To Be a Good Moslem

Untuk Kesempurnaan I’tikaf*

*) Disarikan dari Majalah Tarbawi Edisi 212 Th. 11 Syawal 1430 H / 8 Oktober 2009 M

Untuk tambahan ilmu buat saya juga kita semua :)

Definisi

Dapat diartikan sebagai sikap berdiam diri di suatu tempat untuk melakukan ibadah terhadap Allah. Ulama sepakat bahwa i’tikaf adalah sesuatu yang disyariatkan dalam Islam. Rasulullah saw telah melakukannya di setiap Ramadhan selama sepuluh hari. Bahkan di Ramadhan terakhir menjelang wafat, beliau melakukan i’tikaf selama dua puluh hari (HR. Bukhari dan Abu Daud)/

Memulai dan Mengakhiri I’tikaf

I’tikaf tidak memiliki batasan waktu. Kapan pun seseorang berada atau duduk di masjid, dan berniat melakukan i’tikaf, baik itu dalam waktu yang lama atau hanya sesaat, maka ia dinamakan mu’takif. Pahalanya akan terus mengalir sepanjang ia tetap berada dalam masjid tersebut. Jika ia keluar dari masjid dan kembali ke tempat duduknya ia harus memperbaharui niatnya jika ia masih bermaksud untuk beri’tikaf.

Dari Ya’la bin Umayyah, ia berkata, “Sesungguhnya aku, ketika berada di dalam masjid walau hanya satu jam, tidaklah aku melakukannya kecuali karena niat i’tikaf.” Atha’ berkata, “Ia adalah i’tikaf selama seseorang berada di dalamnya. Dan jika ia duduk di dalam masjid dengan tujuan mendapatkan kebaikan maka dinamakan mu’takif. Jika tidak, maka ia tidak disebut demikian”.

Rukun I’tikaf

Jika tidak dilakukan di masjid, atau tidak diawali dengan niat maka berdiam diri itu tidak disebut i’tikaf. Rasullah saw menegaskan pentingnya niat dalam amal, seperti dalam hadits berikut, “Sesungguhnya amal-amal itu tergantung pada niat, dan bagi setiap orang apa yang dia niatkan.”

Adapun masjid sebagai tempat pelaksanaan, Allah berfirman, “Janganlah kamu campuri mereka (istri-istrimu) itu, sedangkan kamu beri’tikaf dalam masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepada manusia supaya mereka bertakwa.” (QS. Al Baqarah: 187)

Ayat ini memberikan pemahaman bahwa andaikan Allah membolehkan kita beri’tikaf di selain masjid, maka tentu Allah tidak mengkhususkan larangannya menggauli istri di saat seseorang sedang melakukan i’tikaf di masjid. Jadi, dari sini dapat kita ketahui bahwa i’tikaf itu hanya dapat dilakukan di masjid, bukan di rumah maupun mushala.

Yang Dianjurkan dan Dimakruhkan

Dianjurkan untuk memperbanyak ibadah nawafil atau sunnah; menyibukkan diri dengan melakukan salat, tilawah, membaca tasbih, tahmid, tahlil, takbir, istighfar, shalawat kepada Rasulullah, berdoa, dan ibadah lainnya yang mendekatkan seorang hamba kepada Rabbnya. Juga dianjurkan untuk membaca atau mempelajari kitab tafsir, hadits, berada dalam lingkaran majelis dzikir dan ilmu.

Dimakruhkan menyibukkan diri dengan sesuatu yang tidak berkaitan dengan ibadah dan ketaatan, seperti mengobrol yang tidak bermanfaat, atau melakukan aktifitas di luar amal ketaatan. Dimakruhkan juga untuk diam saja, tidak mau berbicara. Disebutkan dalam riwayat Bukhari bahwa Rasulullah saw pernah menyuruh seseorang yang bernadzar tidak ingin berbicara dengan siapapun untuk berbicara.

Yang Membatalkan I’tikaf

Batal apabila seorang mu’takif keluar dari masjid tanpa alasan dan tanpa keperluan yang diperbolehkan, kecuali untuk kebutuhan manusiawi seperti makan, jika tidak ada yang mengantarkan/membelikan. Orang yang beri’tikaf juga tidak boleh melakukan hubungan suami istri. Allah berfirman, “Tetapi jangan kamu campuri mereka (istri-istrimu) ketika kamu beri’tikaf di masjid.” (QS. Al Baqarah: 187).

Wanita yang mengalami haidh atau nifas ketika sedang i’tikaf, secara otomatis i’tikafnya batal. Pun, jika seorang wanita ditinggal mati suaminya sedang ia dalam keadaan i’tikaf di masjid, maka dia wajib meninggalkan masjid dan menjalani masa iddahnya di rumah. Terakhir, bagi orang yang murtad, secara otomatis i’tikafnya juga batal, karena Islam adalah salah satu syarat sahnya i’tikaf.

2 thoughts on “Untuk Kesempurnaan I’tikaf*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s