Cuap Cuap

Perjalanan Asa Menuju van Oranje

Dari kecil aku suka warna orange.

Entah kenapa, orange begitu memikat hatiku.. Untuk yang satu ini benar-benar tak ada logika.

Beranjak remaja aku pun mulai sok-sokan menyukai sepakbola *gara-gara terpengaruh adik laki-laki yang doyan nonton bola* Dan, lucunya, tim yang kujagokan menang untuk Piala Dunia yang aku lupa tahunnya itu adalah Belanda. Tau kenapa? Karena seragam timnya orange.
Alasan superrrbbb bodoh.

Tim Bola Belanda *seger kan ya orange-orange hihiy*

Tapi, bisa lihat keterkaitannya? Ya, gara-gara warna orange, aku jadi ‘aware’ sama yang namanya negeri Belanda. Perkenalan pertamaku dengan Negeri van Oranje. Saat itu, Mr van Oranje belum memberikan jejak apapun yang mendalam di hatiku.

Dan waktu pun berlanjut.. Tahun demi tahun. Sampai tiba masanya semester akhir di masa perkuliahanku. Waktu itu lagi bingung-bingung menentukan pilihan untuk kuliah luar yang akan kuambil. Diriku yang punya ketertarikan di dunia bahasa, mulai memilah-milah kelas.. Mau Jepang, Mandarin, Jerman, atau lainnya ya? Hmm.. Dan mama sekonyong-konyong bilang padaku. “Udah, ambil Belanda aja. Biar bisa latihan tar sama mama”. Umm, dengernya sih waktu itu agak kaget. Eh, masa sih ibuku bisa bahasa Belanda hahaha.. *SENSOR*. Dan entah kekuatan magis apa yang membuatku akhirnya memutuskan untuk mengambil kelas bahasa Belanda pada saat itu.
Tapi, ternyata, tidak menyangka, semua berakhir indah. Nilaiku bagus. Dan itu membuat mood-ku untuk tahu tentang Belanda menjadi meningkat. Di situ pulalah benih-benih cintaku terhadap negeri van Oranje muncul dan bermekaran *tsahhhh*.

Cuman Ngeblog doang Bisa ke Belanda! Mantap! >.<

Kisaran bulan April 2010. Seperti biasa di suatu hari yang juga biasa itu aku membuka-buka Google Reader. Hunting inspirasi di sana dan di sini. Gak sengaja ada tulisan yang menarik mata dan hati. Ya, pengumuman kompetisi blog berhadiah ke Belanda! Berdebar. Berdenyut-denyut cepat. Adrenalin sungguh ingin bermain-main denganku saat itu. Pikiranku hanya satu: “Baiklah! Idealisme, kali ini aku mengalah padamu. Biasanya aku gak mau ikutan kompetisi yang harus menuliskan mengenai produk/brand tertentu. Tapi sekarang… Demi negeri van Oranje aku akan berdamai denganmu.”

Lalu, mulailah minggu-minggu perjuangan panjang itu. Riset sana sini *eh nanya om Google doang deng wakakak* mencatat ide-ide tulisan dan merumuskannya. Sampai akhirnya lahirlah anak pertama, anak kedua, dan anak ketiga. Benar-benar perjuangan. Baru kali itu aku benar-benar merasakan bagaimana berjuang dengan lubuk hati terdalam.. bertarung dengan kawan-kawan lain di luar sana yang *mungkin* juga punya impian sama. Deg-degannya sungguh tingkat tinggi. Really to the max. Tiga tulisan melawan > 300 tulisan lainnya. Sampai suatu hari, muncullah nama-nama nominasi para pemenang. Dan, alhamdulillah, aku masuk sampai tahapan 15 besar. Sungguh ketika itu, aku benar-benar seperti mencium bau impian yang semakin mendekat. Harum sekali seperti wangi bunga. Mungkin karena efek hati yang lagi berbunga-bunga ya hihi..

Ya, walau sayangnya aku gak berhasil lolos sampai 4 besar, tapi ada satu hal lagi yang tumbuh menguat dalam diri. Asa. Asaku untuk benar-benar bisa menjejakkan kaki di negeri kincir itu. Asaku untuk bisa menghirup udara negeri van Oranje. Asaku untuk bisa menuntut ilmu di sana dan menjadi semakin bijaksana. Ya, asa itu semakin menguat. Dan aku tidak ingin melepaskannya, insya Allah. Karena aku pernah merasakan yang namanya berdekatan dengan harum impian yang hampir terwujud.ย  Kali ini, jika Allah mengizinkan, aku ingin tidak hanya berdekatan, tapi justru melebur dengannya. Berdampingan dengannya.

Amsterdammm.. Kapan aku bisa ke sana?๐Ÿ˜„

“Orang berilmu dan beradab tidak akan diam di kampung halaman
Tinggakan negerimu dan merantaulah ke negeri orang
Merantaulah, kau akan dapatkan pengganti dari kerabat dan kawan
Berlelah-lelahlah, manisnya hidup terasa setelah lelah berjuang.”

~Imam Syafi’i

9 thoughts on “Perjalanan Asa Menuju van Oranje

  1. hmm.. tetep belum menjawab penasaran gw,
    masa sih dengan “gitu doang” udah bikin lo cinta banget sama Belanda?

    pasti ada alasan lain yg lebih fundamental yang bikin lo pengen ke sana. ayo ngaku!

    *penasaran abis hahaha*

  2. Insya Allah bisa kok len, cuma ke Belanda doank…masih ada di dunia kan, di bumi yang sama, cuma terpisah lautan aja sama Indonesia…

    @ Ilman: si Leni kan emang gitu, suka nggak jelas…jadi kalo dia pengen ke Belanda, ya karena emang alasannya Pengen aja gitu…ya ga len??๐Ÿ˜„ haha *kabur sebelum ditimpuk sendal*

    1. amin amin.. one day insya Allah..
      kalau Allah juga menghendaki

      btw, kok lo tau aja sih pikiran gw.. dasar mbah dukun hahaha *kabur sebelum disambit bata*

  3. Mbak, kalo gitu baca aja ‘Orange girl’ Jostein Gaarder= Gadis Jeruk. Mungkin njenengan cocok jadi Gadis Jeruk dengan coat warna oranye yang obsesif dengan buah jeruk yang sempurna, hehe. Tahun depan nyoba lagi ya, saya ikut 2x jg belum lolos hehe

    1. Wah boleh juga tuh mbak sepertinya..
      Okay insya Allah tak coba membacanya hihi.

      Tahun depan insya Allah ikutan lagi hehe๐Ÿ˜‰
      Btw, mbak, dateng acara hari Rabu kan?
      Semoga kita ketemu ya di sana๐Ÿ™‚

      1. Wah saya ndak bisa kesana, hari kerja, dan ada janji dg atasan, hehe. Di jogja nih, agak susah kalo ke jakarta.

  4. *gyabooo* ane juga pengen ke belanda. Kesemsem gara2 Bung Hatta pernah ngampus di sana. Smakin kesemsem pas ada kompetiblog kemaren. Smakin “kedanan” (red. tergila2) gara2 tim sepakbolany yg katanya solid bgt.๐Ÿ˜†:mrgreen:

    salam kenal mbak…๐Ÿ˜ณ

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s