Catatan Hati · Cuap Cuap · Refleksi Hati

Membaca: Hobi Lama yang Kini Kembali Lagi

baca

Sebenarnya, sedari kecil, saya sudah suka membaca. Almarhum papa saya membelikan banyak sekali buku untuk saya. Mulai dari buku majalah (BOBO), buku-buku dongeng terbitan Elex yang sekarang saya wariskan ke Hani, buku komik, hingga satu set buku ensiklopedia anak. Ketika remaja, saya juga masih gemar membaca, buku-buku novel misteri seperti Goosebumps hingga buku novel Islami karya Asma Nadia, Pipiet Senja, dan lainnya. Ketika kuliah, entah mengapa hobi membaca buku itu lama-lama menguap. Saya mulai suka “membaca” kicauan-kicauan pendek di social media. Lama kelamaan, membaca habis satu buku saja saya merasa sangat susah payah. Terlebih setelah memulai kesibukan baru menjadi pedagang cemilan bersama Sobat Ngemil, saya hanya suka membaca orderan yang masuk dari pelanggan atau membaca mutasi kredit yang masuk ke rekening hahaha, berbunga-bunga rasanya.

Tapi, sejak kehamilan yang kedua ini, ada sesuatu yang berubah. Hei! Kenapa saya jadi mengkolerasikannya dengan kehamilan ya. Namun, suami pun berkata demikian, beberapa saat terakhir ini, saya kembali terlihat suka membaca😀

Dan, saya pun merasakannya. Saya jadi lebih sering menghabiskan waktu membaca buku ketimbang membaca orderan pelanggan yang masuk (ups). Dalam waktu kurang dari sebulan ini, saya sudah membaca habis tiga buku. Pertama, buku Passport to Happiness karya mba Ollie. Kedua, buku (komik haha) Pada Suatu Hari karya Arham Kendari, dan novel teenlit yang beda banget dari teenlit lainnya (karena bukan cinta-cintaan yang diangkat, tapi berdasarkan  kecintaan penulis akan Matematika) karya teman kampus saya dulu, Annisa Ihsani. Berikutnya, saya sudah punya dua buku lagi yang masuk antrian baca, yaitu buku Sabtu bersama Bapak karya Adhitya Mulya dan buku Eternal Flames karya adik kelas saya di kampus, Sonya (Naya Corath) bersama beberapa penulis lainnya.

Saya bersyukur, saya kembali suka membaca, dan bisa menuntaskan satu buku dengan tidak bersusah payah. Satu lagi yang saya syukuri juga adalah bahwa suami juga mulai suka membaca! Bukan lagi membaca komik atau manga di aplikasi hape ya, tapi sudah mulai suka membaca buku-buku yang “cukup berat dan berbobot”, haha peace pak suami. Saya lihat dia menyukai buku-buku tentang startup, bisnis, pengembangan kepribadian. Sepertinya, hal ini dipengaruhi juga oleh bos-nya di kantor yang kutu buku dan “membuat” semacam “perpustakaan” berisi buku-buku berkualitas di kantor.

Anyway, ternyata membaca buku itu masih sangat mengasyikkan. Yang saya sukai dari membaca buku adalah bisa turut membangun cerita di buku dalam dunia imaji di kepala. Ikut bermain di dalamnya seiring kata-kata yang mengalir di setiap halaman. Terkadang, membaca buku juga memberi sepercik inspirasi atau semangat, atau sekedar ah yes, that’s true, ternyata ini yang sebenarnya saya rasakan atau pernah alami. Dan yang pasti, membaca buku berkualitas tentunya akan membuka pikiran akan dunia yang mungkin selama ini belum pernah kita lihat atau memberi sudut-sudut pandang baru dalam memandangnya. Oh ya, pastinya, hal-hal penting yang ditemukan dari membaca buku, akan lebih mudah diingat dan disimpan, karena kita tinggal membuka buku kembali untuk melakukannya🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s