Catatan Hati · Cuap Cuap · Parenting

Agar Liburan di Rumah Tetap Menyenangkan!

“Libur telah tiba, libur telah tiba, hore hore horeee!” sepertinya lagu yang tepat untuk disenandungkan saat ini. Liburan adalah saat yang menyenangkan dan sangat dinanti semua orang.

Banyak yang sudah mengisi libur lebaran dengan mudik ke kampung halamannya. Ada juga mungkin yang bepergian ke luar negeri kemudian lebaran di sana. Tapi pastinya ada juga beberapa yang mengisi liburan di rumah saja, tidak mudik karena tidak punya kampung halaman, atau karena malas menghadapi arus mudik yang luar biasa atau seperti saya yang tidak bisa terlalu lama menghabiskan waktu di luar rumah karena baru saja mempunyai bayi. Tahun ini, saya dan keluarga hanya ke Kemayoran saja (tempat tinggal ortu dari suami), ke rumah adik dan ibu saya di Sawangan, dan mungkin sesekali pergi ke mall. Selebihnya? Di rumah saja.

Buat saya dan suami sebenarnya tidak terlalu masalah jika liburan di rumah saja. Kami berdua bisa menghabiskan waktu di malam hari dengan menonton serial film favorit seperti Once Upon a Time, memasak bersama, membersihkan rumah atau lainnya. Tapi karena kami juga memiliki anak usia 4 tahun yang lagi aktif-aktifnya, yang menjadi perhatian kami adalah bagaimana membuat dia tidak bosan menghabiskan waktu di rumah. Terlebih saat liburan ini, teman-temannya di lingkungan rumah juga pada mudik. Dia yang biasanya suka bertamu ke rumah tetangga dan main di sana berjam-jam sudah tidak bisa lagi melakukannya. Waduh, bisa-bisa tiap hari bakalan ada drama nangis-nangis dari si bocah nih, “Aku ngapain lagi? Kegiatanku apaaa?” First world problem buat Hani lah ini haha.

Saya pun mencoba memutar otak, kegiatan apa saja yang bisa dilakukan bersama Hani supaya liburannya di rumah tetap menyenangkan. Beberapa hal di antaranya adalah:

– Quick play. Mengajak Hani bermain atau melakukan kegiatan menyenangkan yang tidak membutuhkan persiapan banyak. Biasanya quick play yang saya lakukan memanfaatkan alat atau bahan ala kadarnya yang ada di rumah. Biasanya berupa kegiatan fisik atau yang melatih motorik kasar, walau ada juga yang melatih motorik halus.

image
Quick play. Bermain pattern puzzle dengan memanfaatkan stik es krim

Contoh quick play yang pernah saya lakukan bersama Hani adalah: bermain bowling dengan memakai segala jenis botol yang ada di rumah sebagai pin (botol bedak, minyak telon, sabun cair, shampoo, deodoran dll), bermain lempar bola ke gawang dari kursi plastik, bermain pattern puzzle dengan menggunakan stik es krim dll. Kegiatan quick play ini bisa bervariasi tergantung kreatifitas kita memakai alat dan bahan di rumah untuk bermain.

– Bermain dengan gadget. Saya bukan orang tua yang anti gadget. Berhubung kerjaan saya adalah seorang pedagang online, pastinya setiap hari saya selalu memegang gadget. Dan anak saya pasti gak mau ketinggalan. So, daripada melarang dan membuat anak penasaran, “Kok bunda pegang HP sama laptop tiap hari tapi aku gak boleh”, maka saya izinkan pemakaian gadget dengan batasan akses dan waktu. Apa yang Hani mainin di HP dan laptop saya, harus atas izin dan sepengetahuan saya. Hani saya ajak memilih ingin menginstall aplikasi yang mana, saya biasanya akan me-review-nya dulu. Jika bagus dan mengandung nilai edukasi, saya install-kan aplikasinya. Lalu saya ajarkan dia cara bermain dan mendampinginya. Jika sudah bisa, biasanya saya lepas dia bermain sendiri tapi saya beri batasan waktu. Biasanya 30 menit – 1 jam setiap harinya. Beberapa aplikasi yang Hani mainkan, turut membantu dia mengembangkan kemampuannya loh.

image
Salah satu mini game di Marbel Spesial Ramadan. Anak belajar tentang kegiatan yang dilakukan saat Ramadan, seperti pembagian zakat. Anak belajar siapa saja yang berhak menerima zakat.

Contohnya aplikasi Marbel Belajar Menulis. Bisa dibilang aplikasi ini yang cukup membantu Hani dalam belajar menulis secara otodidak. Aplikasi-aplikasi lainnya yang pernah Hani mainkan dan menurut saya cukup bagus antara lain: Marbel Belajar Huruf, Marbel Spesial Ramadan, Ayo Berpuasa. Kalau di laptop, saat ini Hani lagi senang bermain puzzle dengan aplikasi Microsoft Jigsaw.

– Bermain dengan mainan edukasi yang sudah jadi (alias dibeli). Gak perlu repot menyiapkannya. Hanya saja harus rela keluar uang untuk membelinya.

image
Variform pattern puzzle. Anak bermain membuat pattern sesuai gambar yang ada di kartu. Game ini bisa juga dimainkan orang dewasa loh.

– Pretend play. Bermain peran. Bermain pura-pura atau bermain dengan imajinasi. Hani cukup sering melakukannya. Skenario yang sering dimainkan antara lain adalah berpura-pura melakukan kegiatan jual beli, masak memasak, memperbaiki kendaraan, main rumah-rumahan, berpura-pura naik motor lalu kehujanan dan berteduh.

– Menonton. Ya ya yaa, saya juga bukan orang tua yang anti terhadap tontonan anak. Saya mengizinkan Hani menonton TV atau video Youtube, tapi hanya tayangan tertentu yang sudah lolos sensor saya wehehe. Biasanya yang Hani tonton itu kartun-kartun yang ada di MnC dan Global setiap pagi, Upin Ipin, Paw Patrol, Super Wings. Tapi gak semua kartun saya izinkan untuk ditonton oleh Hani. Kartun seperti Sp*ngebob, M*nk, Tom and Je**y tidak saya izinkan. Tidak semua kartun itu cocok untuk ditonton anak loh. Kita sebagai orang tua yang mesti rajin me-review-nya. Dan ketika jeda iklan, saya kerap mematikan suara TV karena ada saja konten iklan yang tidak sesuai untuk dilihat atau didengarkan olehnya. Untuk tontonan di YouTube biasanya Hani memilih kartun Peppa Pig, Diva dari Kastari Animation, lagu-lagu anak, eggs surprises, dan play doh. Menonton pun saya beri batasan waktu. Paling lama sejam.

image
Beberapa kartun kesukaan Hani

– Menggambar / mewarnai / menulis. Saya menyediakan buku aktivitas mewarnai yang cukup banyak untuk Hani. Kalau sudah bosan dengan mewarnai, kadang dia meminta bolpen dan kertas kosong pada saya untuk menulis. Nulis apa? Random sesuka dia. Kadang nulis huruf-huruf secara acak, kadang dia minta didikte untuk nulis nama teman-temannya. Alhamdulillah kalau untuk nama sendiri, Hani sudah bisa menulisnya tanpa didikte. Oya tentang menulis ini, saya dan suami gak pernah memaksa dia, juga gak pernah benar-benar intens mengajarkannya. Bisa dibilang, Hani belajar menulis secara otodidak, dari aplikasi Marbel yang dia mainkan di HP bunda dan dari kartu menulis yang dibeli atas permintaan Hani di Gramedia.

– Olahraga. Kalau Hani suka sekali berolahraga dengan bermain sepeda atau berlari-lari kecil di depan rumah.

– Membuat karya seni atau craft. Yang satu ini agak ribet dikit karena perlu menyiapkan alat dan bahan. Untuk ide kegiatan bisa dicari di internet. Saya rasa banyak sekali ide yang bisa ditemukan dan diaplikasikan. Karya seni terakhir yang Hani buat bersama ayah dan bunda adalah kalung manik-manik. Saya membeli manik-manik cantik beragam bentuk di Paper Clip, semacam toko ATK modern yang isinya surgaaa banget untuk mereka yang doyan bikin-bikin dan bereksperimen.

image
Hani sedang meronce kalung dan gelang.

– Mengerjakan kegiatan rumah. Kalau sudah bingung mau mengajak anak berkegiatan apalagi, coba ajak aja anak untuk membantu kerjaan rumah tangga. Sesuaikan dengan usianya ya. Kalau Hani sering saya ajak mencuci piring. Biasanya dia bagian membilas sabun dari piring atau gelas yang dicuci. Dia sangat senang dan antusias. Hani juga suka diajak masak bersama, dia terkadang membantu saya memotong bahan masakan, tentu sambil saya pegangin dan arahkan tangannya, bantu mengaduk adonan atau memasukkan bahan masakan ke panci, kadang juga membantu mencuci beras. Selain kerjaan di dapur, Hani pun senang diajak mencabuti rumput-rumput liar di taman atau menyiram tanaman. Lumayan lah ya dapat jasa tukang taman gratis hehe xp

image
Mencabuti rumput liar di taman. Gak ada tukang taman, anak pun jadi xp

– Menjaga adik dan bermain bersama adik. Kegiatan menjaga adik juga bermain bersama adalah salah satu upaya agar Hani tidak iri dan merasa dilibatkan dalam kehadiran adik. Kadang kalau saya lagi butuh ke dapur sebentar atau mau ke kamar mandi dan si adik sedang terjaga, saya akan meminta Hani untuk berada di samping adik sambil mengajaknya ngobrol. Hani yang memang ceriwis sangat senang melakukannya. Adik juga senang sekali memperhatikan kakaknya ketika sedang diajak ngobrol. Kadang Hani juga saya libatkan untuk mengurus keperluan adik, seperti mengambilkan popoknya, menyediakan kapas bulat basah untuk membasuh pipis atau pup adik, dll. Kegiatan seputar adik ini cukup membuat dia senang dan tidak bosan.

image
Menggambar di samping adik, supaya adik bisa ikut melihat apa yang dilakukan kakak.

– Membaca (alias dibacakan) buku. Setiap hari, pasti ada minimal satu buku yang dibacakan untuk Hani. Paling sering, buku menjadi pengantar sebelum tidur. Untuk buku, insya Allah saya tidak ragu mengeluarkan uang demi memilikinya. Saya dengan senang hati memilihkan buku-buku dengan konten positif lalu membacakannya untuk Hani. Alhamdulillah sepertinya kebiasaan membacakan buku ke Hani ini berdampak positif. Hani memiliki kosakata cukup banyak. Hani bisa lantang berbicara, jelas artikulasinya, dan cukup pandai merangkai kata plus mengarang cerita haha..

image
Buku-buku yang saya borong ketika pameran buku import Big Bad Wolf 2016. Buku yang saya belikan untuk Hani, saat ini sudah habis dibaca semua!

Banyak juga ya kegiatannya. Dan semuanya kebanyakan bermain haha. Dengan banyaknya kegiatan itu, Hani kadang masih merasa kurang dan teruuuus minta kegiatan. “Aku ngapain lagi? Kegiatanku apaaa?” Aaargh. Pusing gak tuh.. Haha. Anak pertama saya itu memang aktivis!😄

Ada yang punya ide kegiatan lain untuk dilakukan di rumah bersama anak selama liburan? Yuk dibagikan, siapa tau bisa dicontek nih untuk dilakukan bersama Hani hehe..

6 thoughts on “Agar Liburan di Rumah Tetap Menyenangkan!

  1. Wah…banyak sekali kegiatannya. Tapi masih kurang katanya ya..hi..hi..
    Sebagai orang tua kita memang harus kreatif ya…supaya anak gak bosan melewati liburan.
    Dan satu lagi, kegiatan itu bisa membuat mereka bermain sambil belajar ya…

    1. Iya mba.. Muter otak setiap hari nih harus nyediain kegiatan apa untuk bocil. Kalo bener-bener udah bosan di rumah, jalan terakhir adalah mengajaknya keluar rumah, melipir sebentar ke mall terdekat xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s