Parenting

Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Bermain!

​Bermain. Siapa yang gak suka kegiatan bermain? Bagi orang dewasa, kegiatan bermain ini bisa jadi pelepas penat dari segala rutinitas harian. Entah bermain game di gadget masing-masing atau bermain olahraga fisik bersama teman. 

Bagi anak-anak, terutama balita, kegiatan bermain ini lebih penting dari sekedar penggembira! Bermain adalah salah satu cara efektif untuk belajar dan menstimulasi kecerdasannya. Hal tersebut senada dengan yang dikatakan Psikolog Effiana Yuriastien dan kawan-kawan dalam buku ‘Games Therapy untuk Kecerdasan Bayi dan Balita’ mengenai manfaat bermain untuk anak. 

Berbicara tentang kecerdasan, alangkah baiknya kita tidak hanya mengukur kecerdasan seorang anak dari prestasi akademik yang dicapainya di sekolah. Akan terlalu sempit jika demikian. Makna cerdas yang sesungguhnya adalah kemampuan seseorang untuk belajar, memahami lingkungan dan memecahkan masalah. Menurut Dr. Howard Gardner, psikolog dari universitas Harvard, indikator kecerdasan tidak hanya dilihat dari satu aspek saja, namun mencakup banyak bidang dalam kehidupan kita sehari-hari. Kecerdasan yang mencakup banyak bidang dalam kehidupan kita sehari-hari inilah yang diistilahkan sebagai Kecerdasan Majemuk (Multiple Intelligence). 

Ada delapan kecerdasan majemuk yang dapat dikembangkan, yakni:
1. Kecerdasan linguistik

2. Kecerdasan musikal

3. Kecerdasan visual spasial

4. Kecerdasan logika matematika

5. Kecerdasan interpersonal

6. Kecerdasan intrapersonal

7. Kecerdasan naturalis

8. Kecerdasan kinestetik

Nah, menurut Howard lagi, seseorang bisa memiliki satu atau bahkan lebih dari satu kecerdasan dalam dirinya. Misalkan, anak saya, berdasarkan jawaban-jawaban yang saya berikan dalam soal identifikasi kecerdasan majemuk di website Morinaga MI Play Plan (dapat diakses di www.morinagamiplayplan.com), kecerdasan yang mendominasi adalah kecerdasan interpersonal, logika matematik, intrapersonal dan linguistik. Bagaimana dengan kecerdasan yang lain? Tetap ada namun tidak mendominasi. 

Sebagai orang tua, tentu ingin agar kecerdasan-kecerdasan tersebut distimulasi lagi supaya lebih optimal, kan? Selain melalui pemberian nutrisi yang baik, cara lainnya adalah melalui bermain! Sebuah cara yang sangat menyenangkan bagi anak-anak.

Tapi, bermain yang bagaimana ya? 

“Duh, saya orangnya gak kreatif”

“Saya bingung mau kasih permainan apa untuk anak saya yang baru berusia 1 tahun”

“Mainan edukatif pasti mahal deh harganya”

Dan berbagai tanda tanya lain yang kerap muncul ketika menyinggung masalah bermain untuk anak. 

Nah, di sini hadirlah Morinaga dengan program #30harimain yang menantang para orang tua untuk menstimulasi kecerdasan anak-anaknya melalui berbagai permainan yang menarik. Jadi orang tua diminta untuk membuat rencana bermain bagi anaknya selama 30 hari dan mengeksekusinya. Rencana bermain yang dibuat tinggal dipilih saja dari yang sudah disediakan oleh Morinaga. Ada detail tentang alat dan bahan serta cara bermainnya loh. Mudah, kan? Kalau gak percaya, bisa aja langsung intip ide-ide bermain yang sangat banyak di website 30HariMain

Nah, kalau saya sendiri, sudah mencoba mempraktekkan beberapa ide bermainnya bersama anak saya, Hani. Ini dia yang pernah kami mainkan:

1. Belajar berhitung dengan memasukkan kelereng ke botol

Stimulasi: 
kecerdasan kinestetik, kecerdasan logika matematik

Alat dan bahan: 

sendok, botol dengan moncong kecil (pakai botol air mineral juga jadi), kelereng

Cara bermain:

Minta anak memasukkan sejumlah kelereng ke botol dengan sendok. Lalu, hitunglah totalnya

Lebih lengkap baca postingan saya di:

Belajar Berhitung dengan Memasukkan Kelereng ke Botol

2. Seimbangkan lompatanmu

Stimulasi: 
kecerdasan kinestetik, kecerdasan visual spasial

Alat dan bahan: 

gunting, kertas warna warni (bisa buffalo/origami)

Cara bermain:

Minta anak melompat dengan satu kaki dari satu bentuk yang diminta ke bentuk lainnya

Lebih lengkap baca postingan saya di:

Seimbangkan Lompatanmu!

3. Membuat roti sendiri

Stimulasi: 
kecerdasan interpersonal, intrapersonal; melatih kemandirian

Alat dan bahan: 

roti tawar, mentega, mesis, berbagai macam selai, pisau roti/sendok, piring

Cara:

minta anak mengolesi roti dengan mentega atau selai kesukaannya

4. Mencocokkan wajah

Stimulasi: 
kecerdasan visual spasial, kinestetik, naturalis

Alat dan bahan: 

printable wajah, gunting, lem, krayon/pensil warna

Cara:

minta anak menggunting bagian-bagian wajah, menyebutkan namanya lalu menempelkannya sesuai tempat. Setelah itu, minta anak mewarnai wajah tersebut.

* * *

Nah, seru-seru kan kegiatannya! 

Yuk, optimalkan kecerdasan majemuk yang dimiliki si kecil dengan mengajaknya bermain!

Advertisements

15 thoughts on “Optimalkan Kecerdasan Anak dengan Bermain!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s