Institut Ibu Profesional

Mengkondisikan Anak Ikut Liburan

Beberapa minggu lagi, kami sekeluarga berencana bepergian jauh ke luar kota untuk rekreasi. Sekitar 5 hari 4 malam, kami akan berada di kota tersebut. Dengan jangka waktu yang cukup lama, otomatis, ada beberapa hal yang perlu dipikirkan. Si kakak yang sudah bersekolah pasti akan izin beberapa hari. Sedangkan, si adik yang sudah masuk masa MP-ASI tentulah perlu dipikirkan juga persiapannya. Pengennya sih masih tetap makan MP-ASI homemade ya. Gak tega rasanya kalau selama 5 hari itu dia terpaksa makan yang instan terus.

Okelah, kalau soal si adik, insya Allah lebih mudah persiapannya (eaaa, lebih mudah, padahal sih ribet juga ya nampaknya). Lebih mudah karena tinggal saya aja yang siap-siapin. Nah, kalo si kakak? Mesti dipersiapkan dari jauh-jauh hari nih. Apa aja yang disiapin? Ya kondisi fisik dan terutama psikologisnya. Kakak yang sangat menyukai sekolah, kudu izin dulu selama sekitar 5 hari, gimana ya jadinya? Mungkin dia senang-senang aja karena toh izin perginya buat jalan-jalan apalagi bersama keluarga. Tapi, gimana nanti pas di sananya? Udah sering saya dan suami ngalamin saat-saat di mana si kakak cemberut, kesel, galau, tidak antusias ketika diajak bepergian keluar. Padahal ke tempat-tempat yang cukup asik dan menarik. Gak mau kan, rencana jalan-jalan yang udah disusun dari jauh hari jadi sedikit berantakan karena mood anak yang kurang baik.

Nah, untuk meminimalisir mood anak yang kurang enak ketika diajak jalan, biasanya saya dan suami mengkondisikan terlebih dulu dengan memberikannya spoiler tentang kegiatan yang akan dilakukan. Salah satunya seperti yang kami lakukan ketika sedang berbincang-bincang bersama. Saya atau suami bercerita bahwa tanggal sekian sampai tanggal sekian, kita sekeluarga akan pergi ke kota X. Di sana akan menginap selama sekian hari. Di sana akan pergi ke A, B, C, D. Lalu sedikit demi sedikit cerita bahwa A itu tempat ini, di B kita bisa lihat apa, di C kita bisa ngapain, dan seterusnya. Tidak serta merta ceritanya dalam satu waktu karena pastinya akan terlalu panjang informasinya. Salah satu kaidah komunikasi produktif dengan anak adalah membuat informasi yang disampaikan sesederhana mungkin, kan. Nah, ketika lagi berbincang-bincang dan teringat, pasti diselipkan di sela-sela obrolan. Kadang, saya juga menunjukkan video dari tempat yang akan didatangi. Semuanya diceritakan dengan gamblang. Tak lupa juga ada pesan-pesan sponsor seperti “Jagalah kesehatan, karena sebentar lagi kita akan jalan-jalan”, dan lain sebagainya. Lalu, di akhir biasanya kami meminta kesediaannya untuk bisa diajak bekerja sama saat liburan nanti.

Harapannya, semoga saja perjalanan nanti lancar-lancar dan semua orang bahagia, termasuk anak-anak.

#hari7

#tantangan10 hari

#komunikasiproduktif

#kuliahbunsayiip

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s