MP-ASI · Parenting · To Be a Good Chef

Perjalanan MPASI (Dini) Sofia

Sekeras apa pun manusia berusaha, jika Allah menentukan hal lain, maka kehendak Allah lah yang terjadi. Tinggal bagaimana kita bisa “membaca” apa maksud Allah dari apa yang terjadi. Pasti ada hikmah atau pelajaran di baliknya. Itu yang saya yakini.

Sempat menangis sih, ketika sebulan lalu, sehabis kunjungan rutin untuk vaksinasi, Sofia disarankan untuk makan lebih awal. Alias MP-ASI dini. Dikarenakan selama 2 bulan terakhir, BB (berat badan) Sofia nambahnya sedikit sekali bahkan ada masa di mana tidak ada penambahan BB. Kalau digambarkan ke kurva pertumbuhan (Growth Chart/GC), garisnya Sofia sudah turun ke bawah melewati satu kurva. Kata dokter, sudah “alarm” kalau melewati dua kurva. Setelah berdiskusi mengenai apa kiranya penyebab hal ini, dokter lalu memberikan opsi, langsung memberikan Sofia MP-ASI atau menunggu perkembangan 2 minggu ke depan. Dalam 2 minggu, silakan lanjutkan ASI eksklusif dan dokter menargetkan harus ada pertambahan BB sekitar 300-400 gram.

Saya pun memilih opsi kedua. Selama 2 minggu itu, saya yang memang sadar bahwa produksi ASI saya sedeng-sedeng aja, berusaha lebih keras lagi untuk meningkatkan produksi ASI. Makan sayur katuk, minum blenderan kacang hijau, minum sari kurma, susu Mama Soya, menjaga pikiran tetap positif dll. Saya juga berusaha menjaga jam tidur Sofia yang sepertinya kurang karena ketika siang hari kondisi tidak kondusif untuk Sofia istirahat. FYI, saya dan anak-anak sepanjang siang pasti berada di toko. Di toko, pastinya kalau ada paket, suasana “ramai” oleh bunyi dari lakban-lakban yang ditarik, “bret..bret”. Itu cukup mengganggu Sofia. Di samping toko juga ada bengkel motor yang cukup ramai pengunjung. Lengkap sudah. Makanya selama 2 minggu itu, saya usahakan Sofia tidur pagi yang cukup lama dulu di rumah baru berangkat ke toko. Di toko, saya rela gendong dia terus ketika sudah tertidur, supaya dia tidak mudah bangun.

Tapi nyatanya, takdir berkata lain. Setelah 2 minggu, BB Sofia tetep aja gitu, gak naik, dan alhamdulillah gak berkurang. Tetep di angka 6,1 kg. Ya akhirnya, dengan berat hati, saya menuruti kata dokter untuk memberikan MP-ASI dini ke Sofia. Sedih loh rasanya. Maaf ya saya emang baper. Cuman saya berpikir, ya sudahlah, toh saya sudah berusaha keras. Keputusan diambil juga demi kesehatan anak. Allah pasti tahu dan saya berdoa semoga diberi kekuatan sama Allah untuk selalu memberikan yang terbaik buat anak dan semoga Allah memberi kesehatan untuk anak-anak saya.

MP-ASI Instan atau Homemade

Pilih yang mana buat Sofia? Keduanya memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Sebenarnya sih tidak usah terlalu diperdebatkan ya. Karena mau milih apa, setiap ibu pasti sudah punya pertimbangannya sendiri. Dokter anak saya pernah berkata, “Gapapa bu, kalau mau kasih makanan bayi kemasan yang biasa dijual di luar. Karena sudah dibuat berdasarkan standar kesehatan dunia pastinya”. Iya juga sih, kalo gak aman dan berbahaya pastinya gak akan dapat izin edar juga kan.

Nah, saya termasuk yang tidak saklek harus full homemade untuk MP-ASI Sofia. Saya mengkombinasikan keduanya. Pagi dan malam saya mengusahakan untuk memberikan MP-ASI buatan rumah ke Sofi. Sedangkan, di siang hari, saya biasanya memberikan yang instan atau kemasan. Kenapa demikian? Karena di siang hari, saya biasanya berada di luar rumah, tepatnya di toko untuk mengurus orderan-orderan yang masuk. Di toko, tidak ada space untuk dapur ataupun peralatan membuat MP-ASI. Plus, sayanya juga tidak punya terlalu banyak waktu untuk menyiapkannya karena urusan toko dan tidak ada ART. Jadi, saya ambil keputusan menyediakan yang simple aja supaya saya juga tetap terjaga kewarasannya hehehe 😉

Alhamdulillah anak saya Sofia termasuk anak yang doyan makan. Walau sudah pernah dikasih MP-ASI instan, dia tetap mau melahap MP-ASI homemade buatan saya. Kalau ditanya lebih banyak makan yang mana, homemade apa instan? Alhamdulillah masih lebih banyak homemade. Perbandingannya 80% homemade dan 20% instan. 

Perjalanan MP-ASI Homemade Sofia

Jadi, Sofia memulai MP-ASI perdananya di usia 5 bulan 2 minggu. Saya waktu itu menjadikan pertambahan berat badan sebagai target utama. Supaya garis di kurva GC-nya naik lagi dan kembali normal.

Saya membaca banyak artikel, membaca setiap status diskusi dan komentar di group Facebook “Homemade Healthy Baby Food (HHBF)”, bahkan sampai membeli buku Ensiklopedia MP-ASI karya ibu-ibu admin HHBF. Itu semua saya lakukan demi bisa menyuguhkan MP-ASI sebaik mungkin untuk Sofia.

Buku rujukan saya dalam menyusun MP-ASI untuk Sofia. Bukunya sangat berisi. Yang membaca jadi dipahamkan untuk menyusun makanan bergizi yang sesuai kebutuhan anak. Kita gak didikte atau dicekokin banyak resep walau mereka juga memberikan beberapa contoh resep untuk inspirasi

Ternyata, dunia per-MP-ASI-an homemade saat ini mengalami beberapa perubahan ya dibandingkan 4,5 tahun lalu pas zaman kakaknya Sofia. Saya ingat, dulu untuk awal MP-ASI si kakak, kebanyakkan yang diberikan seputar puree kabohidrat, buah atau sayuran (tapi tidak semua sayur). Pemberiannya juga mengikuti aturan 4 days rule, di mana kita memberikan menu yang sama kepada bayi selama 4 hari berturut-turut untuk melihat ada reaksi alergi atau gak. Setelah 4 hari baru ganti jenis makanan baru. Terus dulu saya juga suka kasih tepung gasol untuk si kakak. Nah sekarang, beberapa poin yang saya catat berubah adalah sebagai berikut. Poin-poin ini berdasarkan panduan MP-ASI WHO:

  • 2 minggu pertama adalah MP-ASI menu tunggal. Maksudnya? Menu yang diberikan setiap makan adalah dari satu bahan saja. Misal menu makan pagi jagung aja. Menu makan sore ayam aja. Yang berbeda adalah, dalam 2 minggu menu tunggal ini, kita bisa kenalkan sebanyak-banyaknya jenis makanan kepada bayi. Makanan yang mengandung protein nabati (seperti tahu, tempe), protein hewani (ayam, daging sapi, ati ayam, ikan, udang, dll) silakan diperkenalkan juga. Gak sebatas sayuran/buah dan karbohidrat. Maksudnya supaya anak sudah kenal beragam makanan sejak awal. Karena tidak ada satu jenis makanan yang memiliki semua unsur gizi yang dibutuhkan
  • Di usia 6 bulan 3 minggu, bubur halus atau saring dengan menu lengkap atau kita sebut menu 4 bintang bisa diperkenalkan. Apa itu menu 4 bintang? Dalam satu menu sudah ada lengkap 4 unsur penting yang berguna sebagai zat tenaga, zat pembentuk, zat pengatur. Empat unsurnya adalah karbohidrat, protein hewani, protein nabati, sayuran/buah.
  • Penggunaan lemak tambahan adalah wajib. Kecuali pada menu buah ya. Lemak tambahan itu seperti minyak goreng/butter/margarin/santan. Gunanya untuk menambah nilai kalori makanan, pelarut vitamin A, D, E, dan K, menambah rasa gurih pada makanan, dan membantu melancarkan pencernaan
  • Untuk booster (mempercepat dan memperbesar kenaikan) berat badan, ketika sudah masuk menu 4 bintang atau usia 6 bulan 3 minggu berikan menu dengan double protein hewani. Protein hewaninya diberi 2 jenis berbeda setiap makan, bukan didobel porsinya ya. Seperti hati ayam dengan dada ayam, ikan dengan kuning telur, dan lain sebagainya. 

Berdasarkan panduan di atas, saya lalu menyusun menu MP-ASI untuk Sofia di 2 minggu pertama (menu tunggal). Menyesuaikan dengan kebutuhan Sofia, maka saya putuskan bahwa menu tunggalnya akan lebih banyak di karbohidrat dan protein hewani. 

MP-ASI menu tunggal. Bayi 6m sudah bisa diperkenalkan berbagai jenis makanan. Untuk menu tunggal Sofia saya beri jagung manis, beras putih, pisang, alpukat, ayam, ikan, daging sapi, ubi ungu, pepaya, dan lain-lain

Saya tidak 100% mengikuti apa yang disarankan di menu tunggal, di mana kita diminta selalu memberikan makanan berbeda tiap harinya. Bahkan pagi sore pun berbeda. Supaya anak kenal banyak rasa di awal. Saya sengaja mengulang beberapa menu (terutama karbohidrat dan protein hewani). Harapannya bisa mempercepat kenaikan BB-nya hehehe.

Sayangnya, karena saya terlalu “bernafsu” mengejar target BB, susunan menu yang disusun jadi bikin Sofia sempet kena sembelit. Kalo lagi sembelit, ngedennya bisa sampe nangis-nangis, nafsu makannya juga berkurang, ah gak tega deh liatnya 😥 Untunglah gak sering kena sembelit. Kalo lagi sembelit biasanya saya kasih buah-buahan yang banyak airnya seperti pear xiang lie sama buah naga merah. Cara tersebut sangat ampuh untuk Sofia, bisa jadi di anak lain berbeda.

Setelah selesai masa menu tunggal di 2 minggu pertama, Sofia masuk masa menu 4 bintang. Saya mencoba terus memberikan yang terbaik untuk Sofia. Saya lebih banyak masakkin menu 4 bintang dengan double protein hewani. Alhamdulillah, Sofia juga makin lahap makannya di masa ini. Dikasih apa aja mau. Makannya juga cepat. Rasa-rasanya setengah problematika kehidupan ibu rumah tangga itu terselesaikan kalau anak lahap makan. Oya kalau sempet nanti mau coba nulisin resep-resep menu 4 bintangnya Sofia di postingan terpisah ya. Sebenernya saya cukup rutin posting menu MP-ASI Sofia setiap harinya di Instagram. Monggo aja kalau mau diintip di Instagram @lenidisini ✌😄

Contoh menu 4 bintang yang saya masak untuk Sofia
Bubur dan soto ayam ala ala dibuat terpisah. Ketika mau makan baru dicampur jadi satu
Menu MP-ASI yang disesuaikan dengan menu masakan keluarga. Setelah bahan di foto direbus sampai matang dan cukup empuk baru diblender kasar. Hasil blenderan disaring lagi dan makanan pun siap disantap.
Contoh menu 4 bintang dengan double protein hewani untuk booster BB
Contoh menu dengan double protein hewani lagi. Alhamdulillah selama ini Sofia selalu suka dengan yang diberikan. Oya masak makanan bayi tetep perlu diicip ya. Percampuran rasanya aneh atau tidak.

Sekarang, Sofia sudah masuk 7 bulan 9 hari. Alhamdulillah saat timbang di dokter sore tadi, beratnya sudah 7,5 kg. Lumayan ya naik 1,4 kg dari terakhir nimbang. Kata dokternya luar biasa naik beratnya. Alhamdulillah! Insya Allah, Sofia udah back on track ya hehe. 

MP-ASI: Proses Belajar Ibu dan Anak

Apakah selama ini proses MP-ASI Sofia berjalan lancar jaya? Tidak juga. Ada suatu saat Sofia mengalami GTM (Gerakan Tutup Mulut). Waktu itu di sekitar minggu ke-2 kejadiannya. Saya langsung panik dan stress. Gimana gak. Saya punya target mengejar ketertinggalan BB sedangkan anaknya gak mau makan. Makanan masak sendiri, bubur bayi kemasan, biskuit bayi semua ditolak. Saya pun tetap memaksanya untuk makan. Sampai Sofia seperti agak takut ketika melihat sendok. 

Saya yang galau pun mencoba bertanya di group blogger Cerelac yang waktu itu dibentuk oleh mak Icoel KEB (Kumpulan Emak2 Blogger). Alhamdulillah banyak sekali saran yang menenangkan dan membantu. Thx ya emak semua 😘 Saya mencoba saran dari Mba Eni untuk istirahat dulu sekitar 2 hari dari memberikan MP-ASI. Stop sementara. Selama 2 hari itu, saya diminta lebih tenang, tidak emosi, lepaskan dulu beban target mengejar BB, dan beri ASI full saja. Karena yang namanya MP-ASI (makanan pendamping ASI) untuk di awal sifatnya perkenalan. Setelah 2 hari baru mulai lagi memberikan MP-ASI. Alhamdulillah, berhasil. Sofia mulai mau makan lagi. 

Setelah dipikir-pikir, ketika itu Sofia GTM karena sedang tidak enak badan. Lagi sakit batpil. Orang dewasa aja pasti nafsu makannya menurun kan kalo lagi sakit. Hanya saja orang dewasa bisa “memaksakan” dirinya untuk tetap makan ketika lagi sakit. Kalau bayi? Ya belum bisa, secara naluriah kalo lagi sakit pengennya nempel terus sama Bundanya. Nenen lebih banyak. Digendong-gendong dan hal lainnya yang membuat bayi tersebut nyaman. Kalau belajar makan membuatnya gak nyaman maka wajar dia menolak. 

Sejak itu, saya jadi lebih belajar lagi. Saya belajar membaca anak saya. Apakah badannya sedang tidak enak. Kalau lagi begitu biasanya porsi MP-ASI yang saya berikan tidak sebanyak biasanya. Dia mau lebih banyak nenen gak masalah. Makannya jadi 2x sehari juga gapapa, senyamannya dia aja. Atau saya memberikan menu MP-ASI yang seger, seperti soto ayam jamur atau campurkan sedikit bumbu aromatik seperti jahe yang menghangatkan di makanannya. Saya juga belajar memilihkan bahan makanan alami yang membuat MP-ASI jadi berasa lebih enak. Saya memilih jagung manis dan wortel impor untuk membuat cita rasa makanan yang manis. Saya menggunakan daun jeruk dan daun salam ketika sedang memasak yang amis-amis seperti ikan dan hati ayam. Saya membuat sendiri dan menyetok kaldu-kalduan untuk jadi campuran bubur supaya lebih gurih. Saya jadi belajar banyak hal. Tidak hanya anak saya belajar makan. Tapi saya juga berproses dan belajar. 

* * *

Anyway, sekarang memberikan makanan bergizi untuk anak menjadi salah satu prioritas saya. Saya sendiri percaya bahwa makanan yang baik, bergizi, juga halal adalah faktor penting dalam memaksimalkan tumbuh kembang anak di masa mendatang. Bismillah semoga saya konsisten memberikan makanan yang baik dan bergizi untuk keluarga! Sofia juga semoga tetep semangaaaat makannya, perjalanan MP-ASI ini masih panjang 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s