Institut Ibu Profesional

Ketika Anak Berbuat Salah

​Forum keluarga kali ini diisi dengan hal yang mendadak dibahas tanpa persiapan. Dikarenakan, anak pertama kami melakukan hal yang tidak kami sukai, yang membuat saya dan suami berpendapat perlu “digelar sidang” untuknya sesegera mungkin.

Alhamdulillah ketika “sidang” digelar mendadak, saya dan suami dalam keadaan waras hehe. Walau emosi saya sempat tersulut sebentar yang berakibat saya ngomel-ngomel, saya lantas istighfar dan menarik nafas panjang. Saya lalu mengucapkan terimakasih ke anak saya karena dia berani jujur dan mengakui kesalahannya. Saya mengatakannya sambil menatap mata dan memeluknya. Saya beri apresiasi untuk kejujurannya supaya kelak ketika ternyata dia melakukan kesalahan lagi, dia tetap berani mengakuinya untuk kemudian memperbaiki diri alih-alih berbohong dan menutupi kesalahannya. 

Setelah itu, barulah kami masuk ke dalam inti pembicaraan. Saya dan suami mengajukan pertanyaan-pertanyaan ke anak, “Apakah menurut kamu perbuatan tadi adalah hal yang baik?” “Mengapa ya perbuatan tadi termasuk tidak baik?” “Mengapa kamu melakukan perbuatan itu?” Kami mengajaknya berdialog dan mencoba menggali jawaban-jawaban dari sudut pandangnya.

Kami lantas memberitahu bahwa ada konsekuensi yang harus diterima akibat perbuatannya. Kami mencabut sementara jatah waktu screen time-nya setiap hari. Ditiadakan selama 1 minggu. Akan diberikan kembali jatahnya apabila selama  1 minggu masa pertanggungjawaban itu ia tidak mengulangi perbuatannya. Tentu ada raut sedih di mukanya. Karena itu kami berusaha juga membesarkan hatinya bahwa masa pertanggungjawaban ini hanya 1 minggu. Next time jangan diulangi lagi.
Susah-susah gampang memang berkomunikasi dengan anak terutama ketika dia habis melakukan hal yang kita nilai tidak baik. Kadang emosi negatif udah menguasai duluan, ngomel panjang x lebar x tinggi, bahkan mungkin sampai membentak-bentak. Penyesalan pun datang belakangan. 
Tapi, susah bukan berarti tidak mungkin. Asal bisa menjaga suasana hati dan berempati, mencoba merasakan apa yang kira-kira ada dalam pikiran anak, tentu komunikasi akan berjalan dengan lebih produktif.

#hari4

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s