Catatan Hati · Institut Ibu Profesional · Refleksi Hati

Surat Cinta untuk Suamiku

quotes

Assalamu’alaikum suamiku tercinta

Tiada kata terucap selain syukur yang sebesar-besarnya kepada Allah karena Dia telah menjadikan kita partner hidup di dunia. Semoga saja kebersamaan ini bisa terus abadi hingga ke jannah-Nya.

Suamiku, terimakasih atas segala pengorbanamu untuk keluarga. Untuk lelah yang sering tak kau tampakkan. Untuk jatuh bangun demi keluarga.
“Aku rela, bunda, kepala di kaki, kaki di kepala, demi keluarga. Aku pasti akan terus berusaha”, katamu meyakinkanku beberapa waktu lalu ketika kita sedang merasakan roda berputar ke bawah.

Maafkan aku yang kadang menyangsikanmu sehingga kau berkata demikian.

Maafkan aku karena ternyata kau memang pejuang tak banyak kata. Lambat laun, kita berhasil bangkit kembali. Semoga Allah mengampuniku dan menguatkanku untuk selalu mendukungmu.

Suamiku, terimakasih karena engkau pun mau belajar menjadi pribadi yang lebih baik.
Keputusan besarmu untuk resign dari kantor, menjadi freelancer, sehingga memiliki lebih banyak quality time bersama keluarga sungguh keputusan yang tidak mudah.

Suatu keputusan yang bahkan kau sendiri katakan sebuah “life changing experience” bagi kita.

Alhamdulillah, kita bisa melalui proses adaptasinya. Kau pun membantuku lulus dari ujian emosinya.

Di mana pada akhirnya, kita sama-sama duduk di sini, dengan lebih mengenal satu sama lain. Lebih mengenal karakter anak kita, lebih mengenal potensi diri masing-masing, juga lebih memahami hidup seperti apa yang kita inginkan menjalaninya.

Terimakasih atas kesabaran tak terbatas. Tak menyangka ternyata stok sabarmu lebih banyak daripada aku.

Terimakasih atas ketelatenanmu menghadapi luapan emosi anak pertama kita ketika ia sedang marah atau kesal. Kau sering memiliki ide-ide untuk menyadarkannya atau mengalihkan kekesalannya dengan cara yang menyenangkan.

Terimakasih atas kebesaran hatimu meminta maaf duluan ketika kita sedang “bertengkar”. Padahal ketika itu aku yang salah. Hatiku pun jadi luluh karena itu.

Terimakasih atas kerjasama yang sangat baik dan kompak dalam mendidik anak dan mengurus rumah.

Sering kita bergantian peran. Ketika di pagi hari aku sedang memandikan anak-anak, kau yang memasak menyiapkan sarapan. Atau ketika aku yang memasak, kau tidak keberatan dimintai tolong memandikan anak.

Ketika aku sedang lelah, kadang kau menyempatkan diri untuk menyetrika.

Kau juga sering memanjakanku, menyuapiku ketika aku sedang menyusui.

Memijatku ketika aku capek.

Membuatkanku susu kedelai campur sari kurma untuk mendukungku memberikan ASI bagi anak kita yang kedua. Atau membuatkanku ice lychee tea yang segar. Tak jarang kita meminumnya bersama. Satu gelas berdua. Sungguh nikmat alhamdulillah.

Terimakasih juga untuk kejutan-kejutan kecil yang kau beri untukku.

Sepulang dari belanja di luar rumah, tak jarang kau pulang membawakan buah tangan. Sebotol susu kedelai. Atau sebotol susu kacang hijau. Atau kadang beberapa ikat daun katuk. Tanpa diminta. Kau tahu aku memang sedang berjuang memperbanyak asupan ASI dan kau membelikan yang aku butuhkan.

Bagiku itu romantis. Romantis yang sangat berkelas.

Tidak harus dengan setangkai mawar atau sebatang coklat.

Ah ya dan terimakasih juga karena sepertinya engkau berhasil menjadi laki-laki cinta pertama anak perempuan kita.

Kau begitu hangat berperan sebagai ayah sekaligus sahabat terbaiknya.

Kalian sering bermain bersama, melakukan kegiatan berdua. Bermain “sirkus” burung-burungan. Bermain sepatu roda. Berlatih sepeda roda dua. Bermain congklak. Bermain tebakan kata. Memasak bersama. Dan banyak lagi lainnya.

Tak cukup kata untuk berterimakasih dan bersyukur.
Biarkan sisanya mengalir dalam doa.

Doaku agar kita sekeluarga tetap bersama hingga ke jannah-Nya.

Mari berjuang bersama, insya Allah.

Depok, 4 November 2016

One thought on “Surat Cinta untuk Suamiku

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s