Bisnis Online

Belajar Bisnis Online: Berjualan Melalui Apa?

image

Biasanya salah satu hal yang dibingungkan ketika awal mula berbisnis selain tentang produk yang dijual adalah tentang “cara menjualnya”. Apakah saya menjualnya melalui “online” atau membuka toko atau menitipkan dagangan. Jika melalui “online” biasanya lagi yang dibingungkan adalah apakah saya harus membuat website sendiri, numpang di website marketplace seperti tokopedia.com, bukalapak.com, atau lewat Facebook dan social media saja. Jika pada akhirnya memutuskan membuat website sendiri pasti nantinya bingung lagi dengan yang namanya shopping cart. Perlu pakai atau tidak. Apakah website dijadikan sebagai katalog barang dagangan saja atau sekalian semua proses mulai dari pemilihan barang hingga pembayaran diselesaikan di website. Sebenarnya hal itulah yang ada dalam pikiran saya ketika memutuskan membuka usaha Sobat Ngemil.

image

Pada akhirnya, saya memilih apa yang bisa saya kerjakan dulu ketika itu. Ya iyalah, kalo mikir lama, bisnis gak jalan-jalan. Trial and error saya mulai berjualan melalui social media seperti twitter @sobatngemil , FB Fan Page Sobat Ngemil , web Sobat Ngemil, hingga instagram Sobat Ngemil. Pada mulanya berjualan melalui twitter cukup membawa hasil. Cukup banyak followers berhasil dikonversi menjadi transaksi. Namun lama kelamaan kecepatan pertumbuhannya melambat. Kalau melalui FB, berjualan makanan/snack sepertinya kurang efektif. Bisa dilihat dari jumlah likes dan comment di tiap foto yang tidak terlalu banyak. Berjualan baju atau produk “mainstream” lainnya melalui FB sepertinya lebih diminati pasar. Karena itu saya mencoba lagi dengan membuat website sobatngemil.com. Awal membuatnya memang hanya terpikir untuk menjadikannya katalog yang google friendly walau fitur belanja melalui website (shopping cart) juga tetap diaktifkan. Pin bb dan no hape tetap saya letakkan di website. Kenapa? Karena mikirnya sih kebanyakkan orang Indonesia masih suka males untuk belanja melalui shopping cart. Malasnya karena tidak tahu mekanismenya dan malas mencoba. Plus masih suka banget sama yang namanya tawar menawar. Ngobrol pas berbelanja dan lainnya. Alhamdulillah tiap harinya ada aja orang “nyasar” di website dan pada akhirnya bertransaksi di Sobat Ngemil.

Tidak hanya melalui website, saya lalu mencoba juga peruntungan melalui instagram. Well, trial and error banget memang. Tapi dari pengalaman langsung itulah saya selalu belajar. Di instagram, dari mulanya 0 followers sampai sekarang bisa sekitar 11.500 follower butuh perjuangan banget hehe. Pertambahan followers tersebut membuat jumlah transaksi di Sobat Ngemil meningkat tajam. Omzet juga ikut meningkat. Alhamdulillah bisa sekitar 700juta-an setahun. Dan ada kemungkinan besar banget untuk terus meningkat lagi, insya Allah. Mungkin di lain postingan saya bahas tentang memanfaatkan Instagram untuk berjualan kali ya hehe.

Nah, tapi.. dengan semakin meningkatnya jumlah transaksi dalam sehari sedangkan “pegawai” yang menerima order hanya saya (plus suami kalo malam) dan terkadang dibantu oleh satu pegawai.. tentu menjadi sulit. Apalagi kerjaan saya gak hanya terima order. Mengurus anak, dll juga seharusnya diutamakan.. hanya saja lebih sering kebalik jadinya. Alhasil, gak jarang saya sedih walaupun omzet meningkat pesat😦 Apalagi kalau customer yang dilayani itu “rewel”, suka “drama”, gak sabaran.. widih gak jarang loh ikutan kesel jadinya.

Akhirnya pikir pikir pikir lagi.. gimana yaa caranya ngurangin hal-hal yang kurang efektif dalam proses pembelian melalui “online” (baca: order by sms, line, bbm) tadi. Saya dan suami pada akhirnya berkeputusan, sepertinya memang udah saatnya untuk mencoba mengalihkan proses pembelian tersebut melalui website. Calon customer diedukasi dan “dipaksa” untuk beli melalui web (shopping cart). Kami berharapnya sih Sobat Ngemil udah punya cukup power untuk “memaksakan” hal tersebut.

Mungkin kalau berhasil menerapkannya bisa jadi jumlah transaksi lebih meningkat lagi. Karena yang menjadi “penerima order” adalah mesin yang bisa kerja 24 jam non stop gak perlu istirahat. Jadi gak ada lagi tuh chat bunyinya “Sis, kok lama balesnya. Ya udah cancel aja”. “Sis, bisa gak pake lama?”. “Sis, tolong jawab line saya dong”. And bla bla bla bla bla. Tapi bukan berarti segampang itu buat langsung “pindahin” semua proses ke web. Mesti ada yang bertugas menghitung stok untuk awal (huaaa stok barang banyak dan bervariasi banget), menghitung berat tiap item, berat volume juga, dll. Semoga saja paling gak tengah tahun ini dah mulai bisa benar-benar mengaktifkan pembelian melalui web🙂

Intinya sih menurut saya, untuk yang baru awal mencoba berjualan online.. gak usah terlalu ribet untuk bikin web (kalo gak bisa bikin sendiri/suami/anggota keluarga gk ada yang bisa bikin mendingan nanti aja daripada bayar mahal terus ke depannya malah gak dikelola dengan baik). Bisa mencoba peruntungan melalui social media (cocok-cocokkan). Nah, kalau sudah ada posisi tawar yang cukup kuat di mata customer dan mulai kewalahan.. mungkin bisa mencoba mengefektifkannya dengan penjualan melalui website (better punya web sendiri daripada numpang sih.. tapi ya terserah juga). Hehehe. Sekedar sharing sedikit pandangan saya. Semoga bermanfaat🙂

4 thoughts on “Belajar Bisnis Online: Berjualan Melalui Apa?

  1. Waah.. amiin, semoga semakin meningkat omsetnya.
    btw, nanya deh len, followers instagram awal2 itu langsung pada beli atau followers banyak banget baru ada yang dikonversi? soalnya selama ini pake instagram, orang2nya cuman nge-like aja dan gak ada yang bisa dikonversi. well, at least belum ada, huhu.
    hee, jadi panjang XP

    1. Isti pake hestek banyak ya di instagram? Biasanya kalo pake hestek banyak memang bisa menambah jumlah likes (belum tentu bisa langsung konversi). Apalagi kalo foto bagus dan jernih. Coba sesekali upload foto testimonial juga dari yang udah pernah beli lewat facebook/lainnya. Bisa nambah “reputasi” sebagi penjual terpercaya di instagram. Atau mau gak sesekali leni bantuin promo di instagram @sobatngemil ? Kalau mau nanti isti tinggal kirim foto dagangan isti yang paling diunggulkan di hijaiya. Plus tolong buatin captionnya juga hehe.. biasanya kalo di instagram, rekomendasi dr olshop lain itu jadi lbh mudah dipercaya sama customer🙂

      1. iya sih, pake hashtag banyak, hehe. lumayan tiap hari nambah follower, walaupun cuma 1 XP
        wah, boleh boleh len, kapan-kapan. nanti isti tag @sobatngemil ya kalo gitu kalo ada foto produk baru.
        terima kasih leniii

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s