Bisnis Online

#BelajarBisnis #BelajarDagang #3 Jangan Lakukan Ini di Instagram!

Halo, halo, kembali lagi di sesi #belajarbisnis #belajardagang (emangnya ada ya sesi ini? Haha, mari kita adakan saja, supaya blog ini sedikit bertema :p) Btw, semua post yang ada di tag #belajarbisnis #belajardagang adalah berdasarkan pengalaman saya ketika mulai berjualan online hingga sekarang. Kalau dihitung sih baru sekitar 3 tahun lebih jadi pedagang, masih batita hihihi. Jadi, kalau ada yang punya pengalaman lebih, ada yang kurang-kurang dari postingan ini, feel free untuk menambahkannya di komentar ya. I’ll really appreciate it.

Baca juga: #BelajarBisnis #BelajarDagang #1 Memilih Marketplace yang Tepat

Di postingan kali ini, saya mau membahas tentang hal-hal teknis seputar berjualan di Instagram. Mungkin, ada yang baru saja membuka akun Instagram untuk online shop nya dan ingin mencoba peruntungan di sana. Kalau membahas soal berjualan di Instagram sepertinya akan sangat panjang dan tidak mungkin rasanya saya membahasnya dalam satu postingan saja. Insya Allah, saya akan membuatnya berseri. Postingan pertama kali ini hanya akan membahas tentang HAL-HAL yang JANGAN DILAKUKAN ketika Anda berjualan di Instagram. Yak, TOLONG JANGAN LAKUKAN. JANGAN!

Perlu kita tanamkan kesadaran di diri kita sebelumnya, para pedagang online yang berencana jualan via Instagram, bahwa Instagram itu sebenarnya adalah aplikasi untuk berbagi foto, bukan untuk JUALAN. Foto-foto yang indah, unik, eye catching, cantik biasanya yang akan mendapatkan banyak “likes” juga komen di Instagram dan dishare ulang (aka diregram) oleh banyak orang. Instagram sejatinya bukanlah aplikasi untuk jual beli seperti Carousel, Shopee, atau aplikasi toko online dan marketplace lainnya. Jadi, jika ingin cukup sukses menggunakan Instagram dalam memasarkan jualan Anda, cobalah menjadi cukup baik dalam memanfaatkan nature Instagram, yakni berbagi foto-foto indah (yang akan saya jadikan bahasan dalam postingan berikutnya).

Begitu banyaknya yang menjual follower di Instagram. Semoga Anda tidak sampai tergiur ya :D
Begitu banyaknya yang menjual follower di Instagram. Semoga Anda tidak sampai tergiur ya😀

Selain itu, tentu saja ada hal-hal lainnya yang sebaiknya TIDAK DILAKUKAN jika Anda ingin berjualan dan memasarkan produk Anda di sana. Kalau dilakukan, bisa jadi Anda menerima punishment, dari sanksi sosial hingga sanksi berat dari Instagram itu sendiri, misalnya akun Instagram Anda dihapus! Waaa, ngeri banget kan kalo sampe dihapus. Nah, yuk, sama-sama disimak, poin-poin yang sebaiknya TIDAK DILAKUKAN di bawah ini:

  • Menamai akun Instagram jualan Anda dengan kombinasi dari kata-kata berikut ini, “Instagram”, “Insta”, “IG”, atau “Gram” atau dengan nama lain yang sudah milik brand besar tertentu dan ada trademark-nya. Dalam dokumen terbarunya (Maret 2015) di Instagram Identity Brand Guidelines, ada sebuah poin yang menyebutkan hal ini. Ada juga sebuah kasus di sekitaran tahun 2013, di mana Instagram mengirimkan e-mail kepada akun-akun yang terindikasi mengenakan kombinasi kata tersebut sebagai nama akunnya dan meminta mereka untuk mencari nama lainnya. Salah satu akun yang dikirimkan e-mail bernama Luxogram. Jika ingin membaca lebih lanjut mengenai pemanfaatan brand Instagram bisa ke website https://www.instagram-brand.com/
  • Memakai foto produk milik orang lain yang ada watermark-nya tanpa izin. Apalagi kalau sampai menimpa watermark tersebut dengan watermark kamu sendiri. Kalau ingin menggunakan foto orang lain, selalu izin terlebih dahulu. Misalkan Anda seorang reseller pun, dan ingin menggunakan foto produk dari supplier Anda maka tetap minta izin terlebih dahulu.
  • Menjiplak caption atau copywriting orang lain di Instagram dalam menjual suatu produk. Jiplak persis plek plek plek.. Produk yang dijual sama, foto yang digunakan sama, bahkan caption nya juga sama (hanya berbeda di harga dan kontak order). A BIG NO ya. Ayo kreatif, tuliskan caption-mu sendiri walau hanya sebaris kalimat.
  • Nge-tag orang lain di foto produk kita secara massal dan sembarangan. Apalagi kalo kamu gak kenal sama orang itu. Apalagi kalo produk yang kamu jual, kamu tag ke olshop lain yang jualan produk mirip atau sejenis. Foto kamu gak bakalan dilirik sama sekali Yang ada, fotonya bakalan langsung di-remove sama orang yang kamu tag.
  • Mem-posting foto produk tanpa caption, hashtag atau keterangan apapun. Bagaimana calon customer bisa mengetahui detail produknya hanya dengan melihat foto? Masih mending kalo kamu jual produk yang mainstream sehingga cukup dikenal, tanpa caption dan hashtag pun orang-orang masih bisa ngeh itu produk apa. Tapi, kalau bisa ya dihindari. Sangatlah baik jika menyertakan caption yang memikat juga hashtag yang pas, di bawah foto produk yang telah di­-posting. Perlu diingat, batasan caption yang diperbolehkan Instagram hingga 2200 karakter. Itu banyak, loh! Dan batasan hashtag atau tagar yang bisa digunakan per foto adalah 30.
  • Membeli follower IS ALSO A BIG NO NO. Buat apa kamu beli follower yang cuman “robot” atau “bot” atau hanya supaya terlihat bahwa olshop kamu sudah besar dengan follower Yakin deh, gak bakalan ada yang dikonversi ke transaksi penjualan kamu hanya dengan follower palsu. Sifat follower palsu ini biasanya tidak aktif, hanya bisa nambahin “like”. Sayang sekali jika kamu menghabiskan uang modal hanya untuk membeli fatamorgana atau sesuatu yang tidak nyata, eaaa. Oya, kamu bakalan di-blacklist juga dari paguyuban para olshop Instagram alias group olshop yang biasanya berkumpul di LINE kalau pernah ketahuan beli follower (tentang group olshop ini akan saya jelaskan lebih lanjut di postingan berikutnya). Trust me, ada aja sih yang rajin cek follower kita satu-satu, real atau gak. Oh ya, kalaupun ada yang menjanjikan dan menggaransikan (WOW) bahwa dia menjual follower asli, saran saya sih tetap hindari. Jangan sesekali membeli follower, karena ke depannya memang kurang baik untuk nama olshop kamu, apalagi kalau sudah bergabung di group-group olshop yang banyak berkumpul di LINE. Mendingan langsung membeli akun Instagram bekas olshop besar yang dijual karena BU (alias butuh uang. Nanti di postingan berikutnya, saya jelaskan juga tentang membeli akun Instagram, ya).
  • Mengiklankan dagangan kamu di bagian komen foto dari Instagram siapapun, baik di Instagram selebritis, selebgram, atau Instagram non seleb. 
    Contoh iklan yang gak nyambung di foto instagram seorang seleb.
    Contoh iklan yang gak nyambung di foto instagram seorang seleb.

    Gimana rasanya pas kamu habis posting foto tentang hal yang membuatmu senang hari ini dan kamu inginnya diapresiasi eh tiba-tiba muncul komen gak nyambung dari olshop yang isinya promosi barang dagangannya dia? Bisa jadi kamu langsung di-block, kalau lagi apes ketemu orang yang gak sabaran. Atau kamu dilaporkan secara langsung ke Instagram sebagai spam. Lagipula, komen di foto Instagram orang lain menurut saya juga tidak cukup efektif untuk membuat orang-orang lantas menengok Instagram kamu dan membeli produkmu.

  • Mengiklankan dagangan kamu di Instagram olshop lain yang jualan produk sama. Misalnya kamu jualan lidi-lidian. Kamu komen di Instagram sobatngemil yang juga jualan lidi bahwa kamu pun menjual lidi banyak rasa dengan harga murah. Gak etis aja gitu. Semoga bisa mengedepankan saling menghargai ya walaupun jualannya di dunia maya.
  • Spam/posting iklan olshop lain terlalu banyak di Instagram olshop Anda. Kalau bahasanya pedagang Instagram itu, terlalu banyak SFS (shoutout for shoutout alias saling mengiklankan produk di Instagram masing-masing. Nanti dibahas juga di postingan berikutnya). Sekedar cerita, ada loh yang dalam sehari bisa punya jadwal SFS sampai lebih dari 5 kali. Rajin sekali! Jadwal mandi aja kalah! Kalau terlalu banyak, isi Instagram kamu jadinya bukan barang jualanmu tapi iklan produk olshop lain. Calon customer yang mampir melihat Instagram kamu pun bisa jadi dibuat bingung, sebenarnya kamu jualan apa? Nah, terus terlalu banyak ukurannya bagaimana? Sebenarnya sih kembali ke nurani masing-masing aja hehe. Karena ketika saya mencari guide tentang berapa banyak limit foto yang bisa di-upload di Instagram, hasilnya tidak ada alias upload foto boleh sebanyak-banyaknya. Yang perlu diperhatikan adalah reaksi follower kamu, ketika akun Instagram kamu memposting banyak foto iklan tanpa jeda dari waktu ke waktu. Bisa jadi, ada beberapa follower yang lantas unfollow atau tidak suka dan melaporkan akun kamu ke Instagram sebagai spam. Jika banyak yang melaporkan akun kamu sebagai spam, maka ada kemungkinan Instagram akan membuat akun kamu tidak dapat memposting apapun atau bahkan menghapusnya.

Nah, itu adalah beberapa poin yang JANGAN DILAKUKAN ketika kamu berjualan di Instagram. Kamu punya tambahan lagi? Silakan tambahkan di komen ya.

Oya, jangan jadi bingung juga karena LARANGAN di atas hihihi. Jangan jadi ketakutan juga untuk memanfaatkan Instagram sebagai sarana jualanmu. Mungkin ada juga yang bertanya-tanya, kalau ini itu gak boleh, terus gimana cara saya memakai Instagram untuk berjualan? Tunggu postingan berikutnya, ya!😄

8 thoughts on “#BelajarBisnis #BelajarDagang #3 Jangan Lakukan Ini di Instagram!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s