RSS Feed

Suksesnya Pocari Sweat: Suksesnya Kreatifitas dan Kerja Keras!

Posted on

“Thinking out of the box, execute inside the box”, ya sepenggal kalimat dari tagline blog Yoris Sebastian-lah yang saya ingat begitu kelar menyaksikan video full Sejarah Pocari Sweat di YouTube. Dan saya pun tak berhenti berdecak kagum dengan mereka yang membidani lahirnya Pocari Sweat ke dunia ini. Truly creative but also realistic! Maka gak heran, mengapa pada akhirnya, Pocari Sweat sangat sukses mengembangkan bisnisnya di 16 negara dunia, termasuk Indonesia.

Penasaran dengan awal mula kisah sukses Pocari, kawan? Mari menyelami tulisan ini, saya akan ajak kalian berkelana dan mereguk inspirasi berharga darinya..

Aneh, Cairan Infus dijadikan Minuman?

Sejarah Pocari bermula dari ide yang luar biasa aneh menurut saya. Muncul dari sebuah pertanyaan seorang penanggung jawab pengembangan minuman di pabrik Otsuka Pharmaceutical Jepang, “Bagaimana jika cairan infus dijadikan minuman?”. DOENG. Saya yang menonton videonya terpana. “Hei, cairan infus, kan buat orang sakit. Emangnya enak rasanya? Ngaco!,” pikir saya waktu itu.

Bukan tanpa alasan timbul pertanyaan luar biasa seperti itu. Sang penanggung jawab sekaligus pemberi ide “minuman cairan infus” yang bernama Rokuro Harima, mendapatkan inspirasi dari pengalaman buruknya di Meksiko. Ketika itu, Harima terserang diare karena buruknya sanitasi air di sana. Rumah sakit tempatnya dirawat tidak memberikan fasilitas memadai, bahkan untuk sekedar cairan infus pun tidak ada. Padahal, cairan infus sangat berguna untuk mengatasi hilangnya cairan tubuh ketika seseorang terkena diare. Seketika itu pula, Harima ingat bahwa ia pernah melihat seorang dokter yang meminum cairan infus setelah lelah melakukan operasi berjam-jam. Ide pun muncul di kepala Harima. Pasti akan berguna jika cairan infus dapat diproduksi menjadi minuman kesehatan yang disukai orang!

“Thinking out of the box, yes?”

Kalau saya yang ada di posisi Harima ketika itu, pasti tidak akan pernah terpikir untuk kemudian mengembangkan sebuah produk minuman yang terinspirasi cairan infus. Mungkin, sumpah serapah akan kekurangan fasilitas rumah sakit di Meksiko lah yang lebih banyak keluar :D

Namun, sayang beribu sayang, ketika Harima menyampaikan ide tersebut pada Akihiko Otsuka, kepala pabrik Otsuka sekaligus cucu dari pendiri Otsuka Group, jawabannya adalah “Tidak. Mungkin saat ini belum waktunya”.

Selesai? Belum.. Mari pindah ke chapter berikutnya.

Ini Saatnya

Tiga tahun kemudian, pada tahun 1976, Harima dan anak buahnya Takaichi dipanggil menghadap Akihiko Otsuka yang ketika itu telah menjadi Presiden Direktur Otsuka. Apa pasal? Ternyata, Otsuka tidak melupakan ide yang pernah disampaikan Harima tentang pengembangan minuman kesehatan. Otsuka lantas meminta Harima dan anak buahnya Takaichi untuk mengembangkannya mulai saat itu juga. Otsuka melihat peluang bahwa saat itu merupakan saat yang paling tepat untuk mengembangkan produk kesehatan.

Ketika itu, di Jepang memang sedang ada trend olahraga jogging. Peralatan olahraga, seperti alat jogging menjadi laris manis terjual. Dan, Otsuka ingin mengambil peluang. Tapi, tidak melalui produk alat olahraga. Otsuka ingin yang berbeda! Maka dibangkitkanlah kembali ide “aneh” yang pernah terlontar 3 tahun lalu. Namun, Otsuka pun tak lupa menaruh batas kewajaran di dalamnya, “Saya ingin minuman tersebut memiliki rasa yang tidak membosankan. Walau diminum tiap hari, tapi tetap terasa enak di tenggorokan”.

“Thinking out of the box, execute inside the box!”

Gagal? Jangan Menyerah!

Percobaan demi percobaan dilakukan demi mendapatkan rasa yang enak dengan kandungan minuman yang tepat. Sudah lebih dari 1000 jenis minuman yang diuji coba. Bahkan, tiga tahun sudah hampir berlalu tanpa kemajuan satu langkah pun. Saya pasti sudah mengibarkan bendera putih kalau seperti ini. Tapi, Otsuka dan tim tetap belum menyerah *saya bingung, terbuat dari apa semangat mereka*.

Sampai suatu saat yang tidak disengaja, komposisi pas untuk Pocari sedikit demi sedikit mulai ditemukan. Bermula dari ide direktur Otsuka yang mencampurkan minuman racikan Harima dan Takaichi dengan minuman serbuk perisa jeruk yang juga sedang dikembangkan, komposisi Pocari Sweat akhirnya didapatkan. Pocari Sweat pun terlahir!

Luar biasa, bukan! Hampir tiga tahun dengan semangat yang tak kendur!

Mungkin semangat Thomas Alfa Edison telah mereka resapi dengan baik, “I have not failed. I’ve just found 10.000 ways that won’t work.”

Dibenci-benci Dahulu, Disayang-sayang Kemudian

Seperti biasa, ide-ide baru yang unik dan tidak terpikirkan kecuali oleh mereka yang kreatif akan mendapat penolakan terlebih dahulu dari pasar. Demikian pula dengan Pocari Sweat. Bahkan, ide produksi Pocari Sweat pun sempat ditentang oleh pihak direksi. Rasa yang tidak enak membuat mereka menutup mata dari visi lahirnya Pocari Sweat itu sendiri yang ditujukan sebagai minuman kesehatan. Namun, direktur Otsuka tetap pada keputusannya untuk memproduksi massal Pocari dan memasarkannya.

Langsung sukses? Oh tidak. Justru di awal-awal pemasarannya, di tahun 1980, Pocari Sweat mendapatkan respon yang sangat buruk dari orang-orang! Ditolak pengecer, dimaki para pengunjung bazaar, dan lain-lain. Sungguh saat-saat yang berat bagi Pocari Sweat.

Di saat-saat berat ini lah, direktur Otsuka mengeluarkan keputusan yang mencengangkan. “Tetap produksi Pocari Sweat dan bagikan GRATIS ke orang-orang! Jangan pikirkan dulu angkanya. Kita sedang mencoba menciptakan pasar baru yang belum pernah ada”. Begitulah. Benar-benar ekstrim dan berani mengambil resiko.

Rugi? Secara, kasat mata kita dapat melihat dari angka-angka bahwa Otsuka telah mendapatkan kerugian yang sangat besar. Bayangkan, 30.000.000 kaleng Pocari Sweat dibagikan secara gratis. Dan itu berarti telah membuang-buang 400 miliar rupiah! Tapi ternyata, setahun kemudian, di tahun 1981, penjualan Pocari Sweat melonjak secara drastis. Masyarakat merasakan Pocari Sweat sebagai kebutuhan untuk menggantikan cairan tubuh yang hilang. Cara pemasaran yang diterapkan Otsuka telah menuai sukses besar. Ia berhasil menanamkan konsep dan rasa dari Pocari Sweat di masyarakat.

“Yang penting sekarang bukan keuntungan, tapi MASA DEPAN. Kalau sekarang menyebarkan benihnya, pasti akan berbuah banyak di kemudian hari,” kata Otsuka.

Dikenal Dunia

Begitulah, kisah kesuksesan Pocari Sweat. Jika dirangkum, dapat kita katakan bahwa kesuksesan Pocari Sweat = kesuksesan kreatifitas dan kerja keras! Sampai saat ini pun, Pocari Sweat masih terus melebarkan sayapnya ke berbagai negara dunia. Melalui metode-metode unik yang membuat konsumennya merasa memiliki ikatan batin sekaligus mencintainya.

Di Indonesia, Pocari membidik momen Ramadhan untuk membagikan sampel minuman secara gratis. Pocari juga menyebarkan sampel minuman tersebut di rumah sakit untuk para penderita demam berdarah. Saat ini, Pocari juga merambah dunia social media dan menyapa penggemarnya juga memanjakannya dengan berbagai aktifitas menarik yang rugi dilewatkan.

Maka sekali lagi saya katakan bahwa kesuksesan Pocari Sweat = kesuksesan kreatifitas dan kerja keras!

Jangan malu untuk menjadi berbeda, jangan malu untuk menjadi kreatif! Tentu saja, jangan lupakan pula kerja keras dan pantang menyerah.

Mari belajar sukses dari Pocari Sweat :)

About lenidisini

Panggilannya Leni. Suka banget telor dadar, telor rebus setengah mateng, warna orange, buku-buku berbau konspirasi, social activities, belajar bahasa Belanda, travelling, entrepreneurship, dan foto-foto gak jelas sepanjang travelling. Salam kenal :)

20 responses »

  1. Nicely written and inspiring for us who don’t know about the history of Pocari Sweat. Good luck for the competition! :)

    Reply
  2. Dibenci-benci Dahulu, Disayang-sayang Kemudian, biasanya orang sukses sering di perlakukan seperti itu………. kaya thomas alfa edison sampe di bilang gila, pas penemuannya sukses baru di elu elukan.

    Reply
  3. buat yang ingin membangun bisnis…sepertinya cocok banget inspirasi dari tulisan kamu. terima kasih ya sharingnya.

    Reply
  4. aku juga inget waktu SD pernah dibagi-bagi minuman gratis selama beberapa hari dan sepertinya itu pocari sweat (lagi-lagi kalau ga salah inget, maklum lemah ingatan.. haha :D )

    Reply
  5. ide kreatif akan terwujud jika terus dicoba…..tidak ada kata gagal selama kita mencoba

    Reply
  6. wow… inspiratif sekaliiiiii…
    ternyata begitu ya.. keren! :D

    Reply
  7. Mantab bener….
    Out of the box. Menembus batas… :D

    Mulai mikir. Bisa ga ya kacang dijadikan minuman jus (namanya pecel). :P

    Reply
  8. luar biasa….artikel mendidihkan darah

    Reply
  9. Jepang selalu banyak inspirasi untuk hal kreatifitas yang manfaat..

    Reply
  10. hatur nuhun info na :)

    Reply
  11. saya pernah lihat tayangannya di tv,
    orang jepang memang tidak pernah menyerah meskipun pada awalnya pocari sweet tidak dianggap sama sekali tetapi melalui perjuangan keras akhirnya produk ini sukses di pasaran

    Reply
  12. bagus ya artikelnya….bisa memberi inspirasi…makasih

    Reply
  13. baru tahu saya pocari sweat ternyata cairan infusan….
    dasar ndeso saya ketinggalan berita….hahaha

    salam kenal..

    Reply
  14. Kerja keras tanpa kenal lelah, melihat kerugian sebagai investasi, visi yang mantap. Keren dah semangat Jepang ini. Inspirasi sekali…

    Reply

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: