Institut Ibu Profesional

Pekan Literasi Keluarga Shidqi – Hari 6

Alhamdulillah, hari ini suami kembali berkesempatan membacakan buku untuk anak-anak. Selepas Maghrib dan mengaji, suami membacakan cerita Nabi Musa untuk Kakak. Sedangkan saya tidak bisa ikut serta mendengarkan karena si Adik sudah ngantuk sekali dan minta tidur.

Malamnya, setelah anak-anak tidur lelap, suami cerita kalau cerita Nabi Musa ke Kakak tadi belum selesai. Karena cukup panjang ceritanya maka dibagi menjadi 2 bagian. Saya pun sering membacakan buku ke anak dibagi ke dalam beberapa bagian. Dengan maksud supaya informasi yang didapatkan anak dalam satu waktu tidak overload.

Suami juga cerita kepada saya bahwa ada beberapa kata/kalimat yang ia ganti ketika membacakan cerita Nabi Musa kepada Kakak. Seperti ketika mengisahkan tentang pembunuhan bayi-bayi laki-laki, suami tidak mengatakan secara gamblang bahwa terjadi pembunuhan. Suami menggunakan kata penangkapan terhadap semua bayi laki-laki. Mereka ditangkap dan tidak boleh hidup. Pemilihan katanya sengaja seperti itu supaya tidak menimbulkan ketakutan pada anak terhadap kisah-kisah nabi.

#BundaSayang

#IbuProfesional

#IIP

#ForThingstoChangeIMustChangeFirst

#TantanganLevel5Hari6

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s