Catatan Hati · Cuap Cuap · Parenting

Mempersiapkan Hani menjadi (Calon) Kakak

Menyiapkan Anak Menjadi Kakak (sumber: http://f.tqn.com/)
Menyiapkan Anak Menjadi Kakak (sumber: http://f.tqn.com/)

Alhamdulillah, saat ini saya sedang hamil lagi yang ke-dua (alhamdulillah, sekarang sudah sekitar 16 minggu). Ya, itu artinya, insya Allah, Hani, anak pertama saya, akan jadi (calon) kakak! Saya dan suami pastinya juga berusaha menyiapkan Hani agar dia siap menjadi seorang kakak. Cara pertama adalah dengan mengubah panggilan kami ke Hani. Dulu, saya dan suami, juga semua orang yang ada di sekitar Hani, memanggilnya dengan sebutan “Dek”. Sejak tau saya hamil lagi, saya dan suami memanggil Hani dengan sebutan “Kak atau kakak”. Saya pun meminta semua orang yang ada di sekitar Hani, seperti uti dan akungnya, pegawai di toko, om dan tantenya, untuk memanggilnya dengan sebutan Kakak. Saya pun menjelaskan kepada Hani bahwa ia dipanggil Kakak karena sebentar lagi ia akan punya adik. Adik itu lebih muda daripada Hani/kakak, jadi nanti kalau adik sudah lahir, Hani/kakak harus ikut menyayangi dan menjaganya.

Cara kedua adalah dengan membacakan Hani buku cerita mengenai kakak adik, seperti buku dari DAR Mizan berjudul “Kakak Sayang Adik” atau sekedar menunjukkan kepada Hani fotonya ketika masih berupa bayi yang lucu nan menggemaskan. Di belakangnya tentu ada pesan-pesan sponsor, bahwa dengan adanya adik nanti, kakak akan mempunyai tambahan teman, tapi teman tersebut baru bisa nangis oek oek, pipis, nenen seperti Hani ketika kecil dulu. Dan, sebagai teman adik yang baik, kakak membantu Bunda untuk nemenin adik, membantunya belajar berjalan nanti atau mengajaknya bercerita walau mungkin adik belum bisa menjawab.

Cara ketiga adalah dengan melatih kemandirian Hani.  Saya dan suami ingin, ketika adiknya sudah lahir nanti, Hani sudah jadi anak yang cukup mandiri, bisa menolong dirinya sendiri. Kami mengajarkan kepadanya aktivitas sehari-hari yang bisa dilakukan secara mandiri, seperti makan-minum, berganti pakaian, memakai sepatu, menyikat gigi, mandi, tidur sendiri. Alhamdulillah, tidak terlalu sulit untuk Hani, karena sudah dibiasakan juga sejak dulu plus diajarkan juga di sekolahnya, Tetum Bunaya. Walau kadang Hani perlu dimotivasi untuk melakukannya dengan lebih sigap hehehe :p Akhir-akhir ini, motivasi yang paling ampuh untuk Hani, ketika saya berkata, “Ayo, sudah mau jadi kakak, loh. Yuk, tunjukkin ke adiknya, Hani bisa pakai baju sendiri.” Biasanya Hani langsung semangat sambil loncat-loncat dan ngomong ke arah perut saya, “Dek, adek! Lihat nih kakak bisa pakai baju dan celana sendiri”. Semoga gak salah ya, saya motivasi dengan cara begitu xD

Cara keempat dan paling sering dilakukan adalah dengan mengajak Hani “berkomunikasi” dengan (calon) adik di perut saya, supaya ia sudah merasa terkoneksi dengan sang (calon) adik sejak sekarang. Hal ini tidak sulit untuk Hani, apalagi pada dasarnya Hani adalah seorang anak yang ceriwis (seperti ayahnya, ups haha :p). Ditambah lagi, supaya suasana “lebih ramai”, saya suka mengecil-ngecilkan suara saya dan bermain peran sebagai adik dalam perut yang menjawab setiap celotehan kakaknya. Hani sebenarnya paham sih bahwa yang menjawab adalah bundanya, dan bundanya juga mengakui ke Hani bahwa bunda yang pura-pura menjawab dan berperan jadi si adik. Jawaban-jawaban yang saya berikan pun biasanya gak asal dan gak mengandung unsur berbohong hehe. Justru kadang saya selipkan pesan-pesan di baliknya :p

Nah, tiap hari, adaaa saja yang “diperbincangkan” Hani dengan (calon) adiknya yang masih di perut. Seperti percakapan-percakapan berikut ini:

“Dek adek suka pipis gak di perut bunda?”. Saya jawab sambil mengecilkan suara, “Kalau sekarang, dedeknya belum bisa pipis, karena masih kecil sekali dan bagian tubuhnya belum lengkap, sayang”

“Dek adek suka makan anak mas gak?”, duh maklum ya anaknya pedagang snack anak mas haha. Saya jawab, “Mmmm, mungkin kalau sudah seusia Hani, adik bakalan suka. Tapi, kakak jangan makan anak mas banyak-banyak ya, kurang sehat soalnya!”

“Dek adek suka main kayak gini gak (pura-pura main ice skating pake media kardus, potongan kardus dijadikan sepatu ice skating dan diseret-seret di lantai)?” . Saya jawab, “Kayaknya, nanti adik suka. Kakak nanti ajarin adik yaa, kalo adik juga udah bisa jalan!”

“Dek adek suka kunci rumah gak? Td aku kunci rumah karena ada singa mau masuk”, imajinasinya memang luar biasa xD. Saya cuman menjawab, “Haaaa.. memangnya kakak tinggal di mana? Kok ada singaaa?”

“Dek suka loncat-loncat gak?”. Saya jawab, “Adek sukanya nendang-nendang di perut Bunda”. Gak nyangka si Hani jawab lagi, “Loh, jangan gitu dek. Itu tidak baik. Kasian Bunda”. Oh, so sweeeeet…

“Dek suka ngewarnain gak pas di perut, kayak aku?”. Saya jawab “Hmm, aku gak punya krayon kak di perut.” Hani jawab lagi, “Oh, nanti kakak belikan, ya”. Saya jawab lagi, “Asiiik, tapi gimana caranya kak ngasih krayonnya ke aku? Aku kan masih di perut. Masak Bunda disuruh nelen krayonnya dulu?”. Si (calon) kakak itu menjawab lagi, “Oh iya ya hehe. Nanti aku kasih kalo adek udah keluar dari perut Bunda ya”.

Eh, di ujung-ujungnya si kakak tiba-tiba nyeletuk “Dek adek kok bisa ngomong sih kan masih di perut?” Hahaha.

Hani oh Hani, (calon) kakak yang satu ini memang ceriwis dan menggemaskan. Mohon doanya, semoga kehamilan kedua ini dilancarkan, dan Hani nantinya bisa beneran jadi kakak yang asik dan baik hati untuk adiknya.

18 thoughts on “Mempersiapkan Hani menjadi (Calon) Kakak

  1. aiiihhhh selamat ya Hani, mau punya adik baby🙂
    Samaan nih mak, saya juga 16 minggu, anak kedua, dan anak pertama perempuan.. semoga kehamilan dan persalinannya lancar ya🙂 Ibu dan baby juga selalu sehat…

    salam kenal🙂

  2. Semoga sehat selalu yaa baby, ibu , calon kakak dan seluruh keluarga.
    Senengnya hamil lagiii, dan terima kasih share nya.. Saya bookemarked dulu ya hihi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s