Cuap Cuap

S3? Siapa Takut!

Waktu itu, sekitar tahun 2000, datang seorang mahasiswi kepada seorang dosen, dia menghampirinya dengan wajah yang muram, dan kemudian berkata,

“Pak, beasiswa Program Magister dan Doktor saya lolos”.

Dan hanya itu saja kata2 yang keluar dari mulutnya, tanpa diikuti ekspresi apapun dari wajahnya… mengingat di luar
sana berjuta – juta orang memimpikan pencapaian ini. Dan sang dosen tertegun, kemudia dia berkata,

“Bagus donk dek, kamu bisa bikin bangga banyak orang, dan itu merupakan jalan hidup yang sangat baik. Lalu apa yang membuat kamu terlihat bimbang dek?”

Akhirnya mahasiswi itu bercerita kepada sang dosen.

“Pak, sekolah hingga S2 danS3 merupakan cita-cita saya sejak kecil, ini adalah mimpi saya, tidak terbayangkan rasa bahagia saya saat memperoleh surat penerimaan beasiswa ini…. Tapi pak, saya ini akhwat, saya wanita, dan saya bahagia dengan keadaan ini.. Saya tidak memiliki ambisi besar, saya hanya senang belajar dan menemukan hal
baru, tidak lebih.. Saya akan dengan sangat ikhlas jika saya menikah dan suami saya menyuruh saya untuk menjadi ibu rumah tangga.. Lalu, dengan semua keadaan ini, apa saya masih harus sekolah?? saya takut itu semua menjadi mubazir, karena mungkin ada hal lain yang lebih baik untuk saya jalani.”

Pak dosen pun terdiam, semua cerita mahasiswinya adalah logika ringan yang sangat masuk akal, dan dia tidak bisa disalahkan dengan pikirannya.. . Dosen itu pun berfikir, memejamkan mata, menunggu Allah SWT membuka hatinya, memasukkan jawaban dari pertanyaan indah ini…

Dan jawaban itu datang kepadanya, masuk ke dalam ide nya…. Pak dosen berkata
seperti ini kepada mahasiswinya. .

“Dek, sekarang bertanyalah kepada hati kecil mu, apa dia masih menginginkan dirimu untuk melanjutkan pendidikan ini hingga puncak nanti..”

Sang mahasiswi bingung, dia menunduk , air mata turun dari kedua matanya, seakan dia merasakan konflik hati yang sangat besar … yang saling ingin meniadakan.. Dosen itu melanjutkan nasehatnya..

“Dek, saya ingin bertanya kepadamu, kapan pertama kali engkau berhadapan dengan seorang S3 dan mendapat ilmu darinya?”

“Sejak saya kuliah di *** , Pak.” Jawab sang gadis.
Kemudian dosen itu melanjutkan ,”Ya dek, betul, saya pun demikian, saya baru diajar oleh seorang lulusan S3 semenjak saya kuliah di kampus ini.. Tapi dek, coba adek fikirkan, bahwa saat engkau memiliki anak, maka orang pertama yang
akan menyapih rambut anakmu adalah seorang lulusan S3. Orang yang pertama mengajaknya berjalan adalah seorang
ilmuwan tinggi, dan sejak dia mulai membaca, dia akan dibimbing dan dijaga oleh seorang Doktor. Itulah peranmu sebagai ibu nanti, apakah engkau bisa membayangkan betapa beruntungnya anak manusia yang akan kau lahirkan nanti.”

Dan itulah jawaban Allah SWT melalui pak dosen…. Mahasiswi itu tersadar dari konflik panjangnya, dan ia tersenyum bahagia, sangat bahagia, air matanya menjadi air mata haru, dan ia berdiri, mengucapkan terima kasih nya kepada sang
dosen, dan berkata ,

“Pak, terima kasih, akan saya lanjutkan pendidikan ini hingga tidak satupun puncak lagi yang menghalangi saya.”

Betapa hidup itu sangat berarti, dan jadikan ia bermakna.. Bukan uang yang nanti akan membuatmu bahagia, tetapi rasa syukur mu lah yang akan menjadi kebahagiaan yang hakiki,.

Based on Dr. Hermawan Dipojono story… Lecture from Physics Engineering, ITB .

Oleh Edi Sukur

* * *

So wanita kuliah tinggi2? Siapa takut!!!

Bagaimana menurutmu?

8 thoughts on “S3? Siapa Takut!

  1. Yup sucii jangan pernah ragu untuk belajar. belajar bikin wawasan luas, nggak gampang dibodohi, mengangkat derajat sendiri, dan tentunya membawa manfaat buat orang lain dan diri sendiri! Semangat! Btw, bagaimana masalah “itu”? Sudah mulaikah?😀

    Pesan tambahan: Jangan biarkan orang lain mengalangi mimpi kamu Suci!!😀
    Orang yang care sama kamu pasti mengerti impian kamu dan kamu seutuhnya…🙂

  2. Tidak ada salahnya seorang keturunan hawa untuk meraih pendidikan setinggi-tingginya,, Tunjukkan kalau wanita juga punya andil yang sangat besar untuk memajukan bangsa,,,,\

    Salam semangat selalu untuk semua wanita di muka bumi🙂
    Allahu AKbar!!!!!!!

  3. wanita kuliah tinggi” ya gakpapa banget lah
    kan hak setiap gender untuk mendapat pendidikan setinggi-tingginya
    lagian, setiap lelaki pasti bangga banget dong kalo bisa bersanding dengan perempuan doktor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s