To Be a Good Moslem · To Be Tough

Bersyukur

Satu masa dalam hidup atau lebih dari itu kita pasti pernah mengeluh.

Mengeluh akan bermacam-macam hal. IPK yang menurun terus, Isian Rencana Studi (IRS) yang gak beres-beres, gaji yang tidak cukup besar untuk membeli hape baru, duit jajan yang pas-pasan sehingga tidak bisa mengikuti perkembangan film bioskop terbaru, jerawat yang membandel, badan yang tidak singset, kulit yang tidak putih, makanan di rumah yang itu-itu aja, adek yang nakalnya minta ampun, ibu yang cerewetnya minta ampun, dan lain sebagainya.

Jujur, saya juga sering seperti itu. It’s normal as a human. Gak pernah puas. Yang gak normal adalah jika kita terus-terusan memelihara sikap buruk tersebut (baca: mengeluh) tanpa mau memperbaiki diri.

Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan IPK yang menurun terus dan IRS yang gak beres-beres, entah di belahan bumi sana, ada seorang pemuda brilian seperti Lintang yang meneruskan SD saja tidak mampu?

Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan gaji yang tidak cukup besar untuk membeli hape baru atau sekedar untuk kongkow-kongkow bersama teman-teman, entah di belahan bumi sana, ada seorang ibu tua yang berpenghasilan tidak lebih dari 10 ribu rupiah per hari dan harus menghidupi 5 anak-anaknya?

Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan bentuk badan yang menurut kita tidak ideal, kulit kita yang tidak putih, muka kita yang tidak mulus, entah di belahan bumi sana, ada seseorang yang tidak memiliki kaki sehingga harus berjalan dengan kedua tangannya setiap hari?

Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan makanan di rumah yang itu-itu aja, entah di belahan bumi sana, ada yang gak bisa makan sampai berhari-hari?

Pernah gak kita berpikir, ketika kita sedang mengeluhkan adek yang nakalnya minta ampun atau ibu yang cerewetnya minta ampun, entah di belahan bumi sana, ada anak-anak kecil korban perang menjadi yatim piatu tanpa sanak keluarga?

Hmm, ternyata, ya, kalo dipikir-pikir, terkadang.. kita masih lebih beruntung dibandingkan beberapa orang yang ada. So, guys, cobalah untuk bersyukur atas segala hal yang dimiliki. Bersyukur dengan memanfaatkan apa yang dimiliki hingga batas optimal, dengan menahan keluhan dan mengarahkannya kepada usaha-usaha (yang halal) untuk meraih yang diinginkan. Keluhan gak akan membuat segalanya menjadi lebih baik. Tapi, bersyukur, it does work!

Trust me.. karena syukur tidak hanya mengandung poin-poin kepasrahan. Syukur itu juga tindakan. Ketika yang ada, benar-benar disyukuri dan dimanfaatkan hingga batas optimalnya. Jadi manusia-manusia pandai bersyukur? We can do it, guys😉

Bukalah mata hatimu lebih lebar. Lihatlah sekitarmu. Resapi hikmahnya. Sungguh, ada banyak pelajaran dari apa yang ada di muka bumi. Tersenyumlah, bersyukurlah ^^

Sesungguhnya jika kamu bersyukur, pasti Kami akan menambah (nikmat) kepadamu… (Q.s. Ibrahim: 7)

5 thoughts on “Bersyukur

  1. Waaaah😀😀
    Benar, syukur itu penting banget deh🙂
    Mensyukuri dan memanfaatkan seoptimal mungkin apa-apa yg kita punya dan kita bisa😀 Dengan begini, besar kemungkinan apa-apa yg tadinya kita tidak punya jadi punya, yg tidak bisa jadi bisa kan😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s