelari yang sedang berlomba dan dengan gaussian blur membuat pelari yang paling depan menjadi fokus dari foto tersebut.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

1. Buka foto pelari di bawah ini di Photoshop. Seperti biasa, kalau ingin mendownloadnya, tinggal klik kanan lalu Save Image As :)

2. Bikin layer baru dengan mengklik Ctrl + J (layer via copy). Jika berhasil, maka akan muncul Layer 1 sebagai layer baru.

3. Lalu, buat keseluruhan foto menjadi blur dengan mengklik Filter –> Blur –> Gaussian Blur. Untuk besar radius-nya bisa diatur sesuai keinginan, namun dalam tutorial ini, saya mencoba radiusnya sebesar 5 pixels.

4. Langkah selanjutnya adalah menambahkan layer mask pada foto yang telah diblur. Caranya tinggal mengklik tombol Add Layer Mask pada Window Layers di pojok kanan bawah layar.

5. Langkah terakhir, sapukan brush Anda di atas foto pelari yang paling depan, supaya hanya foto dia yang terlihat paling cerah dan tajam di antara objek lainnya yang sudah diblur :) Oya, jika ingin lebih teliti dalam menyapukan brush, Anda bisa zoom foto tersebut dengan mengklik Ctrl + Alt + scroll mouse ke arah depan

6. Jika sudah selesai, berikut ini adalah hasil akhirnya :)

Kalau dilihat-lihat lagi, hasilnya masih kurang rapi, ya.. Hm, tapi gapapa deh, itung-itung latihan.. Semoga aja makin lama makin jago :P

Oke, segini aja tutorial ketiga-nya. See u in the next tutorial hehe :)

Belajar Photoshop: Teknik Masking Hitam Putih

Welcome to the 2nd tutorial! :)

Kali ini, kita bakalan belajar soal teknik masking hitam putih. Errr, actually, saya gak tau judulnya pas apa gak, saya asal namain aja tuh hehe ^^. Intinya, sih, kali ini, kita akan mencoba untuk membuat salah satu koleksi foto memorable kita menjadi lebih memorable lagi dengan membuat foto tersebut menjadi hitam putih dan memberikan warna hanya kepada sesuatu/seseorang yang sangat spesial dalam foto tersebut (blah, panjang bener kalimatnya! gak efektif hahaha >.<).

Langsung aja nyok!

* * *

1. Kali ini, kita akan memakai foto Lindsay Lohan yang sedang merayakan hari lahirnya ke-22. Don’t ask me why.. I just can’t find another photos that suit this tutorial best *halah* :P

Yak, untuk mendownloadnya, tinggal klik kanan lalu Save Image As :)

Sumber: LINK

2. Setelah membuka foto tersebut di Photoshop, lantas yang perlu kita lakukan adalah membuat layer baru dengan gambar yang sama (layer via COPY). Sederhananya, tinggal klik Ctrl + J

3. Langkah selanjutnya adalah membuat foto tersebut menjadi hitam putih. Mudah saja, tinggal klik Image –> Adjustments –> Desaturate

4. Setelah itu buatlah masking, dengan menekan tombol Add Layer Mask

5. Sapukan brush Anda, di atas foto mbak Lindsay Lohan supaya ia menjadi berwarna dan menjadi fokus di antara sekelilingnya yang hitam putih :D

Dan akhirnya, jadilah mba Lindsay Lohan seperti memiliki aura yang cerah dibandingkan lainnya dalam foto ini ^^

Sekian tutorial kali ini. Terimakasih! Semoga bermanfaat, hehe :P

Belajar Photoshop: Teknik Masking Dasar

Salah satu postingan dalam rangka mengikat ilmu lagi nih, guys.. >.<

Jadi, ceritanya, beberapa minggu ini, saya lagi belajar desain grafis dengan menggunakan Photoshop, Corel Draw, dan Freehand. Nah, daripada ilmunya cuman berhenti di saya doang, saya coba share yang pernah saya dapet, ya, walau masih cupuw, hehe. Lagian, katanya, kalau sudah belajar, dengan mengajarkannya kembali, insya Allah ilmunya akan lebih meresap dan insya Allah berkah, kan? Ya udah deh, tanpa panjang lebar, ini adalah postingan pertama tentang apa saja yang bisa dilakukan dengan Photoshop ;)

* * *

Masking

Dari yang sudah saya pelajari, dengan teknik masking, kita dapat melakukan berbagai macam hal, seperti menggabungkan dua foto yang berbeda dan membuat kedua foto tersebut seolah-olah “bergabung dengan sempurna” di dalam sebuah bingkai.

Contohnya: Kita mempunyai Foto A dan Foto B seperti gambar di bawah, lalu menggabungkannya dengan teknik masking dan membuatnya seperti Foto C.

Foto A

Foto B

Foto C

Teknik Masking Dasar

Untuk menghasilkan Foto C, kita cukup menggunakan teknik masking dasar.

Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:

1. Buka Foto A dan Foto B di atas dengan Photoshop (ya iyalah :P ). Kalau mau download Foto A dan Foto B tersebut tinggal klik kanan lalu Save Image As

2. Pastikan Anda sudah mengaktifkan Move Tool (dengan menekan huruf V) untuk memindahkan Foto A ke Foto B. Jika Move Tool sudah aktif, Anda tinggal menarik Foto A agar berada di atas Foto B.

3. Klik tombol masking (Add Vector Mask) yang berada di bawah Windows Layers. Setelah itu, pastikan di toolbar sebelah kiri bahwa foreground color telah diset berwarna HITAM dan background color telah diset berwarna PUTIH. Jika belum, maka tinggal tekan X untuk menset-nya.

4. Lalu, klik tombol brush dari toolbar dan sapukan di atas bagian gambar yang hendak dimasking hingga menghasilkan gambar yang diinginkan.

5. Dan, fotonya pun menjadi seperti di bawah ini… So sweet kan? :P

Kali ini sekian aja, sampai jumpa di next tutorial.. hehe, insya Allah bakalan bahas soal teknik masking hitam putih, teknik masking blur (gaussian, motion), juga teknik masking seleksi warna ^^

Semoga bermanfaat deh yaaa, happy learning! :)

Mengenal Kohana

Salah satu episode postingan untuk mengikat ilmu. Biar gak sia-sia gitu, so, bagi siapapun yang membacanya dan menemukan ada kejanggalan atau ingin menambahkan, silakan aja, ya! Kita sama-sama belajar hehe :)

Ya, postingan kali ini mau membahas sebuah PHP framework yang bernama Kohana. Bukan Koh Acong atau Koh lainnya loh.. :P Kohana yang dibicarakan di sini adalah sebuah PHP 5 framework yang menggunakan model arsitektur Model View Controller (MVC).

Sejarah Singkatnya

Kohana awalnya merupakan project fork (yang dimaksud dengan project fork adalah ketika terjadi pengembangan terhadap source code dari sebuah software package dan pengembangan tersebut pada akhirnya menghasilkan sebuah software baru yang berbeda) dari PHP framework CodeIgniter. Blue Fame yang merupakan nama awal dari Kohana diciptakan untuk membuat sebuah application framework yang lebih community-based dikarenakan para pengguna CodeIgniter merasa frustrasi akan kurangnya bug fixes dan fitur-fitur baru yang diminta oleh komunitas. Baru pada Juli 2007, Blue Fame diganti nama menjadi Kohana dengan alasan untuk menghindari adanya kemungkinan isu mengenai trademark. Yah, tentang arti Kohana sendiri sebenarnya ada banyak, coba di-googling deh :D

Sedikit tentang Konsep Model View Controller (MVC)

Konsep MVC membuat development dari sebuah aplikasi menjadi lebih mudah dilakukan. Hal ini dikarenakan dengan konsep MVC, user interface dari sebuah aplikasi dipisahkan dari data juga dari presentasi data.

Atau, lebih mudahnya seperti ini, konsep MVC itu berarti:

  • Model : mengenai apa yang pengguna dapatkan (what the user gets)
  • View: mengenai apa yang pengguna lihat atau dengan kata lain apa yang pengguna buat agar TAMPILAN sebuah aplikasi sesuai dengan yang telah dirancang (what the user sees)
  • Controller: mengenai apa yang pengguna lakukan atau dengan kata lain apa yang pengguna buat agar aplikasi tersebut dapat berjalan sesuai dengan logic yang telah dirancang (what the user does)

Jika digambarkan dalam alur maka kemungkinan proses yang akan terjadi adalah sebagai berikut:

Ketika pengguna mengklik link A, maka controller X akan melakukan sesuatu. Apabila link A menghendaki data untuk diambil, maka controller X akan mengatakan kepada model Z untuk mengambil data tersebut. Kemudian, controller A akan mem-pass data kepada view Q untuk ditampilkan.

Perbedaan Kohana dengan CodeIgniter

Sejujurnya, satu-satunya framework yang pernah saya pakai sebelum ini adalah CakePHP. Jadi, kalo mau tau mengenai perbedaan Kohana dan CodeIgniter silakan baca aja di SINI

Instalasi Kohana

Untuk melakukan instalasi terhadap Kohana sebenernya cukup mudah. Mirip-mirip saja dengan ketika kita melakukan instalasi framework lainnya, seperti CakePHP. Langkah-langkah instalasinya dapat diikuti di http://docs.kohanaphp.com/installation

Hanya saja yang perlu diperhatikan adalah kelengkapan sebelum instalasi. Pastikan bahwa kita sudah memenuhi requirement seperti instalasi web server dengan PHP versi 5 atau instalasi XAMPP.

* * *

Mungkin, sampai di sini dulu ya, postingan awal mengenai Kohana. Insya Allah, next article *mungkin* membahas mengenai CRUD (Create, Update, Delete) dengan Kohana. Maaf ya, kalau postingan-nya cupuwww, hahaha. Postingan ini cuman hasil belajar dan eksplorasi saya pribadi soal Kohana, kok. Semoga ada manfaat yang bisa diambil, walau mungkin baru sedikit ^^v

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.