Catatan Hati · Cuap Cuap

Hobi Saya: Berdagang!

Halo, teman!

Sudah lama sekaliiii saya gak ngeblog di sini, biasanya sih di blog berdua saya dan suami: http://lenisidik.com

Tapi, berhubung blognya lagi gak bisa dibuka selama kurang lebih 2 bulan terakhir ini, akhirnya saya nulis di sini lagi :p

Mau nulis apa ya? Mau nulis yang ringan-ringan aja, sih. Berkaitan dengan kenangan masa lalu yang dihubungkan dengan masa kini, ecieeee :p

Jadi ceritanya, selain sekarang sebagai ibu rumah tangga full time, saya juga terjun ke dunia wirausaha. Usaha saya dan suami bisa dilihat di http://talknesia.com Dagangannya adalah produk-produk kreatif dengan desain yang Indonesia sekali, seperti kaos, tas laptop batik, dan semoga menyusul lagi yang lainnya. Bukan usaha biasa yang ngejualin produk orang lain loh. Itu desain sendiri. Ya, alhamdulillah setiap bulannya pemasukannya bisa sama bahkan terkadang melebihi gaji saya di tempat kerja yang dahulu. Apalagi kalau dihitung juga dengan pemasukan yang didapat dari portal saya yang satu lagi. Alhamdulillah hehehe..

Btw, saya memilih terjun ke dunia wirausaha, karena hobi saya memang dagang dari dulu. Jadi inget masa-masa SMA.. Saya gak tahu malu jualan gantungan kunci berbahan karet yang bentuknya berbagai macam bola di sekolah. Dagangannya didapat dari ibu saya yang buka usaha fotokopi dan ATK. Usaha tersebut dirintis oleh ibu saya sejak saya SMA karena ketika itu beliau sudah gak kuat lagi untuk melanjutkan usaha catering dan kue-kue keringnya. Gak kuat dalam hal gak ada tenaga lagi, umurnya sudah kepala 5 ketika itu dan saya masih belum bisa berbuat apa-apa untuk meneruskan. Lah, ayah saya ke mana? Ayah sudah meninggal sejak saya kelas 5 SD🙂 Walaupun almarhum ayah adalah mantan hakim tinggi dan pernah menjabat juga sebagai ketua di beberapa pengadilan, tapi beliau adalah hakim yang bersih. Saya jamin itu, karena buktinya tidak ada harta yang sungguh-sungguh berlebihan yang diwariskan kepada keluarga. Semuanya cukup dan normal-normal saja. Makanya, sekarang sepeninggal ayah, kami pun berjuang dan berusaha keras untuk tetap bertahan hidup. Walaupun belakangan ini lagi ditimpa ujian yang dapat dibilang cukup besar. Ya, semoga saja orang zalim tersebut dibukakan pintu hatinya sama Allah dan menyadari perbuatan buruknya terhadap keluarga kami.

Btw kok jadi curcol hahaha..

Kembali lagi ke soal dagang. Dari dulu memang hobi saya berdagang. Saya gak malu menjadi pedagang. Saya gak malu juga jadi anak seorang pedagang ATK dan fotokopi. Bagi saya, pedagang itu pejuang. Karena mereka tetap tersenyum walaupun terkadang orang-orang di sekelilingnya atau bahkan temannya sendiri tidak menghargai apa yang mereka lakukan serta menganggapnya sebelah mata. Karena mereka setiap hari berpikir keras untuk terus berjuang hidup tanpa harus mengemis dan meminta. Saya pernah diketawain guru bahasa Inggris saya di tempat kursus karena bawa dagangan juga di sana hahaha. Tapi saya cuek aja, karena saya gak jualan pas jam kursus. Jualannya pas istirahat aja, gak salah kan :p

Saking hobinya berdagang, saya suka banget nyoba-nyoba jualan apa saja melalui media apa aja *yang penting halal* :p Untuk poin yang terakhir, melalui media apa aja, mungkin ada yang terganggu kalo saya jualannya di FB. Saya mohon maaf hahaha, tapi gimana lagi cara menumbuhkan awareness orang kalau saya berdagang? Saya gak punya dana untuk iklan :p Dan terkadang iklan pun gak efektif. Solusinya biar gak terlalu ganggu, saya mencoba mengurangi untuk sembarang nge-tag orang di FB. Eh iya, tapi untuk Talknesia, ini beda cerita ya… Saya ngomongin dagangan saya di luar Talknesia. Talknesia punya FB page khusus dan twitter khusus. Talknesia juga punya web, yang dicoba untuk dikelola secara profesional. Hehehe..

Kalau di FB, saya jualan berbagai macam busana muslim, jilbab, aksesoris jilbab, tas perca, keripik pedas rempah, cookies bikinan sendiri, dan lain-lain. Keuntungan dagangan tersebut insya Allah mau saya berikan untuk ibu. Semuanya saya lakukan dengan senang hati. Saya cuman ingin berbagi lebih untuk ibu yang sudah mengandung saya selama 9 bulan, untuk ibu atas jasa-jasanya yang amat besar dalam hidup saya, untuk ibu yang kadang terlalu baik sama orang lain sampai lupa kalau dirinya sendiri juga membutuhkan. Yah begitulah..

Semoga saja pilihan hidup untuk menekuni hobi berdagang ini bisa menuai sukses di hari-hari ke depannya. Saya tahu, berwirausaha itu pilihan yang berat. Kamu gak punya tempat bersandar kalau jatuh kecuali Allah. Berwirausaha itu mengasah mental. Sekali terjun, mesti total sampai akhir. Ya, doain aja ya kawan, semoga sajaaaa saya bisa kuat dengan pilihan hidup saya ini! Semangat!!

4 thoughts on “Hobi Saya: Berdagang!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s