Cuap Cuap

Yang Mana Kebiasaanmu?

Blogging. Ya, kegiatan tersebut sudah bukan barang baru lagi di dunia maya ini. Menuliskan pengalaman-pengalaman, insight, perjalanan travelling, atau sekedar memposting foto dan video melalui media online sudah jamak dilakukan. Maka, kegiatan penyambung silaturahmi seperti blogwalking (berkunjung ke sebuah blog, membacanya, dan biasanya sehabis itu meninggalkan komentar) ke blog yang satu ke blog yang lain pun adalah menu keseharian.

Tapi… seringkali saya amati, bahwa blogwalking yang dilakukan akhir-akhir ini mulai kehilangan “kualitas”-nya *nulisnya sambil ngaca sama diri sendiri :p* Apa yang membuat saya menyimpulkan demikian? Coba perhatikan kolom komentar dari sebuah postingan. Terkadang, ada aja satu dua komentar bahkan lebih dari itu yang OOT atau gak nyambung atau malah lebih parah lagi komentar-komentar yang “salah paham”.

Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin gak sih kalau akarnya dari kebiasaan kita dalam membaca sebuah postingan? Sejak era mikroblogging semakin kuat menghujam, orang-orang menjadi lebih terbiasa untuk mencerna kalimat sepotong-potong. Pada akhirnya, membaca satu karangan panjang pun terasa lebih berat. Dan, membaca secara skimming pun menjadi pilihan. Cukup membaca kalimat-kalimat awal dari paragraf pertama, lalu men-skimming paragraf lainnya? Benarkah seperti itu? Karena saya sendiri merasa bahwa saya pun sudah mulai melakukannya.

Menurut saya pribadi, kebiasaan membaca secara skimming itu kurang baik loh (kecuali kalo lagi buru-buru ngerjain soal ujian bahasa Inggris kali ya :p). Karena bisa saja terjadi kesalahpahaman dalam menangkap maksud yang ingin disampaikan. Bisa jadi kan kalau inti postingannya justru ada di kalimat terakhir? Hehehe..

Kalau kamu gimana? Lebih sering baca skimming suatu postingan blog atau membacanya full?

Ayo jujur :p

4 thoughts on “Yang Mana Kebiasaanmu?

  1. jujur: skimming, kecuali kalo memang menarik baru saya baca full. saya juga paham perilaku pengunjung blog saya, oleh karena itu secara sadar saya memotong panjang postingan menjadi +/- 500 kata saja. hehehe

    tapi kalo postingan Leni ini saya baca full kok *kedip kedip*

  2. #berusahajujur

    Tergantung topik pembicaraan sih Len, jika topik nya itu “gue banget” pasti deh dibaca secara tuntas bahkan sampai tetes terakhir. Selain itu “cara penyampaian” yang segar, lucu, dan lincah sering membuat betah membacanya.

    Selain 2 kategori di atas kayaknya memang susah untuk membaca hingga tuntas dan runut. Seringkali cukup tau topiknya dan kasih komentar yang rada nyambung aja #mainaman

    Thanks anyway, tulisannya cukup menyentil😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s