Institut Ibu Profesional

Komunikasi dengan Pasangan

​Ketika berkomunikasi dengan pasangan, adanya sudut pandang yang berbeda adalah suatu kewajaran. Dalam pembahasan pertama di kelas Bunda Sayang Institut Ibu Profesional (IIP), dijelaskan bahwa hal ini disebabkan oleh Frame of Reference (FoR) dan Frame of Experience (FoE) yang tentu berbeda di setiap orang. FoR adalah cara pandang, keyakinan, konsep dan tata nilai yang dianut seseorang. Hal ini bisa terbentuk dari pendidikan orang tuanya, buku yang dibaca, pergaulan, dll. Sedangkan, FoE adalah serangkaian kejadian yang dialami seseorang, yang dapat membangun emosi dan sikap mental seseorang. Nah, FoE dan FoR ini akan mempengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu pesan/informasi yang datang kepadanya.

Kalau dipikir-pikir, perselisihan yang pernah terjadi antara saya dan suami sumbernya dari perbedaan FoE dan FoR yang tidak disikapi dengan dewasa. Saya sih tepatnya yang sering ambegan kalau apa yang saya pikirkan dan kehendaki berbeda dengan pendapat suami hehe. Padahal, setelah ditimbang-timbang, pendapat suami lebih sering ada benarnya dan masuk akal. 

Memang seharusnya, komunikasi antar dua orang dewasa lebih mengedepankan nalar daripada emosi. Pengambilan keputusannya didasarkan pada fakta dan data. Oleh karena itu, dalam forum kali ini, saya mencoba untuk menahan ego dan menyampaikan pendapat pada suami dengan lebih baik. 

Kami membahas tentang kelanjutan bisnis retail snack yang sudah berjalan selama kurang lebih 5 tahun. Setelah itu, kami juga membahas beberapa ide bisnis baru yang mungkin dilakukan menyesuaikan dengan kondisi saat ini di mana saya selaku “operator” sudah punya beban lebih banyak sejak anak ke-2 lahir. 

Saya mengungkapkan 3 ide. Saya bahas satu per satu tentang gambaran dari bisnis yang akan dijalankan, faktor pendukung, juga tantangan yang mungkin dihadapi. Setelah itu, suami menanggapi satu per satu. Dari ketiga ide yang disampaikan, belum ada yang benar-benar pas. Kami belum mencapai kata sepakat. Lalu, suami tiba-tiba menambahkan 2 ide lagi di mana salah satunya terinspirasi dari ide yang sudah saya ungkapkan sebelumnya. 
Di akhir pembicaraan, kami sepakat untuk belum menyepakati mana yang akan dijalankan dari ide-ide yang sudah terlontar. Membicarakan bisnis tentu tidak bisa hanya dalam satu kali perbincangan kan. Tapi, kami sudah memiliki kecenderungan lebih besar ke suatu ide bisnis. Di mana, jika bisnis tersebut benar dieksekusi, maka tanggung jawab “operator” bisa dipindahkan ke tangan yang lain. Dan saya bisa “kembali ke rumah secara full”, menjalankan peran sebagai bunda sayang dan bunda cekatan dengan lebih fokus. Semoga Allah membimbing kami memilih jalan yang terbaik. Semoga saya dan suami juga mampu berkomunikasi dengan lebih baik, tanpa emosi, untuk mencapai kesepakatan bersama.

#hari5

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s