Cuap Cuap

Oleh-Oleh dari Ignite Jakarta #1

Pertama kali saya mengetahui tentang event Ignite Jakarta adalah dari sebuah undangan yang mampir di mailing list komunitas yang saya ikuti, deBlogger (Komunitas Blogger Depok). Awal membaca deskripsi kegiatannya, saya langsung teringat dengan acara yang (sepertinya) serupa, yakni Pecha Kucha. Tapi berhubung saya hanya pernah mendengar saja dan belum menghadiri acaranya langsung, jadi saya belum tahu perbedaan Ignite dengan Pecha Kucha🙂

Intinya Ignite adalah serangkaian presentasi yang dibawakan dengan cepat atau kalau kamu lihat di http://ignitejakarta.com they called ignite as a series of speedy presentations. Nah, tiap presenternya hanya diberikan waktu selama 5 menit untuk mempresentasikan 20 slide yang telah mereka buat.

Untuk event Ignite Jakarta yang pertama, ada 20 presenter menarik yang membicarakan berbagai macam isu, mulai dari aifonografi, kiat-kiat menjual foto lanskap, financial, barang-barang bajakan, hingga hal-hal yang unik dan membuat tertawa, seperti proses menggemukkan badan hingga ajakan untuk tersesat😛

Ya, berikut ini sedikit rangkumannya.. Gak semua presentasi berhasil saya catat, karena saya waktu itu gak bawa bolpen dan buku, so mencatatnya hanya dengan hape. Dan, sayangnya hape saya baterenya habis ketika pembicara ke-4 dari sesi kedua (kalo gak salah) mulai mempresentasikan slidenya😦

* * *

Arief Rakhmadani (Mobile Photographer)

Web: http://onedayonephoto.posterous.com/

Di Ignite, Arief berbagi cerita mengenai mobile photography yang sedang booming. Ia sendiri adalah salah satu pelaku dari mobile photography. Bedanya ia menggunakan iPhone. Kata Arief, mobile photography itu adalah tentang “pushing technology to its limitation.. it’s all about sharing and sensing.” So, sebenernya, semua orang tidak harus memiliki tools yang mahal semacam DSLR untuk dapat membuat sebuah karya foto yang bagus. Dengan berbekal mobile phone, kita juga bisa melakukannya. Arief tidak sekedar berbicara, dia juga membuat sebuah komunitas bagi para fotografer pengguna iPhone di http://aifonografi.tumblr.com/

Just come and visit it😉

# # # # # # # # # #

Aulia Masna (Twitter Acitivist)

Web: http://aulia.posterous.com/

Maaf, sebenernya sih gak terlalu nangkep apa yang disharing Aulia waktu itu. Yang berhasil ketangkep cuman beberapa poin, antara lain tentang cara-cara yang dipandangnya efektif dalam mempresentasikan ide kepada orang lain, terutama ketika orang tersebut termasuk tipikal seseorang yang sibuk (contoh: penduduk Jakarta. Most of them are busy people). Aulia bilang, event semacam Ignite dengan tagline “Enlighten Us, but Make It Quick” adalah salah satu contoh mempresentasikan ide dengan keterbatasan waktu. Dalam waktu 5 menit, masing-masing pembicara dipaksakan untuk membongkar ide-ide intinya dan menyampaikannya kepada audience. Oh ya, satu hal penting yang Aulia tekankan di sini adalah bahwa: “Audience is listening to YOU not to YOUR SLIDE”. So, that’s why we have to make our presentation as simple as possible, ‘coz slides only a tool to help you presentate it.

# # # # # # # # # #

Pandji Pragiwaksono (Broadcaster, Rapper)

Web: http://pandji.com/

Nah, ini dia pembicara yang menurut saya paling nampol malam itu. Suaranya keras, artikulasinya jelas, penjelasannya gak tersendat-sendat, tapi masih sempat juga nyelipin banyolan-banyolan. Malam itu, Pandji bercerita bagaimana menghargai barang gratisan. Sebenernya sih, pemahaman yang saya dapat dari presentasinya agak sepotong-sepotong. Yang saya tangkap itu, dia bilang bahwa yang namanya pembajakan tidak bisa/sulit dihentikan. Karena pembajakan adalah usaha demokratisasi atas sesuatu yang eksklusif. Make sense memang, di mana ketika kita ditawarkan barang “eksklusif” gratis pastinya gak akan ada yang nolak, kecuali mereka-mereka yang mau menghargai usaha keras orang lain dalam menghasilkan karya tersebut. Well, sepertinya, saya emang harus baca e-book-nya Pandji deh tentang ini biar pemahamannya menyeluruh😛

# # # # # # # # # #

Kuncoro

Di Ignite, mas Kuncoro lebih banyak bercerita mengenai produk-produk Telkom dalam mendukung kreativitas anak bangsa, khususnya dalam bermusik. Contohnya antara lain adalah Speedy Trek (http://speedytrek.telkomspeedy.com/), sebuah website yang katanya dibentuk untuk mendukung perekembangan musik indie tanah air, juga tentang Full Trek (http://fulltrek.com/), Telkom Music Portal, yang tidak hanya memasarkan musik namun juga memfasilitasi terbentuknya social networking di antara para member-nya.

# # # # # # # # # #

TikaBanget (Blogger, Social Media Strategist)

Web: http://tikabanget.com/

Nah, ini dia salah satu presenter Ignite dengan tema presentasi yang cukup unik. Mbak TikaBanget kemarin berbagi “hikmah positif” yang bisa didapatkan dari hal yang (bisa jadi) dianggap paling menyebalkan oleh seseorang ketika bepergian, yakni: getting lost aka nyasar. Dia bilang, getting lost itu fun, karena banyak hal tak terduga (dan mungkin malah bagus) yang bisa didapatkan dari getting lost. Satu hal yang diingat dari presentasinya adalah mengenai kosakata ndoyok dari Komunitas Cahandong. Ndoyok itu bepergian tanpa persiapan apapun hanya bermodalkan insting dan nekat. Do first think later. Gara-gara berprinsip ndoyok, mungkin mbak TikaBanget pun jadi sering tersesat, tapi katanya “I’ve got lost. But, I’ve got lot. So, let’s get lost.” Ajakan yang menarik untuk berani mencoba sesuatu hal. Tapi, untuk tersesat di “jalan-jalan yang positif” aja ya, mbak hehe😛

# # # # # # # # # #

Amis Boersma (Interculturality Hobbyist)

Web: http://amisboersma.blogspot.com/

Amis lahir dari percampuran Indonesia (ibu) dan Belanda (bapak). Ia mengaku sudah sekitar 14 tahun tinggal di Indonesia dan menjadi jatuh cinta dengannya. Katanya, hal-hal yang bisa ia dapat dengan tinggal di Indonesia antara lain adalah tentang hidup dengan efektif tapi tetap rileks dan lebih spontan.

# # # # # # # # # #

Ilya Alexander (Narrada Communication)

Salah satu presenter dengan tema yang cukup menarik dan “enlighten” menurut saya. Ia bercerita mengenai pentingnya peran orang tua dalam mendampingi anak ketika menggunakan internet. Menurutnya, larangan-larangan yang diberlakukan pada anak untuk beraktifitas di internet bukanlah sebuah hal yang efektif. Karena, bisa jadi ketika larangan tersebut dipatuhi di dalam rumah, tapi di luar rumah (ketika tidak ada pengawasan orang tua) malah dilanggar. Oleh karena itu, ia menekankan bahwa sesungguhnya yang krusial itu bukanlah pelarangan melainkan pada peran orang tua dalam mendampingi anaknya mengeksplorasi dan belajar banyak hal. Kalo dilarang-larang, gimana anak bisa berkembang. Education, disiplin, tanggung jawab, juga rules adalah kunci-kunci yang harus diterapkan orang tua. Di akhir presentasi dia bertanya hal yang cukup menohok, lebih baik mana, stupid parents atau anak durhaka?

# # # # # # # # # #

Pitra Satvika (MediaIde, Stratego )

Web: http://media-ide.com/

Pitra berbagi mengenai #365shots. Sebuah inisiatif mengabadikan memori yang dilalui setiap harinya dalam selembar foto. Katanya yang penting dari foto-foto tersebut bukan teknologinya melainkan ceritanya. Sebenarnya, saya sudah tahu mengenai #365shots dari tweet-tweet Pitra sejak Januari. Tapi, baru kemarin saya menjadi benar-benar tertarik untuk mulai bergabung dengan #365shots

# # # # # # # # # #

Petho Warman

Petho, presenter dengan cerita yang sangat unik. Di Ignite, dia berbagi cerita mengenai proses yang ia lalui untuk menambah berat badan. Mulai dari nge-gym hingga memisahkan makanan-makanan yang mengandung protein dengan karbohidrat. Yang bisa saya tangkap adalah ia berusaha untuk menyampaikan pada kita bahwa hasil akhir itu bukanlah hal yang paling penting. Proses menuju hasil akhir itulah yang memberikan banyak pelajaran kepada kita.

# # # # # # # # # #

Dondi Hananto (Micro-finance Enthusiast )

Web: http://provoked-thoughts.blogspot.com/

Di awal presentasi, ia memaparkan mengenai kondisi kemiskinan di Indonesia. Walaupun dalam 3 tahun terakhir angka penduduk miskin semakin menurun, yakni menjadi sekitar 37 juta jiwa namun angka tersebut katanya masih dua kalinya jumlah penduduk Belanda (aka masih cukup besar). Pemerintah sempat mengucurkan dana BLT sebesar 100ribu per keluarga per bulan untuk membantu para penduduk miskin tersebut. Namun, menurutnya hal tersebut tidak bertahan lama. BLT itu hanyalah ikan. Dan seharusnya jika ingin mengentaskan kemiskinan, kail lah yang diberikan. Lantas, di akhir presentasi, ia menceritakan mengenai Sahabat Foundation. Sebuah yayasan yang diprakarsai olehnya dan beberapa orang rekan dalam membantu pedagang kecil mendapatkan modal. Lebih jelasnya bisa mampir ke situs mereka di: http://www.sahabatfoundation.org/

# # # # # # # # # #

Iwel Wel (Comedian)

Nah, ini dia pembicara terakhir yang sempat saya abadikan pemikirannya di hape. Mas Iwel berbagi insight mengenai pilihan hidup. Ia berkata bahwa salah satu penyebab kita gagal dalam hidup karena pilihan-pilihan kita yang tidak tepat. Katanya, seringkali kita sudah punya tujuan, berusaha keras, namun kita memilih cara yang salah untuk mencapai tujuan tersebut.

* * *

Sekian aja oleh-oleh Ignite dari saya. Sebenernya masih banyak pembicara lain yang gak saya tuliskan di sini garis besar presentasinya. Maaf ya, mas, mbak, bapak, ibu yang belum saya cantumin di sini >.< Kalau mau lihat lebih jauh, mungkin bisa baca-baca ini dulu:

http://yoshife.wordpress.com/2010/03/05/ignite-jakarta-pertama/

14 thoughts on “Oleh-Oleh dari Ignite Jakarta #1

  1. denger konsep acaranya menarik, jadi tertarik. padahal tadi malam pengen ikut.. tapi, huhu, tapi.. huhuuu.. (cry)

    *curhat*

    tapi mendengar [mbaca] ulasan mbak Leni di atas, jadi bisa *sedikit* membayangkan suasana presentasinya..
    (worship)

    1. kenapa aksa gak ikut? banyak tugas yak?
      lain kali ikutan, cukup seru loh

      apalagi bisa ketemu saya, jarang-jarang saya mau ditemuin orang :))
      *habis ini dikemplang se-RT*😛

  2. wah sudah di review ya… (worship)

    memang inspratif sekali #ignite Jakarta semalam, banyak hal yang bisa diambil pada acara tadi, hal terpenting yang bisa diambil adalah bahwa setiap hal (sekecil apapun itu) pasti mempunyai sebuah nilai yang dapat mencerahkan, paling tidak bagi diri kita sendiri.
    Seperti kata Aa’ Gym, mulai dari yang kecil, mulai dari diri sendiri, dan mulai dari sekarang. Dan yang tak kalah pentingnya adalah semestinya kita bisa bermanfaat bagi orang lain.

    CMIIW

  3. Wah cepet aja nih udah bikin review acara semalam ya hihi

    oh ya … Pertamaxxxxxxxxxxxxxx!!!!

    Ane paling suka materi Pandji, trus om Arief, Tikabanget, Amis, dan satu lagi yaitu yang penggagas I don’t like monda nya hard rock (doh lupa namanya). Pembicara2 ini sangat mencerahkan dengan isi presentasi yang simpel tapi bener dapet.

    Ada sesuatu yang dibawa pulang. Nggak nyesel deh semalam bela2in dateng🙂

    1. weeeeeeee….. bukan pertamaaxxxxxxxxxxx😛
      hahaha, pertamaxnya teh si aksa😀

      iya, kang bener banget, ada sesuatu yang dibawa pulang, terutama….
      ehm *lirik goodie bag isi mug dan lirik voucher top up di fulltrek.com*😛

  4. Wah…kayaknye rame tuh acaranye, sayang kagak ikut…!! eh…numpang mampir mpok…tenang aje, kagak bakalan minta kopi…tapi kalo teh anget ade…boleh juga, sekalian kuenye ye…he..he

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s