To Be Tough

Pilihan-Pilihan Hidup

Saya teringat akan beberapa buku yang pernah saya baca ketika saya kanak-kanak. Buku-buku dongeng yang tak biasa, kalo bisa disebut demikian. Karena buku-buku tersebut tidak hanya memuat satu ending saja. Tapi ia menyajikan beberapa pilihan ending. Di halaman-halaman tertentu, kita dihadapkan pada pilihan, ingin melanjutkan ceritanya ke halaman berapa. Pilihan halaman yang kita pilih akan membawa kita pada ending cerita yang berbeda-beda.

image

Mirip dengan hidup yang kita jalani di dunia. Setiap harinya kita dihadapkan pada pilihan-pilihan bahkan dari hal yang sederhana sekalipun seperti pagi ini mau sarapan apa? Roti dengan susu coklat yang mudah disajikan atau nasi dengan telur ceplok dan sayur sop yang butuh sedikit usaha untuk menyiapkannya.

Tak jarang kita merasa salah dalam membuat pilihan. Kita merasa tidak puas dan menyesal dengan pilihan kita. Ingin rasanya mengulang dan mendapatkan ending cerita yang lebih baik dari pilihan kita sebelumnya. Sayangnya, tidak bisa demikian. Hidup tidak sesederhana buku dongeng di mana kita bisa membalik halaman dan memilih jalan cerita yang berbeda bila kita merasa tidak puas dengan pilihan yang sudah dibuat.

Jadi bagaimana jika kita merasa salah dalam mengambil pilihan hidup? Terimalah. Cobalah untuk ikhlas terlebih dahulu. Ingatlah kembali bahwa setiap pilihan pasti ada konsekuensinya. Jika pahit, wajar sekali untuk menyesal atau bahkan mungkin hingga air mata kesedihan tertumpah. Tapi jangan lama-lama merasa terpuruk. Rasa terpuruk hanya untuk menyadarkan saja, untuk menamparmu keras bahwa bisa jadi memang ada yang salah ketika pilihan dijatuhkan. Ikhlaslah. Ikhlaslah. Lalu sadarilah, life must goes on.

Jika sudah siap melangkah kembali, sediakan sedikit waktu untuk berintrospeksi, bagian mana yang salah, yang kurang, yang perlu diperbaiki. Atur strategi untuk bangkit. Bisa jadi di awal, kamu membutuhkan sedikit bantuan orang lain untuk memapahmu. Tak apa. Utarakan pada orang terdekat yang sekiranya bisa memberi pertolongan. Jangan lupa juga untuk selalu berdoa kepada-Nya, semoga diberikan kekuatan dalam melangkah, mengambil pelajaran dari kekhilafan, dan kembali berdiri tegak.

Allah tidak memikulkan beban kepada seseorang melainkan sekedar apa yang Allah berikan kepadanya. Allah kelak akan memberikan kelapangan sesudah kesempitan. (QS.65:7)

Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya (QS.2:286)

Aku (rasulullah) mengagumi seorang mukmin yang bila memperoleh kebaikan, dia memuji Allah dan bersyukur. Bila ditimpa musibah, dia memuji Allah dan bersabar. (HR Ahmad)

Semoga kita diberikan keberkahan dalam setiap pilihan hidup. Jika pilihan hidup tersebut membawa kepada kebaikan, bersyukurlah. Jika dirasa justru menyesakkan, tetaplah bersyukur, ikhlas, dan sabar. Mungkin Allah hendak memberikan pelajaran kepada kita. Ingatlah bahwa di endingnya yang kita cari adalah keridhoan Allah terhadap apa yang kita perbuat.

#notetomyself

2 thoughts on “Pilihan-Pilihan Hidup

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s