Uncategorized

Hania’s First Movie: Minions!

image

Akhirnya, setelah kurang lebih 3.5 tahun tidak menginjakkan kaki di bioskop, pada hari ini, tanggal 20 Juni 2015, saya dan suami kembali menjejakkan kaki ke sana! Senangnya bukan main😄 Lebay haha. Tapi, beneran loh, semenjak dikaruniai amanah kami agak kesulitan mencari waktu luang menonton film di bioskop. Karena si kecil gak ada yang jagain jika kami pergi menonton. Kami tidak mempekerjakan baby sitter. Ortu? Kasihan jika harus menjaga anak kami yang aktipiiis bingit.

Nah, sekarang, saya dan suami berpikiran bahwa sepertinya sudah tepat saatnya untuk mencoba mengajak si kecil ikut bersama menonton di bioskop (jadi gak ditinggal). Kebetulan sedang ada film kartun yg (kelihatannya) lucu dan sesuai untuk anak seusia Hani: Minions.

Suami membeli tiket untuk kami bertiga (anak usia 2 tahun sudah dihitung 1 tiket loh dan dapat tempat duduk sendiri). Kami memilih nonton di Cinere Mall karena bioskop yang terdekat dan lumayan murah ya di sana. Udah dag dig dug sebenernya karena khawatir akan banyak hal, seperti Hani rewel, tiba-tiba ngajak pulang, dll. Tapi, gak akan pernah tau sebelum mencoba kan? Makanya nekat aja deh beli tiket nonton.

Sebelum menonton, saya dan suami berusaha membuat Hani kenyang dulu sehingga tidak ada drama “lapar.. perutku kosong” ketika di dalam bioskop. Sehabis makan, saya masih sempat mengajak Hani main sebentar di Fun World karena permintaannya sendiri. Setelah itu barulah kami menuju bioskop karena film akan segera dimulai.

Menghayati

Film pun akan dimulai. Jeng jeng jeng. Lampu dipadamkan. Gelap. Suara dari film mulai menguasai ruangan, keras sekali. Saya lupa bahwa menonton film di bioskop sensasinya seperti itu haha. Saya melirik Hani yang duduk di samping saya. Dia sedang bengong menatap layar sambil menutup kedua telinganya. Wah, dia “keberisikan”. Saya agak dag dig dug, berharap semoga sajaaa si kecil tidak tiba-tiba takut lalu meminta pulang.

Tidak disangka, Hani bisa bertahan sampai akhir film. Hanya saja dia memang sempat menangis kencang sambil berlinang air mata (serius ini, padahal yg lain nonton sambil ketawa-ketawa) ketika penjahatnya (Scarlet Overkill, kalau udah nonton pasti tau) berbuat jahat ke Minions. Wah, dia benar-benar menghayati dan masih murni hatinya xD Beda banget ya sama orang dewasa. Yang kadang suka “tertawa” melihat penderitaan/kegagalan/luka orang lain (bisa banget saya nyambunginnya :p). Di akhir-akhir film saya dan suami bergantian mencoba menenangkan Hani. Kami bilang “Tuh yang baik tetap selamat. Horeeee”.

Sedikit Pendapat tentang Filmnya

Tapi sepertinya saya tidak akan sering-sering mengajak Hani nonton di bioskop. Kalaupun mau nonton, saya juga harus cari tau dulu sinopsisnya. Tadi saya “kecolongan” cuman karena ingin menonton lg di bioskop. Sejujurnya bagi saya film Minions yang kami tonton, dari segi cerita tidak bagus, tidak cocok diberikan rating “SU (semua umur)”. Cocoknya sih “Bimbingan Orangtua”. Dari awal sampai akhir film banyak adegan yang “keras”. Walau mungkin bagi orang dewasa “lucu”. Mulai dari cita-cita para Minions yg mencari bos penjahat untuk dilayani, anak kecil yg punya cita-cita jadi penjahat dan ngefans sama mereka, yah gitu deh. Kalau dipikir-pikir ceritanya tuh bener-bener gak oke-lah. Tapi sudah terlanjur mau gimana lagi. Sepanjang film saya dan suami tetap mengajak ngobrol Hani. Menceritakan filmnya, memberi arahan, kadang menutup matanya. Begitulah. Tapi kami pikir suatu saat nanti Hani memang perlu dibenturkan dengan realita bahwa tidak semua hal di dunia baik. Contohnya di film tadi, ada jg yang jahat. Dan dia harus tau bagaimana menyikapinya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s