RSS Feed

Monthly Archives: April 2010

S3? Siapa Takut!

Posted on

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata,

“Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”.

Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya… mengingat di luar
sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata,

“Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek?”

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen.

“Pak, sekolah hingga S2 danS3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini…. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal
baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani.”

Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya.. . Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini…

Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalam ide nya…. Pak dosen berkata
seperti ini kepada mahasiswinya. .

“Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti..”

Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar … yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya..

“Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?”

“Sejak saya kuliah di *** , Pak.” Jawab sang gadis.
Kemudian dosen itu melanjutkan ,”Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang
akan menyapih rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang
ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti.”

Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen…. Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang
dosen, dan berkata ,

“Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya.”

Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki,.

Based on Dr. Hermawan Dipojono story… Lecture from Physics Engineering, ITB .

Oleh Edi Sukur

* * *

So wanita kuliah tinggi2? Siapa takut!!!

Bagaimana menurutmu?

Belanda, Inovasi, dan Kepedulian pada Penyandang Cacat

Posted on



Suatu hari sepupu saya bertanya, “Mbak Leni, kenapa sih kok bisa suka banget sama Belanda?”. Ya, waktu itu dia terheran-heran kenapa saya benar-benar memperjuangkan segala cara untuk bisa ke Belanda, mulai dari mencari-cari beasiswa Master hingga yang terakhir adalah mati-matian membuat banyak artikel untuk kompetiblog ini. Jujur saja waktu itu saya menjawab, “Gak tau, ya. Sejak ngambil kuliah bahasa Belanda, tiba-tiba aja jadi suka”. Jawaban yang aneh, bukan?

Namun, setelah saya pikir-pikir lagi, mungkin salah satu sebab musabab awal saya menyukai Belanda adalah karena sebuah cerita pagi hari di kelas itu. Sudah menjadi rahasia umum bahwa metode pengajaran di kelas bahasa dan kelas ilmu-ilmu sains memang berbeda. Saya yang merupakan mahasiswi jurusan ilmu perkodingan ternganga-nganga dan takjub mendapati atmosfer kuliah bahasa Belanda dasar yang ramah dan humanis. Di kelas bahasa, dosen tidak hanya mengajarkan murid-muridnya agar bisa berbahasa dengan baik dan benar. Ia juga mendongeng. Mendongeng tentang kerja keras orang Belanda dalam mempertahankan negaranya dari ancaman banjir yang terus menerus juga tentang kerendahan hati juga budi baik orang Belanda dibandingkan dengan warga Eropa lainnya. Dan layaknya anak-anak kecil polos nan rupawan yang baru saja mendapatkan cerita-cerita indah mengenai negeri di seberang lautan, saya pun terpana sejadi-jadinya.

Berbicara mengenai budi baik dan kerendahan hati orang Belanda, saya berada di antara dua kutub. Antara histori kesedihan masa silam dengan hal-hal baik yang tertera di lapangan saat ini. Mengingat histori masa lalu, tentu saja saya tak bisa memungkiri bahwa pasti ada dendam tersendiri di kalangan beberapa rakyat Indonesia yang tersakiti karena penjajahan mereka. Tapi, saya tak ingin membahasnya. Hal itu sudah beda dunia. Sudah tertelan bersama waktu dan tak bisa diputar ulang. Lagipula, kita tidak ingin mengingatnya lagi, kan?

Saya hanya ingin bercerita ke kamu semua, bahwa di balik topeng penjajah di masa silam, Belanda juga memiliki sebongkah rasa kasih untuk sesamanya yang diwujudkan melalui inovasi-inovasi di bidang kemanusiaan.

* * *
Di Belanda, hak-hak dan kebutuhan bagi penyandang cacat sangat diperhatikan. Pemerintah maupun warganya benar-benar bergotong royong bersama untuk membuat hidup penyandang cacat tersebut selayaknya orang normal lainnya. Tidak tanggung-tanggung, sudah hampir semua sektor yang ada di Belanda juga memperhitungkan keberadaan penyandang cacat tersebut sebagai entitas yang memiliki hak untuk diperhatikan.

Jalanan dan Transportasi yang Ramah

Membaca beberapa artikel mengenai hal ini, saya jadi berimajinasi sendiri. Pergi ke negeri Kincir Angin, menyusuri jalan-jalannya dan melihat bukti-bukti kepedulian bagi penyandang cacat di mana-mana. Katanya, banyak sekali ramp (jalan alternatif untuk orang-orang yang tidak dapat menggunakan tangga) yang dibangun untuk memudahkan mereka yang memiliki keterbatasan dalam mengakses bangunan-bangunan utama di Belanda.

Tidak hanya itu, ternyata hampir semua moda transportasi di Belanda pun sudah dirancang untuk mengakomodir mereka-mereka yang memiliki keterbatasan. Contohnya adalah The Dutch Railways atau Nederlandse Spoorwegen (NS). Kereta api tersebut menyediakan banyak fasilitas yang diperuntukkan bagi pengguna kursi roda juga bagi mereka yang memiliki keterbatasan dalam penglihatan dan pendengaran. Fasilitas tersebut antara lain adalah tactile guidance lines yang berguna untuk membantu para tunanetra dalam berjalan menyusuri stasiun dan platform serta mobile ramp yang bermanfaat bagi para pengguna kursi roda untuk naik dan turun dari kereta. Bahkan di website The Dutch Railways sendiri, kamu bisa melihat alat bantu bagi mereka dengan keterbatasan penglihatan dan pendengaran dalam memahami informasi-informasi yang diberikan oleh website.

Selain kereta, ada juga moda transportasi yang dinamakan Boonstra. Taksi yang dapat ditemukan di Amsterdam ini merupakan taksi yang diperuntukkan khusus bagi pengguna kursi roda. Para penumpang dapat menaiki taksi tersebut melalui sebuah ramp khusus yang ada di belakang mobil. Pemiliknya merupakan orang Belanda yang bernama Dick Boonstra. Hmm, jadi berpikir, seandainya di Jakarta ada moda transportasi yang nyaman bagi penyandang cacat seperti ini, pasti asyik banget, ya? Bepergian pun jadi lebih aman :)

Penumpang Dimasukkan ke Taksi Boonstra. Credit: AbilityTrip.Com

Teknologi yang Memudahkan dan Mencerdaskan

Selain di bidang transportasi, para penyandang cacat di Belanda pun bisa menikmati teknologi-teknologi yang memudahkan. Contohnya adalah Grootveld, sebuah website yang berisi informasi-informasi penting mengenai alat-alat yang mampu membantu para penyandang cacat dalam kehidupan sehari-hari. Pembuatnya adalah seorang insinyur yang juga merupakan seorang ayah dari dua anak dengan keterbatasan fisik bernama Grootveld.

Website Grootveld. Credit: Grootveld

Inovasi lainnya yang lebih menakjubkan dan sekaligus mencerdaskan adalah layanan perpustakaan elektronik untuk mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan di Belanda. Walaupun Belanda saat ini telah memiliki lima perpustakaan tuna netra (Libraries for the Blind) yang didanai oleh pemerintah setempatnya, mereka masih terus saja mengembangkan inovasi terbaru untuk memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakatnya yang memiliki keterbatasan. Layanan perpustakaan elektronik yang berada di bawah payung FNB Netherlands (Dutch Federation of the Libraries for the Blind) ini menyediakan banyak kemudahan, antara lain buku-buku Braille, fasilitas pengunduhan majalah-majalah dan koran yang dapat dibaca melaui suatu program khusus, ribuan dokumen digital dari sekitar 110 disiplin ilmu yang dapat diunduh dalam beberapa menit, forum diskusi mengenai subjek-subjek yang mungkin menarik bagi para anggotanya, bahkan juga market-place di mana para anggotanya dapat melakukan jual beli berbagai macam jenis barang. Selain itu, FNB Netherlands masih juga mengembangkan proyek-proyek lainnya yang dapat memberikan kemudahan bagi para anggotanya dalam mendapatkan ilmu pengetahuan di berbagai bidang. Salah satu contoh proyeknya adalah Accessible Music website, sebuah website yang dikembangkan sebagai sebuah sumber komprehensif bagi mereka yang tertarik pada masa depan accessible music, seperti braille music, talking music, dan modified print music.

Mantap, gak sih? Jujur aja loh, saya merinding baca inovasi-inovasi tersebut. Di Indonesia aja saya baru tahu satu yayasan yang memang concern menyediakan pengetahuan untuk para tuna netra melalui buku-buku Braille-nya dan spoken books-nya, yakni Yayasan Mitra Netra. Saya jadi membayangkan seandainya kemajuan teknologi Indonesia pun seperti Belanda, tentu saja pemerataan pengetahuan juga hiburan di kalangan para penyandang cacat bukanlah sesuatu yang mustahil.

Hiburan yang Membahagiakan

Ya, bahkan di Belanda, ada perusahaan games yang berbaik hati menciptakan sebuah hiburan untuk para penyandang cacat, terutama sekali untuk para tuna netra. Games yang diciptakan namanya Drive. Utrecht School of the Arts bersama dengan Bartimus Institute for the Blind menciptakan Drive yang membuat pemain dapat mengendarai sebuah kendaraan bernama Shuttle menyusuri sebuah trek dengan didampingi co-pilot bernama Bob. Drive yang hanya mengandalkan suara tanpa grafis, diklaim sebagai games balap-balapan pertama untuk tuna netra.

Cover games Drive. Source: Creativehero

Selain games, beberapa orang kreatif di Belanda juga menggarap ranah hiburan yang disajikan oleh kotak ajaib bernama televisi. Ya, Federation of Organisations for Visually Impaired People (FSB) bekerja sama dengan NOS (perusahaan publik di bidang broadcasting) serta Dutch Federation of Libraries for the Blind (FNB Netherlands) membuat sebuah terobosan yang disebut Spoken Subtitles.

Di Belanda, banyak program televisi yang berasal dari negara-negara luar. Hal tersebut menyebabkan kebutuhan akan subtitle dalam bahasa Belanda adalah keharusan. Spoken Subtitles membuat program-program acara semacam itu dapat diakses juga oleh mereka yang memiliki keterbatasan penglihatan. Spoken Subtitles bekerja dengan membuat sebuah servis yang secara otomatis menghasilkan talking subtitles menggunakan teknologi synthetic speech.

* * *
Sebagai penutup, saya ingin mengajak teman-teman semua yang sudah membaca artikel ini untuk bisa mengambil sisi-sisi positif dari yang telah dipaparkan. Saya melihat, sebenarnya orang Indonesia pun tidak kalah kreatif, pintar, dan cemerlangnya dibandingkan orang Belanda. Hanya saja terkadang yang sering kita lupakan adalah bagaimana membuat sebuah karya yang tidak hanya inovatif tapi juga karya yang memiliki hati, karya yang juga bisa membantu orang-orang di sekitarnya mencapai taraf hidup yang lebih baik. Ya, karya yang tidak egois. Semoga saja, ilmuwan-ilmuwan muda kita, pemerintah kita, atau siapapun nanti punya semangat seperti semangat orang-orang Belanda dengan inovasi-inovasinya yang telah saya utarakan tadi.

Sangat menyenangkan kalau nanti kita tidak hanya dapat award sebagai negara dengan senyum paling ramah, tapi juga negara yang benar-benar ramah dalam memperlakukan warganya sendiri, terutama mereka yang mengalami keterbatasan fisik.

Referensi:

Spoken Subtitles: Making Subtitled TV Programmes Accessible

Virtual Reality Used for Blind to Map Real World

Notes for the Disabled in the Netherlands

Amsterdam, North Holland, Netherlands

Travelling with Functional Disabilities

Electronic Library Services for the Visually Disabled in the Netherlands

Belajar Kreatif dari Belanda

Posted on



Kalau kamu biasa mengenal Belanda hanya dari teknologi pengelolaan airnya, inovasi-inovasi teknologi seperti yang disebutkan dalam artikel ini, atau dengan kawasan red district-nya yang sepertinya menarik *eh* maka kamu harus baca artikel ini, kawan! :P

Kenapa? Ya, karena Belanda juga punya keunggulan di bidang lainnya! Penasaran? Lanjut, mang hihi..

* * *

Pernah denger konsep Kota Kreatif? Warga Jakarta yang up-to-date sama berita dijamin pernah denger dua kata itu walau (mungkin) belum mengerti maksudnya. Karena, beberapa waktu yang lalu, tepatnya tanggal 13 Maret 2010, di Taman Museum Fatahillah, Kota Tua, diselenggarakan sebuah acara dalam rangka mendukung terealisasinya misi Pemerintah Kota Jakarta yang ingin menjadikan kawasan Kota Tua sebagai kawasan industri kreatif. Secara umum, kota kreatif sendiri merupakan konsep di mana suatu kota dianggap dalam masa kejayaannya ketika kota tersebut dapat melakukan inovasi pada bidang-bidang yang saling berkaitan, yakni budaya, seni, dan organisasi perkotaannya.

Kalau di Jakarta inisiatif menuju kota kreatif tersebut baru-baru ini diadakan, maka Belanda sudah memulainya terlebih dahulu. Bahkan menurut Richard Florida, seorang profesor di bidang studi perkotaan, Amsterdam, salah satu kota di Belanda, merupakan salah satu tempat yang terdepan di pusat kreatif dunia. Sedangkan, menurut Competitiveness Report 2009-2010 dari World Economic Forum, Belanda menempati peringkat ke-10 dalam Indeks Kreativitas Dunia (di bawah Kanada, Jepang, Jerman, Finlandia, Denmark, Swedia, Singapura, Amerika Serikat, dan Swiss sebagai peringkat teratas). Hmm, jadi penasaran kan, seberapa kreatif-nya sih orang-orang di Negeri van Oranje ini..

Kalau hasil tanya-tanya sama mbah dukun Google, industri kreatif di Belanda yang sangat berkembang itu antara lain di bidang desain, arsitektur, fashion, tari, pertelevisian, juga permainan komputer. Supaya makin kegambar maksudnya dan gak mengawang-awang, ini saya kutipin contoh-contoh hasil industri kreatif di Belanda yang cukup terkenal di dunia

1. Otomotif

Tau mobil Porsche Carrera seri 911 dan 924 yang legendaris? * saya juga baru tau sih, hehe *. Nah, katanya mobil-mobil tersebut didesain oleh seorang desainer kawakan dari Belanda, yang bernama Harm Lagaay. Sebelumnya, bapak Harm ini juga pernah membuat desain untuk BMW dan mobil-mobil Ford yang mewah itu.

Lihat hasil desainnya:

Porsche Carrera Seri 911. Credit: Automotriz.Net

Selain Harm Lagaay, Belanda juga punya Adrian van Hooydonk di bidang ini. Ia yang memimpin time desain dari BMW Group, untuk merancang mobil-mobil BMW seri 3, seri 6, seri 7, BMW Z4, BMW Z9, M1, dan BMW X6.

Lihat hasil desainnya:

BMW X6. Credit: Auto-Novosti.Ru

Dan masih banyak tokoh lainnya dari Belanda dengan karya-karya kreatif di bidang ini, seperti Laurens van den Acker (Global Design Director Mazda), Lowie Vermeesch (Design Director Pininfarina yang merancang brand seperti Ferrari, Peugeot, Jaguar, Volvo, dan Alfa Romeo).

2. Teknologi

Saya yakin pasti hampir semua dari kita pernah menggunakan Microsoft Office, Windows XP, MSN, Internet Explorer, atau Windows Vista. Nah, perancang interface dari program-program tersebut adalah desainer Belanda bernama Tjeerd Hoek. Tjeerd yang merupakan alumi universitas Delft, Belanda merancang interface dari program-program tersebut ketika ia masih menjabat sebagai Director of User Experience Microsoft. Saat ini, ia telah pindah ke Frog Design – design firm yang merancang produk-produk Apple seri Macintosh – sebagai Executive Creative Director. Karya terbarunya adalah interface Windows Media Player dan Yahoo Messenger versi 9. Mantap, kan?

Gambar Interface Yahoo Messenger Versi 9. Credit: ASKVG

3. Seni rupa

Setelah Perang Dunia I juga muncul gerakan baru di bidang seni yang dinamakan De Stijl. De Stijl atau dalam bahasa Inggrisnya The Style juga akrab disebut neoplaticism. Karya-karya De Stijl mengekspresikan sebuah utopia baru dalam harmonisasi dan ketertaturan spiritual. Hal tersebut digambarkan dengan penggunaan bentuk-bentuk dasar dan pengurangan warna-warna dalam setiap karya seninya. Komposisi visual yang digunakan hanyalah arah-arah vertikal dan horizontal. Selain itu juga ditandai dengan penggunaan warna-warna primer ditambah dengan hitam dan putih dalam karyanya.

Hingga saat ini, karya-karya dengan tema De-Stijl telah tersebar ke seantero dunia. Di Belanda sendiri, karya-karya De Stijl dapat dilihat di Gemeentemuseum, museum dengan koleksi De Stijl terbanyak di seluruh dunia.

The Rietveld Schröder House, Salah Satu Karya De Stijl yang Masuk UNESCO World Heritage Site. Credit: Wikipedia

4. Game

Selain di industri-industri yang telah disebutkan di atas, Belanda juga tidak kalah di industri yang mengasyikkan ini. Tau game Killzone2? Nah, game yang dikhususkan untuk konsol PlayStation3 ini disebut-sebut sebagai game yang terkenal di dunia. Dan ternyata, Guerilla Games, sang produsen berasal dari Amsterdam!

KillZone2. Credit: TheFuriousGamer

5. Fashion

Last but not least, ternyata industri fashion di Belanda juga sangat teramat kreatif dan toleran. Buktinya saja, mereka juga ikut berkecimpung membidik pasar muslimah. Ya, di Belanda ada sebuah majalah fashion yang khusus membahas tren-tren berpakaian bagi para wanita muslim, namanya MSLM (Medium, Small, Large, Medium) magazine. Mantap, ya. Kalau begini, saya gak pusing deh nanti kalau ternyata benar-benar bisa ke Belanda, ada panduan up-to-date soal busana muslimahnya, hihihi :D

MSLM Art Show di Belanda. Credit: MuslimahMediaWatch

Oke, mungkin segitu aja kali ya pembahasan soal industri-industri kreatif di Belanda. Ajib-ajib banget, kan? Sebenernya sih, masih banyak yang lain. Tapi, kalo postingan blog ini jadi kepanjangan kan gak enak juga hehe.

Nah, sebagai penutup, warga Indonesia juga jangan mau kalah saing, ya! Ayo, kita sama-sama dukung perkembangan industri kreatif tanah air. Untuk warga Jakarta juga, ayo sama-sama dukung Jakarta jadi kota kreatif. Makin kreatif bangsanya insya Allah perekonomian juga bisa makin mandiri! Go go go! :D

Referensi:

1. Mengapa Belajar Industrial Design di Belanda ?

2. De Stijl

3. Busana Muslimat Belanda

4. Amsterdam, Tempat Guerilla Games

5. Industri Kreatif di Belanda

Belanda, Banjir, dan Delta Works

Posted on



Ada pepatah Belanda yang mengatakan bahwa “Tuhan menciptakan seluruh muka bumi kecuali Belanda. Karena Belanda diciptakan oleh orang Belanda sendiri”. Memang terkesan angkuh jika kita mengartikan pepatah itu secara lugas. Tapi, jika kita meninjau sejarah negeri kincir angin tersebut beratus tahun yang silam, mau tidak mau kepala kita akan mengangguk-angguk tanda setuju. Ya, orang Belanda berhasil “menciptakan” negerinya sendiri melalui teknologi pengelolaan air yang hebat.

Semuanya bermula dari kondisi topografis Belanda yang sebagian besar terletak di bawah permukaan laut dan berada di delta muara sungai-sungai besar di Eropa, seperti Rijn, Maas, Ijssel, dan Schelt. Kondisi tersebutlah yang menyebabkan penduduk Belanda menjadi bermusuhan dengan air, terutama ketika musim penghujan tiba. Air yang melimpah dan didukung kondisi topografis yang berada di bawah permukaan laut menyebabkan Belanda berlangganan banjir hampir setiap tahunnya.

Saya teringat, ketika mengambil kelas bahasa Belanda di kampus, dosen saya pernah memutarkan sebuah video ilustrasi mengenai banjir besar yang pernah melanda Belanda pada tahun 1953. Di video tersebut digambarkan bahwa korban jiwa akibat banjir ketika itu sangat besar, yakni lebih dari 1800 korban. Puluhan ribu sapi dan ternak tenggelam bahkan ribuan rumah juga lahan pertanian menjadi rusak. Sungguh sebuah bencana yang membuat penduduk Belanda tidak ingin mengalaminya lagi hingga menyebabkan lahirnya “Delta Works”.

Delta Works dapat dikatakan sebagai awal mula lahirnya teknologi pengelolaan air di Belanda yang dikenal hebat. Proyek tersebut merupakan proyek raksasa pembangunan tanggul penahan gelombang laut. Proyek yang berlangsung hingga berpuluh tahun ini dimaksudkan untuk melindungi area yang luas di barat daya Belanda dari hempasan air laut di sebelah utara sehingga air yang akan memasuki Belanda menjadi tertahan di bendungan yang dibangun di mulut-mulut sungai.

Garis Merah adalah Bendungan yang Dibangun di Delta Works (CREDIT: Deltawerken)

Delta Works yang termasuk salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Modern ini menghabiskan cukup banyak dana dalam risetnya, terutama dalam hal meriset teknologi dan cara-cara baru dalam menangani permasalahan banjir di masa datang. Bukannya melakukan analisa terhadap bencana banjir yang telah berlalu, Delta Works justru membuat suatu konsep baru dalam penanggulangan banjir, yang dinamakan “Delta Norm”. Secara garis besar, Delta Norm bekerja dengan melakukan identifikasi awal terhadap daerah-daerah yang utama yang harus dilindungi dari banjir menggunakan perhitungan statistika atas besar kerusakan terhadap properti, lost production, juga jumlah korban jiwa. Pembangunan awal bendungan dan tanggul pun kemudian difokuskan di daerah-daerah tersebut.

Terbukti, hingga saat ini, proyek rumit yang diselesaikan dalam kurun waktu 50 tahun tersebut, berhasil “mengamankan” Belanda dari bahaya banjir dan membuat sistem pengelolaan air di Belanda menjadi yang terbaik di dunia. Bahkan dapat dikatakan bahwa Delta Works berhasil “menciptakan” Belanda itu sendiri. Ya, Delta Works secara tidak langsung memberikan arahan terhadap tata kota Belanda: kanal-kanal yang indah, jalur air yang sangat berguna bagi transportasi, dan lain sebagainya.

Kanal di Belanda. Indah, ya? :D (CREDIT: Jeromewirawan)

Walau demikian, Delta Works tidak berhenti begitu saja. Belanda dengan Delta Works-nya terus berencana untuk memperkuat bendungan dan tanggul yang telah dibangun karena pertimbangan perubahan cuaca serta permukaan air laut yang terus naik. Menilik hal tersebut, seharusnya kita, rakyat Indonesia, terutama warga Jakarta mulai belajar dari Belanda! Bagaimana menghasilkan perencanaan yang matang dan bertahan lama dalam menyelesaikan permasalahan banjir yang sudah sangat sering terjadi. Setuju? We want no more flood, right? :D

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.