Bisnis Online

#BelajarBisnis #BelajarDagang #1 Memilih Marketplace yang Tepat

Beberapa pilihan marketplace yang ada di Indonesia (walau ada yang bukan ya). Sumber: https://www.maxmanroe.com/
Beberapa pilihan marketplace yang ada di Indonesia (walau ada yang bukan ya). Sumber: https://www.maxmanroe.com/

Kamu udah lama jualan di Instagram atau udah lama jualan online lalu tiba-tiba suatu saat ada yang menawarkan untuk bergabung di marketplace menjadi merchant/penjual mereka? Kalo kamu masih bingung, sama marketplace..

  • Marketplace itu pendeknya adalah situs jual beli online. Di situs itu banyaaaak sekali pedagang (biasa disebut merchant) yang berjualan dan tentu banyak juga customer yg menjadi pembelinya. Tentu saja pembayaran akan difasilitasi oleh situs marketplace tersebut. Jadi alurnya: customer beli di marketplace >> bayar via rekening marketplace >> penjual kirim barang >> lapor ke marketplace kalau sudah kirim barang. Lalu, jika customer sudah terima barang atau status pesanan dinyatakan sudah delivered maka marketplace baru akan membayarkan uangnya ke penjual

Kalau kamu masih bingung lebih baik join di marketplace yang mana, saya udah bikin catatan sederhana nih tentang poin-poin yang bisa kamu pelajari atau kamu tanyakan dari marketplace yang menawari kamu untuk berjualan di sana. Sebenarnya catatan sederhana ini saya buat untuk para online shop yang barang-barangnya ready stock, bukan dropshipper. Bukan apa-apa, karena jika sudah masuk marketplace, dan didukung promosi yang baik dari mereka, orderan pada umumnya melonjak dan perputaran barang akan cukup cepat, sehingga ketersediaan stok adalah faktor yang sangat penting diperhatikan.

Langsung aja ya, poin-poin yang saya gunakan untuk memilih marketplace.

  • Joining fee (free atau gak). Kalau tidak free, dia menawarkan apa
  • Margin fee atau commission fee (fee yang dikenakan untuk tiap produk yang kita jual). Jadi, misalkan harga produk A yang kita jual normalnya Rp 10.000. Jika marketplace A mengenakan margin 10%, maka paling tidak di marketplace A kita harus menjual sekitar 10% lebih mahal dari harga normal. Jika kita jual dengan harga Rp 12.000 di marketplace A, maka marketplace A akan mendapat komisi 10% x Rp 12.000: Rp 1.200 dari penjualan produk kita. Dan yang dibayarkan ke kita adalah Rp 12.000 – Rp 1.200: Rp 10.800. Nah, jika marketplace B mengenakan fee lebih besar, misal 15%, maka harga jual produk yang sama di marketplace B logikanya lebih mahal di marketplace A. Commission fee ini sangat menentukan harga jual produk kita. Saya sendiri, karena menjual makanan, yang untungnya tipis, sangat menghindari marketplace yang menetapkan commission fee terlalu tinggi. Lebih dari 10% biasanya sudah saya tolak atau tidak saya masukkan daftar pertimbangan.
  • Ongkos kirim, ditanggung oleh siapa? Apakah ditanggung penjual atau pembeli atau ditanggung marketplace tersebut dengan sistem reimbursement (penjual menanggung terlebih dahulu ongkos kirim baru kemudian digantikan marketplace). Hal ini berpengaruh kepada harga jual produk kita. Sebagai ilustrasi, jika ongkir ditanggung oleh penjual (ongkir yang wajib ditanggung misalnya untuk zona Jabodetabek), untuk produk snack dengan harga jual normal Rp 15.000, maka harga jual di marketplace tersebut harus ditambahkan dengan ongkir termahal ke zona tersebut, yakni sekitar Rp 15.000 + Rp 9.000 + commission fee: Rp 24.000 + commission fee. Jadi terlihat mahal kan ya?
  • Cek facebook page-nya, apakah banyak keluhan dari customer atau tidak, bagaimana interaksinya dengan customer
  • Cek latar belakang marketplace
  • Lamanya pencairan dana, berpengaruh kepada cashflow olshop kita. Ada yang dua minggu sekali, ada yang seminggu sekali, ada yang beberapa hari setelah adanya konfirmasi barang diterima oleh pembeli, ada juga yang bisa setiap hari asalkan pembeli sudah konfirmasi bahwa barang diterima. Oya, sebenarnya saya tidak terlalu prefer bermain di banyak marketplace, karena itu berarti uang kita yang tertahan (tidak langsung masuk setelah penjualan) cukup tersebar ke beberapa tempat. Kalau marketplace tersebut proses pencairannya cukup lama dan modal kita tidak terlalu banyak, bisa mati kutu dibuatnya. Kita susah memutar uang untuk dibelikan stok produk lainnya.
  • Dukungan promosi dari marketplace tersebut
  • Program tambahan untuk seller, apakah ada penghargaan untuk seller berprestasi atau tidak
  • Apakah punya seller support yang responsif? Cara ceknya dengan berkirim pesan melalui email, tanyakan hal-hal yang ingin Anda ketahui, apakah responnya cukup cepat?
  • Tips di awal: taruh dulu sedikit produk Anda di marketplace, tapi yang best seller ya. Cek gimana pergerakannya di marketplace tersebut, mulai dari penjualan hingga after sales (pencairan dana). Apakah cukup memuaskan? Jika iya, mulai tambahkan produk-produk lainnya
  • Paling gampang, tanya teman sesama olshop yang sudah jadi merchant di marketplace tersebut. Bagaimana pengalaman dia selama bergabung jadi merchant

INGATTTT!!! INGATTT!!

Belum tentu ketika produk X laku di marketplace A maka produk Y juga akan laku di marketplace yang sama. Ada kasus ketika misalkan snack ternyata lebih cocok dan mengena di jual untuk customer2 di marketplace A dan kurang cocok di marketplace yang lain.

Semoga sharing ini, bisa membantumu menemukan marketplace yang tepat untukmu ya! Kalau ada yang mau ditanyakan silakan saja, saya open for discussion. Kalau ada poin yang mau ditambahkan dari daftar di atas, monggo!

Akhir kata, jangan lupa, kalau mau beli snack dengan banyak promo menarik, kunjungi toko saya, Sobat Ngemil di beberapa marketplace berikut ini. Pilih saja salah satu, masing-masing ada promo menariknya😄 (tetep aje yee, promosi hehe)

***

Sobat Ngemil di Shopee (unduh aplikasinya via playstore untuk berbelanja). Promo yang sedang berlangsung: FREE ONGKIR ke SELURUH INDONESIA maksimal 5 kg, sampai tgl 14 Desember 2015. Link: shopee.co.id/sobatngemil

Sobat Ngemil di Lazada. Promo: FREE ONGKIR ke daerah Jabodetabek dan wilayah Cirebon, Bandung. Link: lazada.co.id/sobatngemil

Sobat Ngemil di Elevenia. Link: langsung ketikkan di kolom pencariannya “sobatngemil”. Promo bisa berbeda-beda tergantung waktu. Kalau sedang masuk di bagian Shocking Deals, biasanya harga produknya bisa lebih murah dibandingkan harga beli langsung dari pabrik.

Sobat Ngemil di Tokopedia. Link: tokopedia.com/tokosobatngemil Pada umumnya, harga di tokopedia sama atau kadang lebih murah daripada harga jual di toko.

 

3 thoughts on “#BelajarBisnis #BelajarDagang #1 Memilih Marketplace yang Tepat

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s