Catatan Hati · Cuap Cuap · travelling

Liburan ke Taman Safari Indonesia

Percaya gak percaya, sampai usia segini (hampir kepala 3), saya belum pernah menjejakkan kaki ke Taman Safari Indonesia. Suami sampai mengasihani saya, “selama ini Bunda mainnya ke mana aja, ke mall ya?”, ledek dia. Karena itulah, saya sangat antusias dan sangat sangat ingin pergi jalan-jalan ke Taman Safari (melebihi keinginan anak balita saya haha). Alhamdulillah, impiannya kesampaian juga tanggal 3 Februari yang lalu. Awalnya, agak khawatir ketika merencanakan jalan-jalan di awal Februari karena alasan cuaca. Tapi, tetap dijadikan juga karena sekalian dijadikan sebagai momen merayakan wedding anniversary yang ke-5 dan early birthday gift untuk si bocil yang akan berusia 4 tahun di bulan yang sama.

HARI PERTAMA, RABU, 3 FEBRUARI 2016

Paginya saya dan suami masih sempat mengantar bocil bersekolah. Maklum, jadwal liburan yang kami ambil bukan pas weekend, tapi pas weekday karena menghindari keramaian yang pasti akan timbul di weekend. Kenapa gak izin dari sekolah aja sesekali? Nah itu, bocil saya ini sangat suka bersekolah. Rajin luar biasa deh. Dari awal masuk sekolah, gak pernah dia gak masuk, walaupun lagi sakit juga tetep minta masuk sekolah! She loves school soooo much. Mirip bapak’e yang rajin banget kerjanya. Istrinya nyuruh cuti sesekali biar bisa liburan tapi gak pernah dikabulkan permintaannya (hahaha, you wish).

Restoran Cimory Riverside View

Untungnya sekolah bocil mulai dari jam 07.30 pagi dan selesai jam 09.30. Sepulang dari sekolah, kami langsung cuss melewati tol Cijago. Wih, pak suami ngebut banget deh nyetirnya, kalo gak salah belum sampe dua jam kita dah sampe di kawasan Puncak. Nah, karena sudah lapar, kami memutuskan berhenti dulu di restoran Cimory Riverside, jalan raya Puncak, sebelum check-in di hotel. Kalo dari arah Cijago, Cimory Riverside ini berada di pinggir kanan jalan. Sekedar tambahan info, resto Cimory ini ada dua, satu lagi resto Cimory Mountain View, yang masih maju lagi beberapa ratus meter dari Riverside View dan berada di pinggir kiri jalan kalo dari arah Cijago.

Tempat parkirnya cukup luas dan begitu saya masuk ke dalamnya, wooow, tidak menyangka ternyata areanya pun lebih luas dari perkiraan saya. Disambut oleh patung sapi di depan, saya langsung mengajak bocil untuk foto bersama terlebih dulu. Narsis gak boleh lupa dong ya😀

Foto di Cimory Riverside
Foto di Cimory Riverside

Saya dan suami memilih tempat duduk yang berada di pinggiran, supaya bisa melihat aliran sungai Ciliwung. Udaranya juga cukup segar karena masih ada pepohonan di sekitar sungai. Enak banget deh, bikin relax. Benar-benar sesuai sama namanya “Riverside View”.

Kami lalu memesan beberapa makanan. Untuk menu makanan yang disajikan bermacam-macam, mulai dari masakan Indonesia hingga masakan barat. Untuk minuman yang disajikan juga bermacam-macam, yang pasti banyak pilihan minuman dengan variasi susu dan yogurt. Harganya? Menurut saya normal untuk restoran sekelas Cimory. Harga makanan dimulai dari Rp 25.000. Dan harga minuman dimulai dari Rp 8.000

Selesai makan, kami mencari tempat salat terlebih dahulu di area restoran. Tidak menyangka, kami justru menemukan banyak spot menarik di resto tersebut. Di pojok sebelah kanan resto ada Chocomory, toko yang menjual beragam produk coklat olahan juga produk-produk Cimory sendiri seperti susu dan yogurt. Selain itu ada juga beberapa souvenir berupa boneka-boneka sapi yang dijual. Turun satu lantai dan belok sedikit ke kanan, ada outdoor playground untuk anak-anak. Dihiasi dengan payung warna-warni yang digantung di atasnya, outdoor playground ini menjadi bertambah manis. Gratis-gratis saja main di sana. Wah, si bocil senang sekali! Di lantai yang sama, tapi di area yang berada di dekat Sungai Ciliwung, ada sebuah tempat permainan indoor seperti Timezone di mall-mall. Saya membeli beberapa koin untuk si bocil yang masih saja senang bermain mesin yang hanya bisa goyang-goyang “semacam odong-odong”. Lalu, sisa koinnya dihabiskan dengan sia-sia oleh saya dan suami yang bermain claw machine dan berharap bisa mendapatkan es krim gratisan dari mesin itu haha.  Selain ke area permainan tersebut, tak lupa juga, kami menyempatkan diri untuk berfoto bertiga dengan latar belakang sungai Ciliwung xD

dicimorypinggir
Masih di Cimory Riverside

Royal Safari Garden Resort & Convention

Kami sekeluarga memilih menginap di Royal Safari Garden (RSG) Resort & Convention. Kenapa di sana? Karena beberapa pertimbangan seperti lokasi yang cukup dekat dengan tujuan utama kami yakni Taman Safari, adanya potongan harga tiket masuk ke Taman Safari jika menginap di RSG (iya, pengelola RSG itu sepertinya masih satu group sama Taman Safari), dan juga karena adanya potongan untuk menginap di RSG dari Groupon hingga 55% ketika itu (ngincer diskonan dong tetep!).

Hanya bermodalkan googling sekejap di internet, akhirnya kami sekeluarga memutuskan mengambil Superior Room di RSG dan menginap selama 2 hari 1 malam. Biayanya sekitar Rp 566.000 sudah dipotong sama diskon. Harga normal yang tertera di Groupon untuk menginap di Superior Room selama semalam adalah Rp 1.131.350. Lumayan juga ya walau semalam. Tapi saya pikir, “it’s ok” lah, mungkin kamar dan fasilitasnya bagus secara RSG itu bintang 4 kalo ngeliat dari logo hotelnya.

Tapi, pas udah sampe ke kamarnya, jeng jeng jeng jeng, aseeli saya super kaget karena kamarnya tidak se-okaaai yang saya bayangkan sebelumnya. Yang paling bikin nganga adalah karena tidak ada fasilitas AC di dalam kamar. Dan, bantal yang kami dapatkan ternyata hanya 2 bantal kepala untuk tidur. Gak ada guling, huhuhu! Langsung terbersit sedikit rasa menyesal ketika itu. Saya bertanya-tanya dalam hati, apa salah memilih kamar ya. Mungkin memang hanya Superior Room yang gak ada AC-nya. Tp kok bandrol harganya mihil bingit untuk semalam haha.

Ya sudahlah, akhirnya berusaha untuk ikhlas, apalagi nginepnya juga cuman semalam. Dan, alhamdulillah sodara-sodara, ternyata ketika malam datang, kami sekeluarga bisa bertahan tanpa AC daaaan.. sepertinya AC bukan sesuatu yang vital atau sangat dibutuhkan, karena udara ketika malam di sana sangat sangat dingin. Seriously, saya kedinginan, dan di pagi harinya juga masih saja udaranya dingin.

Penyesalan juga cukup terkikis dengan adanya potongan harga tiket masuk Taman Safari dari RSG. Tiket masuk Taman Safari yang kami dapatkan jadi Rp 100.000/orang dari normalnya Rp 150.000/orang dewasa dan Rp 140.000/anak. Lumayan berhemat Rp 140.000 (untuk 2 dewasa dan 1 anak). Oh ya selain itu, hal lainnya yang mengasyikkan dari RSG adalah fasilitas yang ditawarkan. Fasilitasnya memang oke punya!

Water Splash, ada kolam air hangatnya juga loh untuk anak-anak
Water Splash, ada kolam air hangatnya juga loh untuk anak-anak

Salah satunya, RSG punya kolam renang bernama “Water Splash” yang bagus dan free entry loh untuk para tamu RSG. Kami sempat menjajal kolamnya. Di area kolam renang tersebut ada beberapa kolam yang dipisah berdasarkan kedalaman kolamnya. Ada juga mainan-mainan seru di area kolam, seperti perosotan, tembakan air, dll. Ada juga kolam air hangat untuk anak-anak. Waw, bocil senang sekali berendam di kolam air hangat haha. Selain Water Splash, ada beberapa fasilitas gratis lainnya untuk para tamu RSG, yakni Taman Burung, Agrifood (nursery bagi tanaman organik), juga Reptile Island. Fasilitas lainnya seperti mini golf, animal ride, animal show, kids outbond, kapal kayuh itu berbayar. Sayangnya karena sampai di RSG siang hari menjelang sore, kami hanya sempat mencoba Water Splash saja yang memang tutup sampai jam 17.00. Ketika ingin mencoba Taman Burung sudah tidak bisa, karena sudah tutup terlebih dahulu pada jam 16.00.

So, saran saya, kalo memang mau cari penginapan di sekitar Taman Safari, dan cuman nginep semalam aja, terus cari harga yang paling masuk akal, juga mencari potongan tiket masuk ke Taman Safari, cukup lah menginap di Superior Room di RSG hihihi..

HARI KEDUA, KAMIS, 4 FEBRUARI 2016

Ya, inilah hari yang ditunggu-tunggu! Setelah selesai sarapan di RSG dan check out, kami segera meluncur ke Taman Safari menggunakan mobil pribadi. Awalnya sih berpikiran ingin tur keliling Taman Safari menggunakan bis yang disediakan karena bisa sekalian mendapatkan penjelasan dari pemandu wisatanya. Namun niat tersebut urung dilaksanakan karena mendapatkan info dari petugas di pintu masuk bahwa jika berkeliling menggunakan bis maka kami tidak bisa ikutan memberikan makan kepada hewan-hewan yang dilepas bebas di area Taman Safari. Kami ingin ikutan memberi makanan karena makanannya sendiri berupa bundelan wortel sudah kami beli di jalanan menuju Taman Safari. Yes, banyak pedagang pinggir jalan yang jual wortel-wortel untuk makanan hewan di Taman Safari.

Minta makan dong!!
Minta makan dong!!

Kami lantas menyusuri area Taman Safari di mana hewan-hewan dilepas begitu saja di alam. Benar-benar pengalaman yang sangat seru! Kami menjumpai banyak hewan dan juga memberi makan mereka dari dalam mobil. Pertama adalah area hewan-hewan yang memang pemakan tumbuhan atau paling tidak cukup “jinak”, seperti rusa, zebra, gajah, unta, lamaa, tapir, kuda nil, dll. Di area ini yang paling heboh meminta makanan bahkan sampai ngiler-ngiler (ilernya netes ke kaca mobil huaaa) dan sampai tendang-tendangan (iya, tendang-tendangan beneran loh! kami sekeluarga sampe ketawa-tawa geli ngeliatnya) adalah ZEBRA! Ampun deh tuh zebra, mana minta makanannya agak “maksa” kayak preman haha. Trus temennya ditendang pula xD Pawangnya aja sampai turun ke jalanan juga untuk kasih instruksi ke zebra-zebra tersebut agar tidak terlalu agresif. Kalo yang doyan ngiler itu lamaa, berapa kali kaca mobil kami diilerin sama mereka haha. Terus ada juga hewan semacam rusa yang membenturkan tanduknya ke mobil kami minta makanan. Huaaa. Langsung deh pak suami berusaha kabur. Gak banget kan kalo mobil penyok karena ditanduk hewan xD Seru dan mengesankan lah di area ini. Setelah itu, kami memasuki area hewan-hewan buas. Auuuum. Wkwkwk. Mau masuk dan keluar area ini pasti selalu ada pintu berlapis yang otomatis bisa membuka dan menutup jika ada kendaraan. Di sisi kiri kanan jalan kami melihat hewan-hewan seperti harimau sumatera, harimau bengal, singa, dan sejenisnya. Ada hewan yang tidak dikandangin, tapi pastinya ada pemisah berupa sungai atau lubang yang cukup dalam antara area mereka dengan jalanan yang dilalui mobil pengunjung. Ada juga hewan yang ditempatkan dalam kandang kaca super besar. Melewati area ini cukup cepat karena suasananya juga sedikit mencekam (lebay haha).

Setelah puas mengitari area Taman Safari dengan mobil, kami lalu berhenti dan parkir di Plaza Gajah. Dari Plaza Gajah, hanya berjalan sekitar 5 menit menuju tujuan berikutnya, yakni Baby Zoo. Masuk ke Baby Zoo gratis, hanya saja harus membayar jika ingin berfoto bersama bayi hewan di sana. Saya memilih foto bersama bayi orangutan dan membayar Rp 25.000. Si bocil agak-agak takut ketika diajak berfoto bersama. Sepertinya sih, orangutannya juga agak malas diajak foto bareng. Mungkin dia lelah dan bosan menghadapi manusia-manusia narsis seperti saya haha.

Selain mengunjungi Baby Zoo, kami juga menonton berbagai pertunjukkan binatang di sana. Sebelumnya kami sudah melist pertunjukkan apa saja yang ingin ditonton dan jam pertunjukkannya. Info tersebut bisa didapat dari peta Taman Safari yang kami dapatkan sebelumnya di RSG. Pertunjukkan pertama yang kami tonton adalah pertunjukkan singa laut. Pertunjukkan berlangsung sekitar 15-20 menit. Singa laut ini lucu sekali, mereka bisa berdansa, bermain bola, lompat sangat tinggi, bertepuk “tangan” dengan siripnya, dll. Mereka diberi hadiah ikan-ikan kecil dari pelatihnya setiap berhasil melakukan misi. Mereka juga suka mencium-cium pipi pelatihnya.

Singa Laut dan pelatihnya
Singa Laut dan pelatihnya

Selain pertunjukkan singa laut, kami juga menonton pertunjukkan harimau, various animal, gajah, dan lumba-lumba. Di pertunjukkan lumba-lumba kami terlambat. Akhirnya hanya saya dan bocil saja yang bisa menonton pertunjukkan lumba-lumba. Suami gak kebagian nonton karena area sudah penuh jadi tidak boleh masuk. Suami telat karena harus memarkir mobil dahulu. Saya dan bocil bisa menonton namun terpaksa berdiri di pinggir kolam karena tidak dapat tempat duduk. Kena cipratan air berkali-kali gara-gara lumba-lumbanya lompat tinggi pula haha. Pertunjukkan harimau juga termasuk pertunjukkan yang sangat ramai penonton. Jadi kalau ingin mendapatkan tempat duduk di pertunjukkan ini, kalian sudah harus take tempat di sana paling tidak 30 menit sebelum acara dimulai. Dan ternyata oh ternyata, pertunjukkan ini sangat ramai karena harimaunya zoo keeper-nya keren-keren body-nya. Ya penarik kaum hawa banget lah zoo keeper-nya.

Zoo keeper dengan harimaunya
Zoo keeper dengan harimaunya

Pertunjukkan lain yang gak kalah menarik adalah pertunjukkan gajah. Ini adalah pertunjukkan terakhir yang kami tonton sebelum pulang kembali ke Depok. Pertunjukkan gajah sedikit berbeda dengan lainnya, karena ada jalan ceritanya. Ada dramanya. Pertunjukkan berkisah tentang manusia versus sekumpulan gajah. Manusia membuat kerusakan pada alam sehingga gajah-gajah tidak memiliki tempat berlindung juga tempat mencari makan. Segerombolan gajah mengamuk lalu mendatangi kampung penduduk. Para penduduk kampung pun berusaha melawan dengan menakuti gajah menggunakan api, senjata tajam juga lainnya. Sedihlah. Lalu pembawa acara pun menanyakan kepada penonton, bagaimana solusinya. Apakah melukai gajah adalah solusi yang terbaik. Di akhir pertunjukkan, juga ada demo gajah melukis baju. Lalu baju tersebut dijual kepada penonton. Penonton yang membeli baju tersebut akan mendapatkan kalung bunga dari gajah. Uang pembelian baju akan dijadikan donasi untuk perawatan dan perlindungan gajah.

Gajah sedang melukis baju
Gajah sedang melukis baju

Hal-hal lain yang sangat kami sukai ketika berkunjung ke Taman Safari selain melihat pertunjukkan adalah berkeliling ke kandang-kandang binatangnya. Kami mengunjungi kolamnya Penguin Humboldt. Saya dan bocil sangaaat suka melihat mereka berenang-renang. Kalo lagi renang di permukaan air penguinnya kok agak-agak mirip bebek ya. Tapi kalo sedang menyelam baru terlihat seperti penguin hehe. Penguin-penguin ini dibedakan satu dengan lainnya melalui gelang warna-warni yang dipasangkan di sirip mereka. Oya penguin Humboldt ini ternyata jenis penguin yang bisa hidup di negara subtropis, jadi mereka tidak memiliki masalah ketika harus hidup di negara seperti Indonesia. Walaupun pastinya kondisi kolam tempat Penguin Humboldt ditempatkan juga pastinya disesuaikan ya.

penguin1 penguin2

Oya satu lagi yang gak akan saya lupakan adalah pengalaman mendaki gunung lewati lembah (halah lebay haha) ketika akan melihat air terjun Jaksa di Taman Safari. Suami sangat berambisi menunjukkan the real air terjun ke bocil. Dan saya pun (memaksakan diri)  mengikuti mereka berdua. Padahal saya lagi hamil 6 bulan, perut udah rada gede, dan badan udah mulai berasa berat. Perjuangan banget rasanya untuk pergi ke air terjun. Saya dibantu dengan sebuah payung besar yang saya jadikan semacam tongkat untuk menopang tubuh saya supaya cukup kuat berjalan menanjak. Alhamdulillah, saya berhasil melakukannya! Hore! Walau dengan nafas tersengal-sengal dan sudah sedikit berkunang-kunang. Emang bumil ngoyo ya haha.

Alhamdulillah nyampe juga!
Alhamdulillah nyampe juga!

Overall, sungguh sangat berkesan berlibur ke Taman Safari. Hadiah wedding anniversary yang sangat manis di tahun ke-lima pernikahan kami! Kapan-kapan mau lagi lah ke Taman Safari, tapi mau nyobain yang di Malang hihi.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s