Bisnis Online

#BelajarBisnis #BelajarDagang #4 Sebagai New Comer di Instagram, Kita Bisa…

Menunaikan janji saya di postingan sebelumnya, kini saya akan kembali membahas tentang berjualan di Instagram. Maaf ya, agak lama karena kalau lagi liburan biasanya saya memang jarang beraktivitas di depan gadget hehe. Padahal, liburan kemarin saya gak pergi ke tempat-tempat jauh, hanya bersih-bersih rumah, kumpul bersama saudara lain di rumah mertua, dan jalan-jalan ke mall. So, so banget lah hihi.

Baca juga: #BelajarBisnis #BelajarDagang #3 Jangan Lakukan Ini di Instagram!

Okay, back to topic. Yang akan jadi pokok bahasan kali ini adalah tentang “apa saja yang bisa dilakukan sebagai new comer online shop di Instagram”. Bagaimana caranya supaya kehadiran online shop baru kita diketahui mereka-mereka yang kerap membuka Instagram, gimana caranya supaya mereka gak sekedar tahu tapi juga follow dan (syukur alhamdulillah) order barang di online shop kita.

Contoh SFS keroyokan di Instagram @sobatngemil Akun @sobatngemil mengiklankan produk dari banyak online shop secara bersamaan atau keroyokan
Contoh SFS keroyokan di Instagram @sobatngemil Akun @sobatngemil mengiklankan produk dari banyak online shop secara bersamaan atau keroyokan

Langkah ini diawali dengan menentukan bagaimana kita ingin memulai online shop baru kita di Instagram. Ada dua pilihan, memulai dari benar-benar nol atau memulai dengan membeli akun Instagram lain yang sudah memiliki basis follower. Memulai dari benar-benar nol berarti kamu membuat akun Instagram itu sendiri dari awal, dari 0 post, 0 follower, dan 0 following. Tidak ada yang sulit, kamu cukup registrasi seperti biasa di Instagram, memilih nama akun yang menarik, mudah diingat, dan merepresentasikan jualanmu. Sedangkan memulai dengan membeli akun Instragram lain yang sudah memiliki basis follower, berarti kamu sudah “selangkah” lebih maju. Karena kamu tidak perlu bersusah payah mengumpulkan follower dari 0. Namun, cara ini memang membutuhkan modal cukup besar di awal. Oya, follower itu cukup penting bagi keberadaan sebuah online shop loh. Dengan jumlah follower yang banyak, biasanya lebih mudah mempromosikan produk jualan atau mendapatkan order karena dianggap dapat cukup dipercaya (trusted). Jumlah follower yang banyak juga biasanya memudahkan kita untuk menjalin kerjasama dengan online shop lain dalam hal saling bertukar iklan (SFS/Shoutout for Shoutout).

Pertanyaan selanjutnya, bagaimana caranya membeli akun Instagram? Bisa dengan mengetikkan hashtag #jualakuninstagram atau dengan menanyakannya kepada kenalan online shop yang sudah lebih dulu berjualan di Instagram.

Dan, berikut beberapa tips untuk memilih akun Instagram yang akan kamu beli: kalau bisa belilah akun Instagram bekas sebuah online shop. Karena follower dari akun Instagram tersebut pastinya sebagian besar sudah terbiasa berbelanja dan menjadi customer dari online shop di Instagram. Mereka juga biasanya sudah terbiasa dengan spam iklan SFS dari online shop. Lebih beruntung lagi jika kamu bisa membeli akun Instagram bekas online shop yang produk jualannya setipe dengan produk yang akan kamu jual. Jika sulit mencari akun Instagram bekas online shop, maka tidak mengapa membeli akun Instagram yang publik (sifatnya hanya memberi info-info atau lawakan segar, seperti akun @dagelan atau akun @infoBLABLA lainnya). Pada umumnya akun publik seperti ini sudah memiliki jumlah follower yang besar dan diberandol dengan harga yang fantastis. Bisa juta-an bahkan puluhan juta tergantung jumlah follower yang dimiliki.

Tips kedua, jangan langsung tergiur dengan jumlah follower yang dimiliki akun yang hendak dibeli. Cek sebagian besar (tidak usah semua) follower akun tersebut. Caranya dengan mengklik follower akun tersebut dan scroll ke bawah, perhatikan apakah yang menjadi follower kebanyakkan adalah akun dengan nama-nama luar negeri dan tidak ada fotonya? Kalau iya, bisa jadi itu fake follower. Cara lainnya yang sedikit merepotkan adalah kamu bisa klik profil sebagian besar dari follower akun tersebut. Lihatlah apakah mereka aktif ber-Instagram yang ditandai dengan adanya postingan foto lebih dari satu atau justru akunnya kosong tanpa post? Bisa jadi itu juga fake follower.

Tips ketiga, setelah memastikan tidak ada fake follower, pastikan juga bahwa bekas akun yang akan kamu beli itu tidak memiliki hutang kepada followernya, baik hutang jualan atau lainnya. Gak masalah menanyakan alasan kenapa hendak menjual akunnya. Gak masalah juga jika kamu memerhatikan terlebih dahulu aktifitas akun yang akan dibeli selama beberapa hari. Liat di bagian komentar foto, apakah ada komplen atau tidak.

Tips keempat, mintalah pemilik akun Instagram yang hendak kamu beli untuk membersihkan post-post yang pernah ada, following (bukan follower) dan bio instagramnya. Supaya ketika sudah ada kesepakatan pembelian, akun Instagram tersebut bisa langsung digunakan.

Tips kelima, jangan lupa mengganti email, password, username akun Instagram yang kamu beli. Jika sudah, segera posting beberapa produk jualanmu di Instagram. Jika sudah pernah berjualan di tempat selain Instagram, bisa juga posting testimonial dari customer yang pernah membeli produknya.

***

Wah, gak kerasa bahasan tentang memulainya saja sudah cukup panjang. Belum selesai sampai di situ saja, loh. Yang menjadi PR selanjutnya, terutama untuk yang memulainya dari benar-benar 0 adalah bagaimana untuk memberi tahu orang lain tentang keberadaan toko barumu, mendapatkan follower, dan orderan? Berikut ini adalah hal-hal yang bisa kamu lakukan.

  • Meminta endorsement dari seleb yang ada di Instagram atau selebgram (selebgram itu bukan seleb, tapi follower-nya di Instagram sangat banyak, lebih dari 50.000, sehingga biasa dijuluki selebgram). Caranya dengan mengirimkan produk jualan kita ke seleb tersebut dan memintanya mengiklankan di akun Instagram mereka. Cara menghubungi para seleb ini bisa dengan mengontak CP yang biasa dicantumkan di bio Instagram mereka, bisa juga mengirimkan direct message via Instagram, atau dengan bergabung dengan group online shop yang biasa mengkoordinir endorsement para artis dan mengikuti rules yang diberikan. Jangan kaget, kadang ada seleb yang tidak hanya meminta produk endorsement tapi juga meminta fee berupa sejumlah uang supaya produk kita “diiklankan” di Instagram mereka. Pintar-pintar ya memilih seleb untuk dimintai endorsement. Kalau bisa seleb tersebut “sesuai” karakteristiknya dengan produk yang kita jual. Misal, untuk seleb yang sudah memiliki anak, produk-produk seperti mainan edukatif, cemilan sehat untuk anak adalah produk yang sesuai untuk di-endorse oleh mereka.
Contoh endorsement dari seleb atau selebgram. Endorsement ini biasanya cukup berpengaruh menambah jumlah follower dan orderan
Contoh endorsement dari seleb @tyasmirasih dan selebgram @iymel. Endorsement ini biasanya cukup berpengaruh menambah jumlah follower dan orderan
  • Mengikuti program paid promote atau paid keroyokan yang diselenggarakan oleh seleb atau selebgram atau online shop dengan jumlah follower di atas 50.000. Yang dimaksud dengan paid promote, biasa disingkat PP, adalah promosi berbayar. Kamu membayar sejumlah uang tertentu untuk mempromosikan produk jualanmu di Instagram penyelenggara paid promote. Besarnya bayaran tergantung kebijakan penyelenggara paid promote. Bayaran yang ditarik biasanya untuk satu kali iklan. Apakah iklan tersebut nantinya dihapus atau tidak, di-post pada jam berapa, tergantung juga pada kebijakan penyelenggara paid promote itu sendiri. Misalkan, jika kamu ingin produkmu dipromosikan di @sobatngemil (dengan follower 80.000), maka besarnya biaya promosi yang harus dibayarkan adalah Rp 70.000 sekali post. Produk kamu akan dipost di akun Instagram @sobatngemil sendiri. Postingan dari paid promote akan dihapus setelah 24 jam. Jadwal post iklan jam berapa bebas ditentukan oleh kamu asalkan tidak bentrok dengan jadwal iklan lainnya. Jarak antara iklan satu dengan lainnya minimal 30 menit. Itu adalah contoh-contoh peraturan yang biasa diterapkan ketika paid promote. Peraturan tersebut bisa berbeda-beda tergantung kebijakan penyelenggara paid promoteSedangkan paid keroyokan atau biasa disingkat PK cukup mirip dengan PP namun sedikit berbeda. Sejumlah uang tertentu kamu bayarkan supaya produkmu dipromosikan tidak hanya di satu akun Instagram saja, melainkan di banyak akun Instagram lainnya. Biasanya paid keroyokan ini diselenggarakan oleh sebuah online shop yang sering mengikuti grup SFS (saling iklan) dengan online shop lain. Biasanya paid keroyokan akan lebih berpengaruh daripada paid promote, karena produkmu diiklankan tidak hanya di online shop penyelenggara paid keroyokan, namun juga di akun online shop lainnya yang bekerjasama SFS dengan penyelenggara. Misalkan, kamu membayar Rp 75.000/post untuk ikut paid keroyokan dengan @sobatngemil Maka @sobatngemil akan bertanggungjawab untuk mencarikan slot iklan di grup SFS keroyokan. Di grup SFS keroyokan umumnya ada sekitar 20-30 online shop lainnya. Nah, selain diposting oleh @sobatngemil maka produkmu juga akan diiklankan oleh 20-30 online shop lain yang bergabung dalam grup SFS tersebut. Mereka akan mengiklankannya di Instagram mereka masing-masing. Apakah penjelasannya cukup bisa dimengerti? Sebenarnya sih cara paling ampuh untuk memahaminya adalah dengan langsung terjun menjalaninya hehe.
  • Bergabung dengan grup SFS online shopDi grup SFS ini, kamu dapat saling mengiklankan produk jualan dengan sesame online shop yang follower-nya setara denganmu. Oya, jangan lupa juga untuk meng-install aplikasi LINE ya via playstore, karena biasanya grup-grup SFS ini akan saling bertukar informasi jadwal SFS (beriklan) di LINE. Grup SFS, dibagi-bagi ke beberapa kelompok, misalkan online shop dengan follower di bawah 10.000, 20.000-50.000, di atas 100.0000, di atas 200.000, dan lain-lain. Ada juga grup SFS yang dibagi berdasarkan kategori, misalkan untuk online shop dengan produk fashion muslim, food and snack, walau ada juga yang kategorinya campur dan pembagian hanya berdasarkan jumlah follower. Coba cek beberapa Instagram dari grup SFS berikut ini: @sfsfamily@gruptokomuslim @sfspretty.management dan masih banyak lainnya.  
Grup SFS online shop yang saya ikuti ada 4. Di setiap grup biasanya ada informasi mengenai jadwal SFS
Grup SFS online shop yang saya ikuti ada 4. Di setiap grup biasanya ada informasi mengenai jadwal SFS
  • Membuat Instagram-mu private atau tidak? Kembali ke masing-masing pribadi kalau urusan ini. Saran saya, jika target kamu di awal adalah mengumpulkan follower sebanyak-banyaknya terlebih dulu, maka ada baiknya akun Instagram kamu di-private, terutama jika sedang ada jadwal paid promote, paid keroyokan, atau endorsement. Jika akun Instagram di-private maka calon customer akan penasaran dan cenderung mem-follow akun Instagram kamu tanpa diminta. Jika akun Instagram kamu tidak di-private biasanya orang “hanya” akan melihat-lihat akun Instagram-mu sepintas lalu dan bisa jadi lupa untuk mem-follow. Yang saya lihat penambahan follower dari akun Instagram yang di-private biasanya akan lebih cepat daripada yang tidak di-private. Namun yang perlu diingat adalah segera terima berapapun follow request yang masuk, jangan sampai lebih dari dua hari kalau bisa, karena bisa jadi calon customer kamu sudah hilang minat bahkan lupa, jika kamu terlalu lama menerima follow request.
  • Cara lain untuk mendapatkan follower adalah dengan mem-follow terlebih dahulu target customer Dan tinggalkan sedikit komentar saja di salah satu fotonya. Komentar tentang fotonya baru disusul komentar perkenalan tentang online shop kamu. Misalkan begini, “Wah, bajunya bagus sekali. Btw, kalau berkenan mbak juga bisa cek Instagram kami, ada baju-baju muslimah merk terkenal yang juga cantik dan trendy. Terimakasih”. Cara ini biasanya berhasil untuk target yang followernya belum banyak (karena sama-sama cari follower kali yaa). Dan tidak disarankan untuk target dengan follower yang cukup banyak atau sudah “ramai” komentar dari online shop di postingannya.
  • Usahakan fast response. Atau jika tidak bisa, tuliskan di bio Instagram-mu mengenai jam kerjamu. Sebenarnya ini adalah salah satu PR juga untuk @sobatngemil hehe. Untuk bisa lebih fast response dalam melayani pembeli. Jika kamu fast response biasanya akan lebih mudah mendapatkan closing. Para customer akan puas dan memutuskan untuk order di kamu.
  • Menggunakan foto, caption menarik dan hashtag yang pas di setiap foto produk jualan. Jika kamu memutuskan untuk tidak mengunci (me-lock atau mem-private) akun Instagram-mu, maka jangan sampai lupa gunakan hashtag di setiap caption­- Karena masih ada beberapa orang yang mencari produk melalui hashtag Instagram. Jangan lupa, jumlah hashtag maksimal per foto adalah 30. Contoh penggunaan hashtag jika kamu berjualan fashion muslim adalah: #fashionmuslim #fashionmuslimah #jualjilbab #jualgamis #gamissyari dan lain sebagainya.
  • Posting testimonial yang kamu dapatkan. Testimonial akan menjadi salah satu nilai jual kamu. Jika kamu pernah berjualan di tempat lain selain Instagram dan mendapatkan testimonial, tidak ada salahnya diposting juga di akun Instagram. Jika kamu juga pernah mendapatkan endorsement dari seleb, maka posting juga endorsement Ya, supaya calon customer tahu bahwa online shop kamu dapat dipercaya
  • Jangan terus-terusan posting foto jualan. Sesekali posting foto atau video yang unik, lucu, menghibur, bermanfaat.
    Contoh postingan #selingan #generasi90an di Instagram @sobatngemil Lihat bagaimana reaksi para follower di bagian komentar :D
    Contoh postingan #selingan #generasi90an di Instagram @sobatngemil Lihat bagaimana reaksi para follower di bagian komentar😀

    Jika isi Instagram kamu adalah produk jualan semua, biasanya follower akan bosan. Jika ada yang menarik dari konten postingan kamu, biasanya orang akan dengan sukarela men-tag atau me-mention temannya dan itu berarti “promo gratis” juga terhadap online shop Contoh: biasanya @sobatngemil punya hashtag #selingan atau #generasi90an dan akan posting foto-foto unik dari zaman dulu, seperti lagu anak-anak yang terkenal di era 90an, perbandingan foto artis ketika di era 90an dan fotonya saat ini, dll.

Okay! Saya kira cukup segini dulu. Semoga cukup membantu untuk kamu-kamu yang masih new comer online shop di Instagram. Saya juga masih terus-terusan belajar nih supaya bisa cukup maksimal memanfaatkan Instagram. Btw, kalau ada yang mau ditambahin, ditanyakan, didiskusikan silakan ya!

2 thoughts on “#BelajarBisnis #BelajarDagang #4 Sebagai New Comer di Instagram, Kita Bisa…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s